| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1570 | 0.11% |
GBPUSD | 1.3164 | 0.17% |
AUDUSD | 0.6466 | 0.45% |
NZDUSD | 0.5619 | 1.12% |
USDJPY | 156.03 | -0.14% |
USDCHF | 0.8081 | -0.25% |
USDCAD | 1.4098 | -0.13% |
GOLDUD | 4134.49 | 0.45% |
USD/IDR | 16,665 | 0.23% |
Fokus NZD/USD
Rabu, 26 November 2025 – Kiwi dibuka di 0.5610 dan naik 0.20%. NZD/USD menguat menuju area 0.5665 setelah keputusan RBNZ menurunkan Official Cash Rate (OCR) sebesar 25 bps ke 2.25%. Meski pemotongan suku bunga biasanya bersifat dovish, reaksi awal pasar justru menunjukkan penguatan Kiwi karena langkah ini sudah sepenuhnya diantisipasi dan dianggap sebagai penyesuaian terukur dalam menghadapi perlambatan ekonomi. RBNZ menyoroti pelemahan sektor perumahan, melambatnya pertumbuhan tenaga kerja, serta menurunnya momentum ekonomi domestik, sehingga pemangkasan ketiga secara beruntun ini dipandang sebagai bagian dari strategi stabilisasi, bukan sinyal pelonggaran agresif. Pelaku pasar kini menunggu konferensi pers pukul 2.00 GMT untuk mendapatkan detail mengenai arah kebijakan selanjutnya.
Di sisi eksternal, NZD mendapat dukungan tambahan dari pelemahan dolar AS setelah serangkaian data ekonomi yang lebih lembut. Retail Sales AS hanya naik 0.2%, di bawah ekspektasi, sementara data ADP menunjukkan penurunan rata-rata 13.500 pekerjaan dalam empat minggu terakhir. Kombinasi ini memperkuat narasi bahwa ekonomi AS memasuki fase pelemahan lebih nyata, sehingga peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed meningkat menjadi hampir 85% untuk pertemuan Desember. Ekspektasi ini menekan imbal hasil obligasi AS dan membuat USD berada dalam tekanan, membuka ruang bagi NZD/USD untuk bergerak naik lebih jauh.
Meski demikian, penguatan NZD tetap dibayangi oleh risiko eksternal dari rilis data ekonomi AS yang akan diterbitkan malam ini, termasuk Durable Goods Orders, Chicago PMI, Jobless Claims, dan Fed Beige Book. Jika data tersebut menunjukkan hasil jauh lebih kuat dari perkiraan, maka USD berpotensi mendapatkan dorongan balik yang dapat menahan kenaikan NZD/USD. Namun untuk sementara, sentimen pasar tetap berpihak pada Kiwi karena pergeseran arah kebijakan Fed yang semakin dovish dan kepastian kebijakan dari RBNZ yang menurunkan tingkat ketidakpastian jangka pendek. Hasil rapat RBNZ dan tekanan berkelanjutan pada dolar AS menjadikan NZD/USD tetap mempertahankan bias bullish dalam sesi Asia.
Secara teknikal kinerja mata uang NZD/USD menguat. Support terdekat berada di 0.5585, sementara resistance berada di 0.5630. Support selanjutnya berada pada level 0.5540 dan dilanjutkan ke level 0.5505. Sedangkan resistance lanjutan di area 0.5670 hingga 0.5695.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1520 dan menguat 0.08%. EUR/USD terus menguat didorong oleh pelemahan USD setelah rangkaian data ekonomi AS yang lebih lembut mulai dari PPI inti yang turun ke 2.6%, Retail Sales yang meleset ekspektasi, hingga merosotnya Consumer Confidence. Kombinasi data tersebut memperkuat pricing pasar bahwa The Fed semakin dekat pada pemangkasan suku bunga Desember, dengan probabilitas kini di atas 84%. Pelemahan DXY dari level enam bulan membuka ruang bagi euro untuk melanjutkan rebound menuju area 1.1580, apalagi inflasi produsen AS menunjukkan stabilisasi, bukan percepatan. Di sisi lain, euro juga mendapatkan dukungan fundamental dari outlook kebijakan ECB yang cenderung mempertahankan suku bunga stabil lebih lama, bahkan hingga 2026. Komentar Presiden Bundesbank Joachim Nagel tentang pengawasan ketat terhadap kenaikan harga jasa semakin menegaskan bahwa ECB belum melihat urgensi pelonggaran. Sentimen ini menjadi katalis tambahan bagi penguatan EUR/USD, terutama saat pasar menilai euro sebagai mata uang yang relatif lebih resilien ketika prospek pemangkasan Fed semakin terbuka lebar. Support terdekat berada di 1.1495, sementara resistance berada di 1.1545.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3104 dan naik 0.09%. GBP/USD bergerak menguat karena tekanan pada dolar AS mampu mengimbangi minimnya katalis domestik Inggris menjelang pengumuman anggaran (Autumn Budget). Data PPI, Retail Sales, dan Consumer Confidence AS yang lebih lemah memunculkan ekspektasi kuat pemangkasan suku bunga oleh The Fed, yang mendorong USD melemah secara broad-based. Probabilitas rate cut kini mendekati 85%, membuat investor kembali masuk ke aset berisiko termasuk sterling. Namun dari sisi Inggris, sentimen tetap rapuh akibat prospek perlambatan ekonomi dan ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Bank of England pada Desember, dengan probabilitas saat ini mencapai 80%. Gilt yields yang menurun dan kekhawatiran bahwa OBR akan menurunkan proyeksi produktivitas menjadi faktor pembatas penguatan sterling. Meski begitu, selama USD berada dalam tren melemah akibat narasi dovish Fed, GBP/USD masih memiliki ruang kenaikan jangka pendek. Support terdekat berada di 1.3075, dan resistance di 1.3130.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6462 dan menguat 0.11%. AUD/USD mendapat dorongan positif dari inflasi Australia versi monthly CPI yang naik ke 3.8% YoY, melebihi ekspektasi pasar. Data tersebut memunculkan kembali kemungkinan bahwa RBA perlu menjaga kebijakan ketat lebih lama, terutama karena inflasi tetap berada di atas target 2–3%. Selain itu, PMI Manufaktur dan Jasa Australia yang kembali berada di zona ekspansi ikut memperkuat persepsi bahwa ekonomi Australia masih solid, sehingga mendukung AUD dalam beberapa sesi terakhir. Meski demikian, ruang kenaikan AUD sempat tertahan karena pasar cenderung menunggu rilis data CPI lengkap yang lebih kredibel bagi RBA. Namun secara keseluruhan, melemahnya dolar AS akibat naiknya peluang Fed rate cut ke 84% terus menjadi pendorong utama AUD/USD. Sementara data inflasi AS yang lebih jinak, Retail Sales yang melambat, serta komentar dovish dari Waller dan Williams semakin menambah tekanan pada USD dan memberi landasan bagi AUD untuk mempertahankan momentum bullish. Support terdekat berada di 0.6440, dengan resistance di 0.6485.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 156.91 dan melemah terhadap dolar AS sebesar -0.23%. USD/JPY melemah karena meningkatnya spekulasi intervensi dari otoritas Jepang setelah komentar tegas Menkeu Satsuki Katayama mengenai “aksi yang tepat” untuk menahan volatilitas yen. Retorika yang semakin agresif dari pejabat Jepang menciptakan ketakutan pasar terhadap potensi intervensi langsung, sehingga membatasi kenaikan USD/JPY dan mendorong profit-taking. Selain itu, kekhawatiran terhadap stimulus jumbo Jepang senilai ¥21.3 triliun memang membebani yen, tetapi ancaman intervensi tetap menjadi faktor penahan utama depresiasi yen. Namun pelemahan dolar AS berkontribusi pula pada turunnya USD/JPY, terutama setelah probabilitas pemangkasan suku bunga Fed pada Desember melampaui 80%. Komentar dari Waller dan Williams yang cenderung dovish semakin mempersempit selisih imbal hasil AS-Jepang dalam beberapa hari terakhir. Meski secara struktural USD/JPY masih cenderung bullish jika BoJ tetap lambat menaikkan suku bunga, untuk jangka pendek sentimen intervensi dan pelemahan USD membuat pair ini bergerak terkoreksi. Support terdekat berada di 156.60, dan resistance di 157.25.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8080 dan menguat 0.07%. USD/CHF bergerak melemah karena tekanan pada dolar AS yang meluas akibat data ekonomi yang semakin melemah dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed. PMI, PPI, Retail Sales hingga Consumer Confidence yang memburuk memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS kehilangan momentum. Dengan probabilitas pemotongan Fed Funds Rate mencapai 81–85%, investor mulai melakukan repositioning dan mengurangi eksposur pada USD, sehingga USD/CHF kehilangan tenaga bullish-nya.Sementara itu, CHF juga berada dalam fase konsolidasi setelah reli yang cukup panjang, di tengah ekspektasi bahwa SNB akan mempertahankan suku bunga pada 0% di pertemuan berikutnya. Meski demikian, perbaikan kecil pada sentimen risiko global serta normalisasi posisi safe-haven membuat CHF tidak terlalu defensif. Kombinasi pelemahan USD dan stabilnya CHF menjaga USD/CHF tetap dalam tone bearish jangka pendek. Support terdekat berada di 0.8055, dan resistance di 0.8095.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.4106 dan melemah -0.04%. USD/CAD melemah setelah reli beberapa hari, seiring turunnya dolar AS yang mulai mendapatkan tekanan dari meningkatnya peluang Fed rate cut. Komentar dovish dari beberapa pejabat Fed, ditambah rilis PPI dan Retail Sales AS yang lebih lemah, membuat investor menyesuaikan ekspektasi suku bunga jangka pendek. Dengan DXY melemah, USD/CAD kehilangan momentum bullish yang sebelumnya terbentuk selama lima sesi berturut-turut. Namun CAD tidak memperoleh dukungan optimal karena harga minyak masih kesulitan rebound akibat kekhawatiran oversupply global tahun depan. Hal ini tetap menjaga bias USD/CAD cenderung volatil, karena CAD sangat sensitif terhadap harga komoditas. Menjelang rilis GDP Kanada dan Durable Goods AS, pasar tampak berhati-hati, tetapi secara fundamental tren penurunan USD menjadi faktor penentu koreksi USD/CAD dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 1.4080, dan resistance di 1.4125.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
2:00am | USD | Federal Budget Balance | -284.4B | -223.4B | 198.0B |
4:30am | USD | API Weekly Statistical Bulletin | - | - | - |
6:50am | JPY | SPPI y/y | 2.7% | 2.7% | 3.1% |
7:30am | AUD | CPI y/y | 3.8% | 3.6% | 3.5% |
7:30am | AUD | Construction Work Done q/q | -0.7% | 0.2% | 2.9% |
8:00am | NZD | Official Cash Rate | 2.3% | 2.3% | 2.5% |
8:00am | NZD | RBNZ Monetary Policy Statement | - | - | - |
8:00am | NZD | RBNZ Rate Statement | - | - | - |
9:00am | NZD | RBNZ Press Conference | - | - | - |
12:00pm | JPY | BOJ Core CPI y/y | - | 2.2% | 2.1% |
4:00pm | CHF | UBS Economic Expectations | - | - | -7.7 |
4:00pm | EUR | ECB Financial Stability Review | - | - | - |
Tentative | EUR | German 10-y Bond Auction | - | - | 2.62|1.3 |
7:30pm | GBP | Autumn Forecast Statement | - | - | - |
8:30pm | USD | Unemployment Claims | - | 226K | 220K |
8:30pm | USD | Core Durable Goods Orders m/m | - | 0.2% | 0.3% |
8:30pm | USD | Durable Goods Orders m/m | - | 0.5% | 2.9% |
9:45pm | USD | Chicago PMI | - | 43.9 | 43.8 |
10:30pm | USD | Crude Oil Inventories | - | -1.3M | -3.4M |