| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1618 | -0.03% |
GBPUSD | 1.3324 | -0.06% |
AUDUSD | 0.6510 | 0.11% |
NZDUSD | 0.5749 | 0.16% |
USDJPY | 152.55 | 0.22% |
USDCHF | 0.7948 | 0.11% |
USDCAD | 1.3991 | 0.02% |
GOLDUD | 4125.85 | 0.45% |
USD/IDR | 16640 | 0.00% |
Fokus USDJPY:
Jumat, 24 Oktober 2025 – Yen Jepang dibuka di 152.55, melemah terhadap Dolar AS dengan kenaikan 0.22%. Pergerakan pasangan USDJPY pada Jumat menunjukkan tanda-tanda pelemahan setelah sempat menguat ke kisaran 152,70, tertinggi dalam dua minggu terakhir. Yen Jepang sempat melemah di awal sesi Asia karena pasar mencermati data inflasi domestik yang menunjukkan CPI nasional Jepang naik 2,9% (YoY) pada September, dari 2,7% bulan sebelumnya. Namun, kenaikan inflasi ini tidak cukup kuat untuk memperkuat ekspektasi pengetatan kebijakan oleh Bank of Japan (BoJ), mengingat pernyataan Menteri Keuangan Satsuki Katayama yang menekankan pentingnya keseimbangan antara stabilitas fiskal dan dialog pasar. Pemerintah Jepang juga dikabarkan tengah menyiapkan paket stimulus fiskal senilai ¥14 triliun untuk menjaga daya beli rumah tangga di tengah tekanan harga yang persisten.
Dari sisi eksternal, sentimen terhadap dolar AS mulai menurun seiring dengan ketidakpastian politik akibat penutupan pemerintahan (government shutdown) yang berkepanjangan. Kondisi ini mengikis kepercayaan investor terhadap arah kebijakan fiskal AS, sementara pelaku pasar menantikan rilis data inflasi AS (CPI) yang menjadi acuan utama bagi langkah The Fed selanjutnya. Konsensus memperkirakan inflasi AS naik 3,1% YoY pada September, tetapi apabila hasil aktual lebih rendah dari ekspektasi, tekanan jual terhadap dolar AS dapat meningkat sehingga membuka peluang penguatan bagi yen Jepang dalam jangka pendek.
Secara fundamental, arah USDJPY ke depan sangat bergantung pada hasil data inflasi AS dan sikap BoJ terhadap kenaikan inflasi domestik. Jika BoJ tetap mempertahankan kebijakan longgar sementara The Fed mulai menurunkan suku bunga, diferensial imbal hasil antara kedua negara akan menyempit dan memberikan dukungan bagi penguatan yen. Dengan ketidakpastian global yang meningkat mulai dari harga minyak yang lebih tinggi akibat sanksi baru AS terhadap Rusia hingga risiko perlambatan ekonomi AS akibat shutdown, pasangan USDJPY berpotensi berbalik melemah dari level tertingginya.
Harga pada pasangan mata uang USDJPY naik. Support terdekat berada di 152.20, dan resistance di 152.80. Support lanjutan di zona 151.80 dan dilanjutkan ke zona 151.40. Resistance lanjutan di zona 153.25 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 153.55.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1618 dan sedikit melemah -0.03%. Euro melemah terhadap dolar AS seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap aset aman di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan menurunnya ekspektasi ekonomi di kawasan Euro. Minimnya data penting dari Eropa membuat pelaku pasar lebih fokus pada perkembangan eksternal, terutama menjelang rilis data inflasi AS (CPI) yang akan menjadi panduan utama arah kebijakan Federal Reserve selanjutnya. Meskipun survei kepercayaan konsumen Zona Euro menunjukkan sedikit perbaikan, sinyal dovish dari pejabat European Central Bank (ECB) masih menekan mata uang Euro karena pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga lebih besar dibandingkan kenaikan. Ditambah lagi, sikap hati-hati investor menghadapi tensi perdagangan AS–China yang kembali meningkat turut memperlemah prospek Euro di jangka pendek. Di sisi lain, dolar AS memperoleh dukungan dari stabilnya kinerja ekonomi domestik meskipun pemerintah AS masih menghadapi penutupan sebagian (shutdown). Peningkatan permintaan dolar juga dipicu oleh ekspektasi bahwa The Fed tetap akan memangkas suku bunga secara terbatas, yang dianggap mendukung pertumbuhan tanpa mengorbankan daya tarik imbal hasil dolar. Dengan faktor-faktor tersebut, pasangan EURUSD berpotensi tetap berada di bawah tekanan selama pasar menunggu konfirmasi arah kebijakan moneter AS dan perkembangan hubungan dagang global yang masih belum pasti. Support terdekat berada di 1.1590, sementara resistance di 1.1640.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3324, turun tipis -0.06%. Poundsterling melemah terhadap dolar AS setelah rilis data inflasi Inggris yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat peluang penurunan suku bunga oleh Bank of England (BoE) pada akhir tahun ini. Pelemahan Sterling semakin dalam karena para investor menilai tekanan inflasi di Inggris mulai mereda dan pertumbuhan ekonomi cenderung stagnan. Selain itu, pernyataan dovish dari anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC) BoE menambah ekspektasi bahwa bank sentral akan menurunkan suku bunga untuk menjaga stabilitas ekonomi. Kondisi ini membuat investor beralih ke dolar AS sebagai aset yang lebih aman menjelang rilis data inflasi AS. Secara global, penguatan dolar juga ditopang oleh meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China yang mendorong pelaku pasar menghindari mata uang berisiko seperti Sterling. Meskipun prospek fiskal Inggris mulai membaik seiring rencana anggaran baru, pasar menilai kebijakan tersebut belum cukup kuat untuk menahan pelemahan Pound. Dengan tingkat suku bunga AS yang masih lebih tinggi dibanding Inggris, diferensial imbal hasil tetap menjadi faktor utama yang membatasi ruang penguatan GBPUSD dalam waktu dekat. Support terdekat berada di 1.3300, dan resistance di 1.3350.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6510 dan menguat 0.11%. Dolar Australia menguat terhadap dolar AS karena didukung oleh kenaikan aktivitas sektor jasa dan manufaktur yang tercermin dari data PMI terbaru. Optimisme pasar meningkat setelah data menunjukkan bahwa sektor jasa Australia masih ekspansif, memperkuat pandangan bahwa perekonomian domestik tetap tangguh meskipun pasar tenaga kerja mulai melambat. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meningkatnya harga komoditas utama seperti emas dan bijih besi, yang menjadi penopang fundamental mata uang Australia. Harapan akan hasil positif dari pertemuan dagang AS–China turut memberikan dukungan tambahan bagi AUD sebagai mata uang berisiko tinggi. Namun, pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS yang bisa mempengaruhi arah kebijakan moneter global. Jika data tersebut menunjukkan tekanan harga yang melandai, peluang pemangkasan suku bunga The Fed akan meningkat dan memberikan ruang bagi mata uang berisiko seperti AUD untuk melanjutkan penguatannya. Dengan prospek fundamental yang relatif stabil dan dukungan dari faktor eksternal seperti rebound harga komoditas, AUDUSD berpotensi melanjutkan tren positif dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 0.6485, sedangkan resistance di 0.6530.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5749, naik 0.16%. Dolar Selandia Baru juga menunjukkan penguatan terhadap dolar AS di tengah meningkatnya optimisme pasar menjelang pertemuan tingkat tinggi antara AS dan China. Pelaku pasar menilai bahwa adanya peluang kesepakatan dagang baru antara kedua negara bisa memberikan dampak positif bagi ekonomi Selandia Baru yang sangat bergantung pada ekspor ke China. Selain itu, berlanjutnya penutupan sebagian pemerintahan AS menimbulkan kekhawatiran akan melambatnya ekonomi Amerika, yang pada akhirnya dapat melemahkan dolar AS secara fundamental. Meskipun tekanan eksternal masih membayangi, NZD tetap didukung oleh stabilnya kinerja perdagangan dan prospek harga komoditas global yang lebih baik. Sikap hati-hati investor terhadap arah kebijakan moneter The Fed juga turut mengurangi tekanan terhadap Kiwi. Selama sentimen risiko global terus membaik dan tidak ada kejutan negatif dari data inflasi AS, NZDUSD berpeluang mempertahankan momentum penguatan di kisaran jangka pendek hingga menengah. Support terdekat berada di 0.5720, dan resistance di 0.5775.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7948 dan naik 0.11%. Dolar AS juga menunjukkan penguatan terhadap franc Swiss setelah rilis risalah kebijakan Swiss National Bank (SNB) yang menunjukkan sikap netral terhadap prospek kebijakan moneter. SNB mempertahankan suku bunga acuannya di level 0% dan menepis ekspektasi bahwa mereka akan melonggarkan kebijakan lebih lanjut. Bank sentral Swiss menilai tekanan disinflasi di dalam negeri tidak bersifat permanen, dan kondisi ekonomi masih menunjukkan pertumbuhan moderat. Pernyataan ini sedikit menahan pelemahan franc, namun tidak cukup kuat untuk membalik arah pasar karena dolar AS tetap mendapatkan dukungan dari meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketegangan perdagangan global. Dari sisi eksternal, penguatan dolar AS juga didorong oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap hubungan dagang AS–China setelah Washington memberlakukan pembatasan ekspor perangkat lunak ke Beijing. Situasi ini memperkuat permintaan dolar AS sebagai aset defensif. Selain itu, pelaku pasar kini menantikan data inflasi AS (CPI) yang akan dirilis dalam waktu dekat untuk mencari petunjuk arah kebijakan The Fed menjelang pertemuan FOMC akhir Oktober, di mana pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin. Selama ketegangan perdagangan tetap tinggi dan SNB mempertahankan kebijakan moneter yang relatif longgar, USDCHF berpeluang melanjutkan tren penguatan dalam waktu dekat. Support terdekat berada di 0.7920, dan resistance di 0.7970.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3991, menguat tipis 0.02%. Dolar AS menguat terhadap dolar Kanada seiring meningkatnya permintaan terhadap Greenback menjelang rilis data inflasi AS. Pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati di tengah ketidakpastian akibat penutupan sebagian pemerintahan AS (shutdown) yang memperlambat publikasi data ekonomi penting seperti Nonfarm Payrolls (NFP). Kondisi tersebut menimbulkan ketegangan di pasar karena keterlambatan data membuat arah kebijakan The Fed menjadi sulit diprediksi. Di sisi lain, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang optimis akan mencapai sejumlah kesepakatan perdagangan dengan Presiden China, Xi Jinping, dalam pertemuan di sela-sela KTT APEC turut memperkuat ekspektasi positif terhadap prospek dolar AS. Dukungan tambahan datang dari kenaikan imbal hasil obligasi AS dan meningkatnya permintaan aset dolar sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian global. Sementara itu, dolar Kanada masih tertekan oleh pelemahan harga minyak mentah, yang merupakan komoditas ekspor utama Kanada. Harga West Texas Intermediate (WTI) kembali turun mendekati USD61 per barel setelah sempat naik dalam beberapa hari terakhir, seiring meningkatnya pasokan akibat sanksi baru AS terhadap perusahaan energi Rusia, Rosneft dan Lukoil. Ketergantungan Kanada terhadap ekspor energi membuat pergerakan dolar Kanada sangat sensitif terhadap fluktuasi harga minyak, dan hal ini mempersempit ruang penguatan bagi CAD. Dengan kombinasi faktor-faktor eksternal seperti penguatan dolar global, tekanan pada harga minyak, serta belum pulihnya kepercayaan pasar terhadap outlook ekonomi Kanada, pasangan USDCAD berpotensi mempertahankan tren penguatannya dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 1.3965, dan resistance di 1.4010.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
2:00am | USD | President Trump Speaks | - | - | - |
5:00am | AUD | Flash Manufacturing PMI | 49.7 | - | 51.4 |
5:00am | AUD | Flash Services PMI | 53.1 | - | 52.4 |
6:01am | GBP | GfK Consumer Confidence | -17 | -20 | -19 |
6:30am | JPY | National Core CPI y/y | 2.9% | 2.9% | 2.7% |
7:05am | AUD | RBA Gov Bullock Speaks | - | - | - |
7:30am | JPY | Flash Manufacturing PMI | 48.3 | 48.8 | 48.5 |
1:00pm | GBP | Retail Sales m/m | - | -0.4% | 0.5% |
Tentative | CNY | Foreign Direct Investment ytd/y | - | - | -12.7% |
2:00pm | EUR | Spanish Unemployment Rate | - | 10.1% | 10.3% |
2:15pm | EUR | French Flash Manufacturing PMI | - | 48.2 | 48.2 |
2:15pm | EUR | French Flash Services PMI | - | 48.7 | 48.5 |
2:30pm | EUR | German Flash Manufacturing PMI | - | 49.5 | 49.5 |
2:30pm | EUR | German Flash Services PMI | - | 51.1 | 51.5 |
3:00pm | EUR | Flash Manufacturing PMI | - | 49.8 | 49.8 |
3:00pm | EUR | Flash Services PMI | - | 51.2 | 51.3 |
3:30pm | GBP | Flash Manufacturing PMI | - | 46.6 | 46.2 |
3:30pm | GBP | Flash Services PMI | - | 51 | 50.8 |
7:30pm | CAD | NHPI m/m | - | 0.2% | -0.3% |
7:30pm | USD | Core CPI m/m | - | 0.3% | 0.3% |
7:30pm | USD | CPI m/m | - | 0.4% | 0.4% |
7:30pm | USD | CPI y/y | - | 3.1% | 2.9% |
7:45pm | EUR | German Buba President Nagel Speaks | - | - | - |
8:00pm | EUR | Belgian NBB Business Climate | - | -7.8 | -7.9 |
8:45pm | USD | Flash Manufacturing PMI | - | 51.9 | 52 |
8:45pm | USD | Flash Services PMI | - | 53.5 | 54.2 |
9:00pm | USD | Revised UoM Consumer Sentiment | - | 54.6 | 55 |
9:00pm | USD | Revised UoM Inflation Expectations | - | 4.6% | 4.6% |