Home
>
News
>
Publication
>
Penguatan USDJPY di Tengah Isyarat BoJ Tunda Tapering Obligasi
Penguatan USDJPY di Tengah Isyarat BoJ Tunda Tapering Obligasi
Tuesday, 03 June 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1439

0.13%

GBPUSD

1.3542

0.12%

AUDUSD

0.6477

0.34%

NZDUSD

0.6033

0.33%

USDJPY

142.65

0.42%

USDCHF

0.8183

-0.32%

USDCAD

1.3712

-0.07%

GOLDUD

3384.6

0.23%

USD/IDR

16250

0.38%

Fokus USDJPY:

  1. Kehati-hatian stimulus BoJ
  2. Ketegangan geopolitik global

Selasa, 03 Juni 2025 - Pasangan mata uang Yen naik ke zona 142.65. Mata uang USDJPY mengalami penurunan seiring tekanan terhadap Yen Jepang pasca komentar yang mengisyaratkan bahwa Bank of Japan (BoJ) akan berhati-hati dalam mengurangi stimulus moneternya. Pernyataan mantan anggota dewan BoJ, Makoto Sakurai, mengindikasikan bahwa bank sentral kemungkinan akan menunda tapering atau pengurangan pembelian obligasi pemerintah Jepang (JGB) mulai tahun fiskal depan. Hal ini diperkuat oleh hasil pertemuan BoJ dengan institusi keuangan pada Mei lalu, yang menunjukkan banyaknya permintaan agar pengurangan neraca dilakukan secara perlahan untuk menghindari lonjakan imbal hasil dan risiko terhadap kestabilan fiskal Jepang.

Namun, pelemahan Yen diperkirakan akan terbatas dalam jangka menengah karena ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh BoJ masih tetap tinggi. Gubernur BoJ Kazuo Ueda menegaskan bahwa kebijakan suku bunga akan disesuaikan apabila proyeksi inflasi dan pertumbuhan ekonomi berjalan sesuai rencana. Sementara itu, divergensi arah kebijakan antara BoJ dan The Fed menjadi perhatian pasar, di mana pelaku pasar memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga The Fed pada paruh kedua tahun ini. Data ekonomi AS seperti ISM Manufacturing PMI yang turun ke 48.5 menambah tekanan pada Dolar, meski secara teknikal USD/JPY masih berada dalam tren naik jangka pendek.

Secara geopolitik, eskalasi konflik antara Rusia-Ukraina dan ketegangan baru antara AS-China serta potensi tarif ganda dari Presiden Trump turut menjadi perhatian pasar global, namun belum cukup kuat untuk mengembalikan permintaan tinggi terhadap aset safe haven. Di tengah kondisi tersebut, perhatian pasar kini tertuju pada data JOLTs Job Openings AS serta pidato dari sejumlah pejabat The Fed termasuk Jerome Powell. Selain itu, laporan Nonfarm Payrolls (NFP) akhir pekan ini akan menjadi penentu besar arah Dolar AS, dan berpotensi menjadi katalis lanjutan bagi pasangan USDJPY di tengah dinamika sentimen risiko dan arah kebijakan moneter yang berbeda antara Fed dan BoJ.

Harga pada pasangan mata uang USDJPY naik. Support terdekatnya di area 142.00 dan resistance terdekatnya di zona 143.50. Support lanjutan di zona 143.00 dan dilanjutkan ke zona 142.70. Resistance lanjutan di zona 141.65 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 141.10.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1440. Kenaikan pada pasangan mata uang Euro didorong oleh pelemahan lanjutan pada Dolar AS (USD). Kinerja USD terus tertekan akibat meningkatnya tensi dagang antara AS dan China serta Uni Eropa. Presiden AS Donald Trump kembali mengguncang pasar dengan rencana menaikkan tarif impor baja dan aluminium menjadi 50%, serta menuduh China melanggar kesepakatan perdagangan sebelumnya. Sentimen pasar merespons negatif, mendorong investor menjauhi Greenback dan beralih ke Euro. Di sisi data, indeks ISM Manufacturing PMI AS turun ke 48.5 pada Mei dari 48.7, memperkuat kekhawatiran perlambatan ekonomi AS. Sementara itu, Gubernur The Fed Christopher Waller menyampaikan sinyal dovish dengan mengatakan bahwa pemangkasan suku bunga tetap memungkinkan tahun ini. Dari sisi Euro, penguatan didukung oleh rilis data PMI manufaktur zona euro yang stabil di 49.4, level tertinggi dalam hampir tiga tahun meski masih di bawah ambang ekspansi 50.0. Sinyal pemulihan bertahap ini memberi sentimen positif, namun dibayangi oleh data Jerman yang direvisi turun ke 48.3, menandakan ekonomi terbesar kawasan masih dalam fase lesu. Pelaku pasar kini menanti keputusan suku bunga ECB pada Kamis, di mana pemangkasan 25 basis poin telah sepenuhnya diperhitungkan pasar. Di waktu yang bersamaan, perhatian akan tertuju pula pada data inflasi zona euro dan konferensi pers Presiden ECB Christine Lagarde. Sementara itu, prospek EURUSD tetap positif selama tekanan fiskal dan kebijakan dagang AS terus menekan daya tarik Dolar AS. Support terdekatnya di zona 1.1400 dan resistance terdekatnya di zona 1.1475.

GBPUSD - Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3540. Kenaikan mata uang Poundsterling seiring berlanjutnya pelemahan Dolar AS (USD) akibat kekhawatiran pasar terhadap kebijakan perdagangan dan kondisi fiskal AS. Pernyataan Presiden Donald Trump pada Jumat lalu yang mengumumkan rencana untuk menggandakan tarif impor baja dan aluminium menjadi 50% telah memicu kekhawatiran investor bahwa kebijakan tersebut akan menekan aktivitas ekonomi dan memperburuk inflasi. Selain itu, tuduhan Trump terhadap China yang dianggap melanggar kesepakatan perdagangan mineral juga memperparah ketegangan dagang kedua negara. Respons keras dari Beijing makin menambah tekanan pada sentimen pasar, memicu gelombang “sell America” yang telah melemahkan Dolar dalam beberapa pekan terakhir. Pound Sterling memanfaatkan kondisi ini dengan mencatat penguatan stabil, terlebih menjelang dengar pendapat Laporan Kebijakan Moneter Bank of England (BoE) di hadapan parlemen Inggris hari Selasa. Meski data PMI Manufaktur Inggris untuk Mei masih menunjukkan kontraksi di angka 46.4, peningkatan dari bulan sebelumnya memberi sedikit kelegaan. BoE diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, mengingat risiko eksternal seperti kebijakan tarif AS yang berubah-ubah. Sementara itu, data inflasi PCE AS yang melambat pada Jumat lalu dan sikap dovish dari pejabat The Fed seperti Christopher Waller turut mendukung ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut tahun ini, menambah tekanan pada USD dan membuka ruang apresiasi lanjutan bagi GBPUSD. Support terdekatnya di area 1.3500 dan resistance terdekatnya di zona 1.3585.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6495. Mata uang Dolar Aussie menguat setelah sempat mengalami tekanan usai rilis risalah rapat kebijakan moneter RBA bulan Mei. Risalah tersebut menunjukkan bahwa bank sentral lebih condong mempertimbangkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps ke depan, sebagai langkah hati-hati dalam menghadapi ketidakpastian global, terutama dari arah kebijakan dagang AS. Di saat yang sama, data PMI manufaktur Caixin dari China mengalami kontraksi mengejutkan ke 48.3 dari sebelumnya 50.4, namun dampaknya pada Aussie relatif terbatas karena pelaku pasar masih mencerna kebijakan stimulus yang mungkin dikeluarkan Beijing. Sementara itu, tekanan terhadap Dolar AS tetap berlanjut seiring meningkatnya kekhawatiran atas prospek pertumbuhan ekonomi AS, yang dibayangi oleh konflik dagang dan tekanan fiskal. Pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait rencana kenaikan tarif impor baja dan aluminium menjadi 50%, ditambah pelemahan data manufaktur ISM ke 48.5, memperkuat ekspektasi perlambatan ekonomi dan membuka ruang pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Sentimen “Sell America” semakin mendominasi pasar, mendorong arus modal ke mata uang alternatif seperti AUD. Dengan pasar yang juga menanti pidato Ketua The Fed Jerome Powell dan data ketenagakerjaan AS akhir pekan ini, AUDUSD berpeluang mempertahankan tren penguatannya jika ketidakpastian dari sisi AS terus meningkat. Support terdekatnya di zona 0.6465 dan resistance terdekatnya di zona 0.6520.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.6033. Naiknya kinerja mata uang Kiwi terdorong oleh pelemahan Dolar AS (USD) yang terjadi akibat kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi dan ancaman inflasi di Amerika Serikat. Dari sisi Selandia Baru, komentar Asisten Gubernur RBNZ Karen Silk bahwa suku bunga saat ini telah berada dalam kisaran netral 2,5%–3,5% pasca pemangkasan 25 basis poin pekan lalu, memberikan panduan bahwa kebijakan moneter selanjutnya akan sangat bergantung pada data ekonomi. Meski data Terms of Trade Selandia Baru sedikit mengecewakan, penguatan harga ekspor yang signifikan dan masih kuatnya permintaan global menopang kinerja NZD. Di sisi lain, penurunan PMI manufaktur Caixin China ke 48.3 turut menjadi perhatian mengingat eratnya hubungan dagang antara China dan Selandia Baru. Namun, selama tekanan terhadap USD berlanjut akibat ketidakpastian fiskal dan geopolitik AS, pasangan NZDUSD diperkirakan tetap berada dalam tren menguat. Support terdekatnya di area 0.6010 dan resistance terdekatnya di zona 0.6060.

USDCAD - Mata uang Loonie turun ke zona 1.3715.Penurunan kinerja mata uang Loonie seiring Dolar AS (USD) berada di bawah tekanan akibat meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi AS dan ketidakpastian kebijakan tarif Presiden Donald Trump. Indeks Dolar AS (DXY) turun ke level terendah tujuh minggu, dipicu oleh rencana Trump untuk menggandakan tarif impor baja dan aluminium menjadi 50% yang mulai berlaku Rabu ini. Sentimen "sell America" kembali menguat di pasar global karena kombinasi ketegangan dagang, defisit fiskal, dan data ekonomi yang mengecewakan, termasuk penurunan PMI Manufaktur ISM AS ke 48.5 pada Mei. Sementara itu, Loonie mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak mentah pasca OPEC+ memutuskan mempertahankan rencana produksi sebesar 411.000 barel per hari untuk Juli. Sebagai pengekspor minyak utama ke AS, naiknya harga minyak memperkuat nilai tukar CAD. Fokus pasar berikutnya tertuju pada data ketenagakerjaan AS (NFP) Jumat ini dan keputusan suku bunga Bank of Canada (BoC) pada Rabu, di mana pasar mengantisipasi BoC akan menahan suku bunga di tengah tekanan inflasi yang masih terkendali. Support terdekatnya di zona 1.3690 dan resistance terdekatnya di zona 1.3750.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8160. Mata uang Swiss melemah seiring tekanan berlanjut pada Dolar AS (USD) akibat kekhawatiran atas prospek ekonomi AS dan ketidakpastian kebijakan tarif Presiden Donald Trump. Rencana penggandaan tarif impor baja dan aluminium mulai Rabu ini, serta eskalasi tensi perdagangan dengan Uni Eropa dan China, semakin mendorong arus keluar dari USD dan memperkuat permintaan terhadap aset safe haven seperti Franc Swiss (CHF). Di sisi fundamental, data ekonomi AS yang beragam—seperti penurunan indeks PCE ke 2.5%, pelemahan GDP kuartal I, dan kenaikan klaim pengangguran—memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Sementara itu, CHF mendapat dukungan tambahan dari data GDP Swiss yang menguat 0.5% QoQ dan 2.0% YoY pada Q1, melebihi ekspektasi pasar. Meski ada perlambatan pada penjualan ritel, pertumbuhan ekspor dan sektor manufaktur menopang outlook ekonomi Swiss. Ketika pasar menantikan data inflasi Swiss dan pidato Ketua The Fed Jerome Powell, divergensi arah kebijakan moneter antara Fed dan SNB bisa menjadi penentu arah pergerakan USDCHF dalam waktu dekat. Support terdekatnya di area 0.8150 dan resistance terdekatnya di zona 0.8210.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

5:45am

NZD

Overseas Trade Index q/q

1.9%

3.6%

3.2%

6:50am

JPY

Monetary Base y/y

-3.4%

-4.2%

-4.8%

8:30am

AUD

Monetary Policy Meeting Minutes

-

-

-

8:30am

AUD

Company Operating Profits q/q

-0.5%

1.2%

6.0%

8:30am

AUD

Current Account

-14.7B

-12.4B

-16.3B

8:45am

CNY

Caixin Manufacturing PMI

48.3

50.7

50.4

10:05am

AUD

RBA Assist Gov Hunter Speaks

-

-

-

10:35am

JPY

10-y Bond Auction

-

-

1.27|2.5

1:30pm

CHF

CPI m/m

-

0.1%

0.0%

1:45pm

EUR

French Gov Budget Balance

-

-

-47.0B

2:00pm

EUR

Spanish Unemployment Change

-

-68.5K

-67.4K

2:50pm

JPY

BOJ Gov Ueda Speaks

-

-

-

3:00pm

EUR

Italian Monthly Unemployment Rate

-

6.1%

6.0%

4:00pm

EUR

Core CPI Flash Estimate y/y

-

2.4%

2.7%

4:00pm

EUR

CPI Flash Estimate y/y

-

2.0%

2.2%

4:00pm

EUR

Unemployment Rate

-

6.2%

6.2%

4:15pm

GBP

Monetary Policy Report Hearings

-

-

-

9:00pm

USD

JOLTS Job Openings

-

7.11M

7.19M

9:00pm

USD

Factory Orders m/m

-

-3.10%

4.30%

Tentative

USD

RCM/TIPP Economic Optimism

-

49.1

47.9

All Day

USD

Wards Total Vehicle Sales

-

16.0M

17.3M

Tentative

NZD

GDT Price Index

-

-

-0.9%

11:15pm

CHF

Gov Board Member Tschudin Speaks

-

-

-

11:45pm

USD

FOMC Member Goolsbee Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788