| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1683 | 0.13% |
GBPUSD | 1.3488 | 0.23% |
AUDUSD | 0.6534 | 0.21% |
NZDUSD | 0.5885 | 0.36% |
USDJPY | 147.04 | -0.07% |
USDCHF | 0.8011 | -0.09% |
USDCAD | 1.3744 | -0.12% |
GOLDUD | 3445.4 | 0.46% |
USD/IDR | 16456 | 0.00% |
Fokus AUDUSD:
Senin, 01 September 2025 – Dolar Australia dibuka di 0.6534 dengan kenaikan 0.21%. AUDUSD memperpanjang penguatannya pada awal pekan ini, didorong oleh tekanan jual terhadap Dolar AS setelah meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada pertemuan September mendatang. Beberapa pejabat Federal Reserve seperti Christopher Waller dan Mary Daly menyampaikan pandangan dovish dengan menekankan bahwa pelemahan pasar tenaga kerja semakin nyata, sementara inflasi yang muncul akibat kebijakan tarif diperkirakan hanya bersifat sementara. Data Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index yang menjadi acuan Fed menunjukkan kenaikan tahunan sebesar 2,6%, sesuai perkiraan, dengan inflasi inti di level 2,9% YoY. Meskipun inflasi tetap berada di atas target 2%, pasar menilai kondisi ketenagakerjaan yang melemah akan menjadi alasan utama The Fed untuk memangkas suku bunga. Ditambah lagi, pernyataan Powell di Jackson Hole yang menekankan adanya risiko bagi pasar tenaga kerja memperkuat asumsi pasar bahwa arah kebijakan moneter AS ke depan akan lebih longgar. Sentimen dovish ini mendorong penurunan Dolar AS secara luas dan menjadi katalis utama penguatan Aussie.
Dari sisi domestik, data ekonomi Australia memberikan sinyal campuran, namun masih mendukung AUD untuk mempertahankan tren positif. Inflasi bulanan Juli mencatat kenaikan 2,8% YoY, melampaui ekspektasi 2,3% dan jauh lebih tinggi dari kenaikan sebelumnya di 1,9%. Data ini memperkecil kemungkinan Reserve Bank of Australia (RBA) melakukan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, karena tekanan harga masih cukup kuat. Namun demikian, indikator lain menunjukkan adanya pelemahan di sektor properti dengan Building Permits anjlok 8,2% MoM, lebih buruk dibandingkan ekspektasi penurunan 4,8%. Di sisi lain, kredit sektor swasta mencatat pertumbuhan 0,7% MoM, laju tercepat sejak April, dan belanja modal swasta tumbuh tipis 0,2% pada kuartal kedua. Meski tidak terlalu kuat, data ini menunjukkan masih adanya stabilitas di sektor keuangan dan investasi domestik. Dengan kombinasi ini, AUD tetap mendapat dukungan fundamental meskipun terdapat risiko moderat dari sektor perumahan.
Selain faktor internal, dinamika ekonomi China menjadi variabel penting yang turut menopang penguatan AUDUSD. Sebagai mitra dagang terbesar Australia, arah ekonomi China sangat memengaruhi permintaan komoditas Australia. Data terbaru menunjukkan Caixin Manufacturing PMI naik signifikan ke 50,5 pada Agustus, menandakan kembalinya ekspansi setelah bulan sebelumnya di level 49,5. Sementara itu, PMI manufaktur resmi NBS masih berada di bawah 50 di angka 49,4, mencerminkan kontraksi selama lima bulan berturut-turut. Namun, sektor jasa menunjukkan ketahanan dengan Non-Manufacturing PMI stabil di 50,3, memberi sinyal bahwa sebagian aktivitas ekonomi tetap bertahan meski ada tekanan dari properti dan cuaca ekstrem. Optimisme terhadap potensi stimulus tambahan dari pemerintah China juga menambah sentimen positif bagi Aussie. Kombinasi melemahnya Dolar AS, ekspektasi RBA yang lebih hawkish, serta prospek ekonomi China yang membaik memberi ruang lebih luas bagi AUDUSD untuk memperpanjang reli dan berpotensi menguji level resistensi berikutnya dalam waktu dekat.
Harga pada pasangan mata uang AUDUSD menguat. Support terdekat berada di 0.6510, dan resistance berada di 0.6560. Support lanjutan di zona 0.6510 dan dilanjutkan ke zona 0.6480. Resistance lanjutan di zona 0.6595 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6730.
EURUSD - Pasangan Euro dibuka di 1.1683 dan menguat 0.13%. Kinerja mata uang EURUSD melanjutkan penguatan didorong oleh melemahnya Dolar AS akibat meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada pertemuan September. Pasar menilai probabilitas pemangkasan suku bunga mencapai lebih dari 85%, diperkuat oleh komentar dovish sejumlah pejabat Fed seperti Mary Daly dan Christopher Waller yang menekankan perlunya ruang pelonggaran untuk mengantisipasi pelemahan pasar tenaga kerja. Meskipun data inflasi inti PCE AS bulan Juli naik ke 2,9% YoY, pasar tetap melihat inflasi ini sebagian besar berasal dari efek tarif impor yang bersifat sementara, bukan tekanan permintaan domestik yang kuat. Hal ini membuat investor lebih fokus pada risiko melemahnya ketenagakerjaan dan pertumbuhan, dibandingkan pada inflasi semata. Dari sisi Eropa, meskipun terdapat ketidakpastian politik di Prancis serta pelemahan indikator kepercayaan konsumen Jerman, pernyataan anggota dewan ECB Olli Rehn bahwa kebijakan harus “fleksibel” memberi sinyal bank sentral tetap siap menyesuaikan langkah bila risiko inflasi dan pertumbuhan makin membesar. Selain itu, perbaikan terbatas dalam survei IFO Jerman serta prospek perbaikan hubungan dagang AS-Uni Eropa memberi sedikit dukungan bagi Euro. Dengan latar belakang fundamental ini, penguatan EURUSD lebih banyak ditopang oleh melemahnya Dolar AS ketimbang kekuatan domestik Eropa. Selama isu independensi Fed dan tekanan politik AS terus menjadi sorotan, ruang penguatan Euro terhadap Dolar tetap terbuka. Support terdekat berada di 1.1660, sementara resistance berada di 1.1710.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3488 dan naik 0.23%. Pound Sterling bertahan di atas level psikologis didukung oleh perbedaan kebijakan moneter antara Bank of England (BoE) dan Federal Reserve. BoE masih menunjukkan sikap lebih hati-hati dalam mempertahankan suku bunga ketimbang memangkas, meskipun inflasi Inggris sudah melandai. Hal ini menciptakan divergensi dengan The Fed yang hampir pasti memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Investor menilai langkah BoE yang lebih hawkish relatif terhadap Fed menjadi faktor utama yang menopang Pound. Selain itu, meskipun muncul wacana windfall tax oleh Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves, pasar tidak melihat hal itu mengganggu arah kebijakan moneter BoE sehingga Sterling tetap stabil. Sementara itu, Dolar AS terus kehilangan momentum akibat drama politik di Washington. Upaya Presiden Trump untuk memberhentikan Gubernur The Fed Lisa Cook menimbulkan kekhawatiran serius mengenai independensi bank sentral. Ditambah dengan komentar dovish pejabat Fed lainnya, seperti John Williams dan Waller, pasar semakin yakin bahwa The Fed akan memangkas suku bunga secara agresif dalam beberapa bulan ke depan untuk mencegah pelemahan tenaga kerja yang lebih dalam. Kondisi ini membuat USD berada di posisi defensif dan memberi peluang bagi GBPUSD untuk melanjutkan tren kenaikan, terutama bila data ketenagakerjaan AS pekan ini kembali menunjukkan pelemahan. Support terdekat berada di 1.3460, sedangkan resistance berada di 1.3520.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5885 dan menguat 0.36%. Kiwi Dollar juga melanjutkan penguatan didorong oleh kombinasi ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed dan meningkatnya sentimen risiko global. Menurut CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga Fed di September mencapai 85%, dengan ekspektasi tambahan pemangkasan lagi dalam 3-6 bulan berikutnya. Komentar dovish dari Waller yang menekankan risiko pelemahan tenaga kerja menambah keyakinan pasar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga lebih agresif. Sementara itu, menjelang rilis data inflasi PCE AS, Dolar AS bergerak hati-hati, sehingga memberi ruang bagi NZDUSD untuk mempertahankan momentum penguatannya. Dari dalam negeri, data ANZ Business Confidence Selandia Baru menunjukkan perbaikan signifikan ke 49,7 pada Agustus dari 47,8 sebelumnya. Hal ini didukung oleh ekspektasi inflasi yang lebih rendah serta respons positif pasar terhadap langkah Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) yang memangkas OCR sebesar 25 bps ke 3,0% sesuai ekspektasi. RBNZ juga mengirim sinyal dovish bahwa pelonggaran moneter bisa berlanjut jika prospek pertumbuhan memburuk. Namun, bagi NZD justru ini memberikan dorongan positif karena pasar menilai kebijakan moneter RBNZ kini lebih proaktif dibandingkan menunggu kondisi memburuk. Dengan dukungan eksternal dari lemahnya USD serta fundamental domestik yang membaik, NZDUSD berpeluang tetap bullish dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 0.5860, dan resistance berada di 0.5910.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 147.04 dan melemah -0.07%. Pasangan mata uang USDJPY terus melemah setelah sebelumnya mencapai level tertinggi 150.92 pada akhir Juli. Tekanan terhadap Dolar AS datang dari meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September, menyusul data inflasi PCE yang stabil namun masih di atas target 2%. Di sisi lain, Yen Jepang mendapatkan dukungan fundamental dari data inflasi Tokyo dan indeks kepercayaan konsumen Agustus yang meningkat, sehingga memperkuat spekulasi bahwa Bank of Japan (BoJ) dapat melanjutkan jalur normalisasi kebijakan dengan potensi kenaikan suku bunga tambahan pada Oktober mendatang. Sentimen ini membuat investor mulai berhati-hati menambah posisi jual pada Yen, karena potensi pelemahan Dolar AS masih membayangi. Namun, gambaran jangka pendek tetap berimbang. Inflasi Tokyo memang sedikit melambat ke 2.5% dari 2.9% sebelumnya, sehingga menimbulkan keraguan apakah BoJ akan agresif menaikkan suku bunga. Sementara itu, fokus investor kini tertuju pada data ketenagakerjaan AS (NFP) yang diperkirakan melemah, dengan perkiraan hanya 78 ribu pekerjaan baru dan tingkat pengangguran naik ke 4.3%. Jika data ini keluar lebih lemah dari ekspektasi, maka pelemahan USDJPY berpotensi berlanjut menuju area support 146.40 hingga 145.50 dalam waktu dekat. Support terdekat ada di 146.70, dan resistance di 147.40.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8011 dan turun -0.09%. Data inflasi PCE inti AS memang sesuai ekspektasi, naik 0.3% bulanan dan 2.9% tahunan, namun pasar lebih fokus pada tingginya probabilitas pemangkasan suku bunga Fed bulan September yang sudah mendekati 90%. Penurunan yield obligasi AS tenor pendek semakin menekan daya tarik Greenback, sementara ketidakpastian politik terkait upaya intervensi Presiden terhadap independensi Fed memperburuk sentimen. Dalam kondisi ini, Franc Swiss terus mendapatkan aliran safe haven dari investor yang menghindari risiko. Dari sisi domestik, ekonomi Swiss hanya tumbuh 0.1% pada kuartal kedua, melambat dari 0.4% pada kuartal sebelumnya. Hal ini memberi ruang bagi SNB untuk tetap mempertahankan kebijakan moneter longgar. Namun, faktor eksternal lebih dominan karena gejolak politik AS dan ketegangan global meningkatkan permintaan aset aman. Selama Dolar AS berada di bawah tekanan fundamental, USDCHF berpotensi terus bergerak di bawah 0.8025 dengan bias bearish, apalagi bila NFP AS nanti menambah bukti pelemahan ekonomi. Support terdekat berada di 0.7980, sedangkan resistance berada di 0.8040.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3744 dengan pelemahan -0.12%. Sentimen terhadap Dolar AS tetap rapuh karena pasar semakin memperhitungkan potensi pemangkasan suku bunga Fed, diperkuat oleh data PCE Juli yang tidak menunjukkan percepatan inflasi signifikan. Kekhawatiran terkait independensi The Fed juga menekan Greenback setelah muncul pernyataan politik yang menyinggung pengaruh pemerintah dalam keputusan moneter. Hal ini membuat CAD memiliki ruang penguatan tambahan, terutama bila data domestik Kanada memberikan hasil yang lebih baik dari perkiraan. Di sisi lain, rilis PDB Kanada menjadi fokus pasar. Pertumbuhan ekonomi Juni diperkirakan stagnan setelah kontraksi pada Mei, dan secara kuartalan diproyeksikan menyusut -0.6%, jauh lebih rendah dari ekspansi 2.2% pada kuartal sebelumnya. Jika data lemah, pasar akan semakin yakin BoC akan memangkas suku bunga ke 2.50% pada akhir tahun. Namun, kenaikan harga minyak mentah sebagai komoditas utama Kanada menjadi penopang CAD, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang mengganggu pasokan energi global. Kombinasi ekspektasi pemangkasan Fed dan rebound harga minyak memberi peluang USDCAD melanjutkan tren penurunan. Support terdekat berada di 1.3710, dan resistance berada di 1.3770.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
8:30am | AUD | Building Approvals m/m | -8.2% | -4.8% | 12.2% |
8:30am | AUD | Company Operating Profits q/q | -2.4% | 1.0% | -0.5% |
8:45am | CNY | RatingDog Manufacturing PMI | - | 49.7 | 49.5 |
12:30pm | CHF | Retail Sales y/y | - | 3.6% | 3.8% |
1:00pm | GBP | Nationwide HPI m/m | - | 0.1% | 0.6% |
1:30pm | AUD | Commodity Prices y/y | - | - | -9.0% |
2:15pm | EUR | Spanish Manufacturing PMI | - | 52.1 | 51.9 |
2:30pm | CHF | Manufacturing PMI | - | 46.9 | 48.8 |
2:45pm | EUR | Italian Manufacturing PMI | - | 49.8 | 49.8 |
2:50pm | EUR | French Final Manufacturing PMI | - | 49.9 | 49.9 |
2:55pm | EUR | German Final Manufacturing PMI | - | 49.9 | 49.9 |
3:00pm | EUR | Final Manufacturing PMI | - | 50.5 | 50.5 |
3:00pm | EUR | Italian Monthly Unemployment Rate | - | 6.2% | 6.3% |
3:30pm | GBP | Final Manufacturing PMI | - | 47.3 | 47.3 |
3:30pm | GBP | M4 Money Supply m/m | - | 0.2% | 0.3% |
3:30pm | GBP | Mortgage Approvals | - | 64K | 64K |
3:30pm | GBP | Net Lending to Individuals m/m | - | 4.9B | 6.8B |
4:00pm | EUR | Unemployment Rate | - | 6.2% | 6.2% |
All Day | CAD | Bank Holiday | - | - | - |
All Day | USD | Bank Holiday | - | - | - |