| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0271 | -0.27% |
GBPUSD | 1.2251 | -0.43% |
AUDUSD | 0.6176 | 0.29% |
NZDUSD | 0.5595 | -0.34% |
USDJPY | 157.19 | 0.41% |
USDCHF | 0.9155 | 0.33% |
USDCAD | 1.4346 | 0.26% |
GOLDUD | 2670.2 | -0.39% |
USD/IDR | 16236 | 0.24% |
Fokus AUDUSD:
Selasa, 14 Januari 2025 - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6170. Dolar Australia (AUD) melanjutkan penguatannya terhadap Dolar AS (USD) untuk hari kedua berturut-turut, rebound dari level terendah sejak April 2020. Penguatan AUDUSD ini didukung oleh kenaikan harga komoditas serta reli di pasar saham Australia, dengan indeks S&P/ASX 200 naik 0,2%, mematahkan tren penurunan selama tiga hari sebelumnya. Saham sektor tambang dan energi memimpin pemulihan, sementara data kepercayaan konsumen menunjukkan penurunan indeks Westpac sebesar 0,7% ke 92,1 poin, mengindikasikan pesimisme yang berlanjut di kalangan konsumen Australia. Namun, ekspektasi pasar atas kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) bulan depan sebesar 75% tetap membayangi pergerakan AUD.
Disisi USD, Dolar AS mempertahankan dominasinya, dengan Indeks Dolar (DXY) diperdagangkan mendekati 109,60, level tertinggi sejak November 2022. Data tenaga kerja AS yang kuat, termasuk kenaikan Nonfarm Payrolls (NFP) sebesar 256 ribu pada Desember, jauh melampaui ekspektasi pasar, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga saat ini. Sementara itu, laporan Bloomberg menyebutkan bahwa tim ekonomi Presiden AS terpilih Donald Trump sedang mempertimbangkan program kenaikan tarif impor secara bertahap. Langkah ini bertujuan mencegah lonjakan inflasi secara mendadak dan memicu penurunan moderat pada imbal hasil obligasi Treasury AS. Hal ini memberikan tekanan pada USD, yang sebelumnya mencatatkan level tertinggi dua tahun.
Dari katalis tambahan, stimulus ekonomi terbaru dari China memberikan dukungan tambahan bagi AUD, mengingat eratnya hubungan dagang antara kedua negara. Komite Valuta Asing China (CFXC) berjanji untuk mendukung Yuan, sementara Bank Sentral China (PBOC) menaikkan parameter penyesuaian makro untuk pembiayaan lintas batas menjadi 1,75. Gubernur PBOC, Pan Gongsheng, juga menggarisbawahi pentingnya kebijakan moneter yang mendukung likuiditas serta peningkatan defisit fiskal. Meski demikian, risiko perlambatan ekonomi China dan potensi tarif dagang dari AS tetap menjadi tantangan. Pasar global kini menanti dampak kebijakan ini terhadap perdagangan komoditas, terutama bijih besi, yang menjadi salah satu ekspor utama Australia ke China.
Harga pada pasangan mata uang AUDUSD naik. Support terdekatnya di zona 0.6140 dan resistance terdekatnya di zona 0.6200. Support lanjutan di zona 0.6100 dan dilanjutkan ke zona 0.6060. Resistance lanjutan di zona 0.6250 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6290.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0240. Mata uang Euro mendapatkan katalis negatif dari katalis penguatan mata uang USD. Penguatan Dolar AS didorong oleh data tenaga kerja Desember yang lebih baik dari perkiraan, dimana pertumbuhan pekerjaan meningkat signifikan dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,1%. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Januari. Setelah rilis data ini, probabilitas hanya satu kali pemangkasan suku bunga tahun ini naik menjadi 68,5%, menurut alat CME FedWatch. Di sisi lain, Euro tertekan oleh ekspektasi kebijakan dovish dari Bank Sentral Eropa (ECB). Investor memperkirakan ECB akan melakukan empat kali pemangkasan suku bunga pada setiap pertemuan hingga musim panas. Pernyataan dari pembuat kebijakan ECB, François Villeroy, mengindikasikan bahwa meskipun ada sedikit kenaikan tekanan harga pada Desember, ECB akan terus bergerak menuju suku bunga netral tanpa memperlambat laju pelonggaran hingga musim panas. Prospek ini membebani Euro terhadap Dolar AS, memperbesar jarak antara kebijakan moneter kedua wilayah. Support terdekatnya di zona 1.0170 dan resistance terdekatnya di zona 1.0290.
GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2240. Penurunan kinerja mata uang Inggris disebabkan oleh kekhawatiran akan stagflasi di Inggris dan kondisi fiskal yang rentan menjadi faktor utama pelemahan Poundsterling (GBP). Selain itu, sentimen bullish terhadap Dolar AS, yang didukung oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga, semakin memperburuk prospek GBPUSD. Awal pekan yang tenang diwarnai dengan antisipasi rilis data inflasi dari AS dan Inggris yang akan menjadi fokus utama pasar. Inflasi Indeks Harga Produsen (PPI) AS untuk Desember diperkirakan meningkat menjadi 3,7% secara tahunan dari 3,4%, sementara Indeks Harga Konsumen (CPI) Inggris yang akan dirilis pada Rabu diproyeksikan naik menjadi 0,4% dari 0,1% bulan sebelumnya. Bank of England (BoE) menghadapi dilema antara mempertahankan suku bunga tinggi untuk melawan inflasi atau menurunkan suku bunga demi menopang perekonomian yang melemah. Support terdekatnya di area 1.2090 dan resistance terdekatnya di zona 1.2300.
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5570. Kinerja mata uang Kiwi didukung oleh data ekspor China menunjukkan pertumbuhan yang lebih cepat dari perkiraan, meningkat 10,7% secara tahunan pada Desember. Surplus perdagangan China juga naik menjadi $104,84 miliar pada Desember dari $97,44 miliar pada November. Pemulihan ekonomi China berpotensi mendukung Dolar Selandia Baru (NZD), mengingat hubungan dagang yang erat antara kedua negara. Namun, ketidakpastian politik dapat membayangi sentimen. Presiden AS terpilih, Donald Trump, akan kembali menjabat pada 20 Januari. Hal ini memicu kekhawatiran akan kemungkinan perang dagang baru antara AS dan China, yang dapat memberikan tekanan pada Kiwi sebagai mata uang proksi China. Pasar tetap berhati-hati sembari menanti data-data utama pekan ini untuk menentukan arah kebijakan moneter dan dinamika perdagangan global. Support terdekatnya di area 0.5540 dan resistance terdekatnya di zona 0.5610.
USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 157.40. Kenaikan pasangan mata uang ini terjadi di tengah ketidakpastian mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya oleh Bank of Japan (BoJ) menjadi faktor utama yang menekan JPY. Wakil Gubernur BoJ, Ryozo Himino, mengatakan pada hari Selasa bahwa meskipun arah kebijakan menunjukkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut, bank sentral tetap berhati-hati mengamati risiko domestik dan global. Beberapa investor memperkirakan BoJ mungkin menunggu hingga April untuk memastikan momentum kenaikan upah berlanjut hingga negosiasi musim semi sebelum menaikkan suku bunga kembali. Yen Jepang kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan hingga ada kejelasan lebih lanjut mengenai kebijakan BoJ serta perkembangan ekonomi global, terutama terkait kebijakan moneter AS. Support terdekatnya di area 157.00 dan resistance terdekatnya di zona 158.15.
USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4380. Kinerja mata uang ini didukung oleh penguatan pada mata uang USD. Namun, hal ini terjadi di tengah tekanan kebijakan pemangkasan suku bunga oleh Bank of Canada (BoC). Pemangkasan suku bunga BoC secara agresif, yang telah turun dari 5,0% menjadi 3,25% sepanjang 2024, memperbesar selisih suku bunga CAD dengan USD. Dengan prospek lebih banyak pemangkasan pada 2025, meskipun pada laju yang lebih lambat, CAD tetap berada di bawah tekanan, sementara Federal Reserve (Fed) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga stabil untuk saat ini. Support terdekatnya di zona 1.4320 dan resistance terdekatnya di zona 1.4410.
USDCHF- Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.9160. Penguatan kinerja mata uang ini didukung oleh penguatan Dolar AS (USD) yang berlanjut. Data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan memperkuat sikap hati-hati Federal Reserve (Fed) dan ekspektasi bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 4,25%-4,50% pada pertemuan Januari. Pasar keuangan, melalui CME FedWatch Tool, menunjukkan keyakinan bahwa Fed akan menghentikan siklus pemotongan suku bunganya setelah memangkas total 100 basis poin sejak September 2024. Fokus kini beralih ke data Producer Price Index (PPI) AS untuk Desember yang akan dirilis Selasa ini sebagai katalis lebih lanjut. Di sisi Swiss, ketidakpastian ekonomi yang terkait dengan kebijakan pemerintahan Presiden terpilih Donald Trump, serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah, memberikan dukungan pada aliran dana safe-haven ke Franc Swiss (CHF). Ketegangan terus meningkat dengan serangan Israel di berbagai wilayah Gaza, termasuk Gaza City, Nuseirat, dan Bureij, serta dua serangan yang dilaporkan di Lembah Houmin, Lebanon Selatan. Support terdekatnya di area 0.9130 dan resistance terdekatnya di zona 0.9190.
DATA EKONOMI HARIAN
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
6:30am | AUD | Westpac Consumer Sentiment | -0.7% | - | -2.0% |
6:50am | JPY | Bank Lending y/y | 3.1% | 3.1% | 2.9% |
6:50am | JPY | Current Account | 3.03T | 2.59T | 2.41T |
12:00pm | JPY | Economy Watchers Sentiment | - | 49.4 | 49.4 |
2:45pm | EUR | French Gov Budget Balance | - | - | -157.4B |
3:30pm | GBP | MPC Member Breeden Speaks | - | - | - |
4:00pm | EUR | Italian Industrial Production m/m | - | 0.0% | 0.0% |
6:00pm | USD | NFIB Small Business Index | - | 101.3 | 101.7 |
Tentative | CNY | New Loans | - | 890B | 580B |
Tentative | CNY | M2 Money Supply y/y | - | 7.3% | 7.1% |
8:30pm | USD | Core PPI m/m | - | 0.2% | 0.2% |
8:30pm | USD | PPI m/m | - | 0.004 | 0.4% |
10:00pm | USD | FOMC Member Schmid Speaks | - | - | - |
Tentative | USD | RCM/TIPP Economic Optimism | - | 55.1 | 54.0 |