Home
>
News
>
Publication
>
Penguatan Poundsterling Didukung oleh Retorika BoE dan Data AS yang Melemah
Penguatan Poundsterling Didukung oleh Retorika BoE dan Data AS yang Melemah
Friday, 08 August 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1655

0.21%

GBPUSD

1.3434

0.14%

AUDUSD

0.6511

0.26%

NZDUSD

0.5943

0.47%

USDJPY

147.10

-0.26%

USDCHF

0.8063

-0.11%

USDCAD

1.3749

-0.13%

GOLDUD

3400.4

0.27%

USD/IDR

16307

-0.13%

Fokus GBPUSD:

  1. Keputusan BoE
  2. Data Jobless Claims AS

Jumat, 08 Agustus 2025 - Poundsterling dibuka di 1.3434 dan naik 0.14% ke sekitar 1.3453. Sterling mengalami reli lima hari berturut-turut dan mencapai puncaknya di atas 1.3430, mencerminkan kombinasi dari melemahnya Dolar AS dan respons pasar terhadap keputusan Bank of England (BoE) yang memangkas suku bunga sebesar 25 bps. Namun, yang menjadi sorotan adalah hasil voting tipis 5-4 dalam MPC, yang menandakan ketidaksepakatan internal terkait arah kebijakan moneter ke depan. Pesan utama dari BoE adalah kehati-hatian terhadap inflasi yang masih tinggi, dengan Gubernur Bailey menyatakan bahwa kebijakan moneter tetap bersifat restriktif meskipun terjadi pemangkasan.

Pemangkasan suku bunga oleh BoE dianggap sebagai "hawkish cut", karena walaupun ada pelonggaran, komunikasi bank sentral menekankan bahwa inflasi masih menjadi perhatian utama. Angka inflasi Inggris naik ke 3,6% pada Juni dari 3,4% sebelumnya, jauh di atas target 2% BoE. Dengan kondisi ekonomi yang melemah dan pasar tenaga kerja yang mulai menunjukkan pelemahan, pasar menilai bahwa langkah BoE lebih bersifat preventif untuk menjaga pertumbuhan, namun belum cukup untuk menjamin pelonggaran lebih lanjut dalam waktu dekat. Hal ini justru memperkuat GBP karena investor menilai pemangkasan suku bunga tambahan tidak akan segera terjadi.

Di sisi lain, tekanan terhadap USD tetap ada setelah data jobless claims AS menunjukkan klaim berkelanjutan mencapai 1,97 juta, tertinggi sejak 2021, memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Namun, sentimen Dolar AS agak membaik di akhir sesi setelah muncul kabar bahwa Trump mempertimbangkan Christopher Waller sebagai pengganti Jerome Powell. Waller dikenal memiliki pandangan dovish, sehingga jika ditunjuk, kemungkinan pelonggaran moneter Fed akan semakin terbuka. Meskipun begitu, penguatan GBPUSD tetap dominan secara teknikal dan fundamental, dan pasangan ini masih mempertahankan posisinya di atas 1.34 dengan outlook jangka pendek yang bullish.

Harga pada pasangan mata uang GBPUSD naik. Support terdekat berada di 1.3400, dan resistance terdekat berada di 1.3480. Support lanjutan di zona 1.3370 dan dilanjutkan ke zona 1.3320. Resistance lanjutan di zona 1.3510 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3550.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro dibuka di 1.1655 dan mencatatkan kenaikan sebesar 0.21%, menyusul kabar bahwa Gubernur The Fed Christopher Waller menjadi kandidat kuat pilihan Trump untuk menggantikan Jerome Powell. Meskipun data ketenagakerjaan AS menunjukkan pelonggaran, dengan klaim pengangguran berkelanjutan mencapai level tertinggi sejak 2021, pelaku pasar justru lebih fokus pada dinamika politik dan arah kebijakan moneter ke depan. Spekulasi bahwa Waller yang cenderung dovish akan memimpin Fed mendorong pasar menilai kemungkinan besar suku bunga akan dipangkas pada September mendatang, dengan probabilitas hampir 95%. Namun, dari sisi Eropa, pelemahan EUR didorong oleh penurunan tajam pada produksi industri Jerman selama tiga bulan berturut-turut. Indeks produksi menyentuh level terendah sejak April 2010 (di luar anomali pandemi). Sementara itu, data ekspor yang stagnan dan surplus perdagangan yang menyusut semakin memperlemah prospek pertumbuhan ekonomi zona euro. Dengan inflasi yang tetap rendah dan risiko perlambatan industri, tekanan terhadap ECB untuk memangkas suku bunga tetap tinggi, menjadi faktor bearish tambahan bagi EURUSD dalam jangka menengah. Support terdekat berada di 1.1640, sementara resistance terdekat berada di 1.1705.

AUDUSD - Dolar Australia dibuka di 0.6511, menguat 0.26% ke kisaran 0.6528, setelah data neraca perdagangan Australia menunjukkan surplus yang jauh melebihi ekspektasi pasar. Pada Juni, surplus mencapai AUD 5,36 miliar, naik signifikan dari bulan sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan ekspor 6,0% dan penurunan impor sebesar 3,1%, mencerminkan arus modal asing yang positif dan peningkatan permintaan global, khususnya dari China. Dengan demikian, data ini mendukung penguatan AUD secara fundamental. Namun, prospek suku bunga domestik menjadi penyeimbang. Pasar telah memperkirakan peluang sebesar 92% bahwa RBA akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps dalam pertemuan pekan depan. Inflasi inti yang melambat ke 2,7% dan kenaikan pengangguran memperkuat alasan pelonggaran moneter. Walau demikian, AUD masih mendapat dukungan dari pelemahan USD, seiring ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada September yang telah mencapai probabilitas 93%. AUDUSD berpotensi tetap solid selama sentimen risiko global mendukung.  Support terdekat berada di 0.6490, dan resistance berada di 0.6550.

NZDUSD - Kiwi dibuka di 0.5943 dan melonjak 0.47% ke sekitar 0.5971. Dolar Selandia Baru menguat selama dua hari berturut-turut terhadap Dolar AS, ditopang oleh sentimen risiko yang membaik dan data perdagangan China yang menggembirakan, mengingat China merupakan mitra dagang utama Selandia Baru. Ekspor China meningkat 8,0% YoY pada Juli, mencerminkan permintaan global yang mulai pulih, sementara impor naik 4,8%, mengindikasikan pertumbuhan konsumsi domestik yang stabil. Hal ini memberikan sentimen positif bagi outlook ekspor Selandia Baru. Dari sisi domestik, data ekspektasi inflasi RBNZ menurun, dengan proyeksi inflasi dua tahun turun ke 2,28% pada Q3 dari 2,29% pada Q2. Data ini membuka ruang bagi pelonggaran moneter lanjutan setelah pertemuan RBNZ bulan Agustus. Bersamaan dengan pelemahan Dolar AS yang tertekan oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan September, NZDUSD menunjukkan potensi penguatan lanjutan dalam jangka pendek menuju level 0.60, selama data makro global tetap mendukung. Support terdekat berada di 0.5930, dan resistance berada di 0.6000.

USDJPY - Yen Jepang dibuka di 147.10, mengalami penurunan -0.26% ke kisaran 146.72. Aksi jual terhadap Dolar AS terjadi akibat berlanjutnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan September, didukung oleh data ketenagakerjaan yang lemah dan meningkatnya klaim pengangguran AS. Namun, pelemahan Yen tertahan karena investor global masih bersikap hati-hati terhadap arah kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ), khususnya setelah pemerintah Jepang memangkas proyeksi pertumbuhan PDB tahun 2025 menjadi 0,7% dari sebelumnya 1,2%. Penurunan ini disebabkan oleh kekhawatiran dampak tarif Trump terhadap ekspor Jepang dan ketidakpastian global. Rilis terbaru dari Summary of Opinions BoJ menunjukkan beragam pandangan internal, dengan beberapa anggota mendukung kenaikan suku bunga lanjutan bila inflasi tetap di atas target, namun sebagian lainnya meminta pendekatan hati-hati mengingat tingginya ketidakpastian kebijakan perdagangan dan arah ekonomi global. Sejumlah anggota juga menyoroti bahwa inflasi riil kini menjadi lebih penting daripada inflasi inti, mencerminkan fase baru komunikasi kebijakan BoJ. Walau inflasi Jepang telah melampaui target 2% selama lebih dari tiga tahun, penguatan Yen tetap terbatas karena pasar masih melihat BoJ terlalu lambat merespons tekanan harga. USDJPY masih tertahan di bawah 148.00 dan menunjukkan konsolidasi bearish, terutama bila sentimen risiko global memburuk dan safe haven Yen kembali diburu. Support terdekat ada di 146.40, dan resistance di 147.30.

USDCHF - Pasangan USDCHF dibuka di 0.8063 dan melemah -0.11% ke sekitar 0.8054. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya spekulasi pasar bahwa The Fed akan memulai siklus pelonggaran pada bulan September, diperkuat oleh lemahnya laporan NFP dan data ISM Services PMI yang lebih buruk dari perkiraan. Penurunan imbal hasil obligasi AS dan tekanan berkelanjutan terhadap indeks DXY (yang kini mendekati level terendah mingguan di bawah 98.00) menjadi faktor utama yang menekan USD secara luas. Pasar juga mencermati potensi perubahan arah kebijakan The Fed karena isu politik, di mana Presiden Trump dikabarkan akan segera menunjuk pengganti Ketua Fed Jerome Powell dengan kandidat yang cenderung dovish seperti Christopher Waller atau Kevin Warsh. Namun, penguatan Swiss Franc juga terbatas karena beberapa faktor fundamental. Salah satunya adalah ketegangan dagang baru antara AS dan Swiss, di mana ekspor Swiss dikenakan tarif tinggi hingga 39%, dan penolakan AS atas permintaan Presiden Swiss untuk penurunan tarif menjadi 10% memperburuk prospek perdagangan bilateral. Selain itu, kondisi risk-on di pasar global juga meredam permintaan terhadap aset safe haven seperti CHF. Maka dari itu, meskipun USDCHF berada dalam tekanan teknikal, tidak ada konfirmasi penurunan yang meyakinkan selama harga belum menembus support kritis di 0.8025. Untuk saat ini, pelaku pasar menantikan data klaim pengangguran mingguan AS dan pernyataan dari pejabat FOMC sebagai katalis berikutnya bagi arah USDCHF. Support terdekat berada di 0.8025, dan resistance berada di 0.8085.

USDCAD - Dolar AS terhadap Loonie dibuka di 1.3749, turun -0.13% ke area 1.3731. Dolar AS melemah terhadap Loonie karena meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada bulan September, menyusul data NFP AS yang sangat mengecewakan dan revisi turun tajam terhadap laporan bulan-bulan sebelumnya. Fed Fund Futures kini mencerminkan probabilitas 94% pemangkasan suku bunga 25 bps dalam pertemuan bulan depan, meningkat drastis dari hanya 48% pada minggu lalu. Selain itu, data klaim pengangguran mingguan AS yang dirilis Kamis lalu juga menambah tekanan terhadap USD, karena naik menjadi 226 ribu, melampaui ekspektasi pasar.

Meskipun Dolar Kanada mendapatkan dorongan dari melemahnya USD, potensi penguatan lebih lanjut tertahan oleh penurunan harga minyak mentah dunia akibat kekhawatiran pasokan OPEC+ dan permintaan global yang melambat. Kanada sebagai eksportir minyak utama sangat sensitif terhadap fluktuasi harga energi, sehingga pergerakan harga minyak akan menjadi penentu tambahan bagi arah USD/CAD. Pasar juga menanti rilis data ketenagakerjaan Kanada dan indeks Ivey PMI sebagai petunjuk arah kebijakan moneter Bank of Canada (BoC). Jika data menunjukkan pelonggaran kondisi pasar tenaga kerja, BoC mungkin kembali membuka ruang pelonggaran, yang pada akhirnya dapat membatasi apresiasi CAD dan membuat pasangan ini kembali ke jalur konsolidatif. Support terdekat di 1.3700, dan resistance di 1.3765.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:01am

USD

30-y Bond Auction

4.81|2.3

-

4.89|2.4

2:00am

USD

Consumer Credit m/m

7.4B

7.4B

5.1B

3:00am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

6:30am

JPY

Household Spending y/y

1.3%

2.8%

4.7%

6:50am

JPY

Bank Lending y/y

3.2%

2.7%

2.7%

6:50am

JPY

BOJ Summary of Opinions

-

-

-

6:50am

JPY

Current Account

2.40T

2.76T

2.82T

12:00pm

JPY

Economy Watchers Sentiment

-

45.5

45

2:00pm

CHF

SECO Consumer Climate

-

-30

-32

6:15pm

GBP

MPC Member Pill Speaks

-

-

-

7:30pm

CAD

Employment Change

-

15.3K

83.1K

7:30pm

CAD

Unemployment Rate

-

7.0%

6.9%

9:20pm

USD

FOMC Member Musalem Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788