| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1595 | -0.12% |
GBPUSD | 1.3238 | -0.10% |
AUDUSD | 0.6532 | 0.14% |
NZDUSD | 0.5728 | 0.05% |
USDJPY | 156.27 | 0.20% |
USDCHF | 0.8046 | 0.11% |
USDCAD | 1.4028 | -0.03% |
GOLDUD | 4159.35 | 0.82% |
USD/IDR | 16,668 | 0.00% |
Fokus NZDUSD:
Jumat, 28 November 2025 – Kiwi dibuka di 0.5728 dan naik 0.05%. NZD/USD semakin menguat dan bergerak mendekati area tertinggi dalam beberapa pekan terakhir setelah keputusan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) memotong suku bunga acuan sebesar 25 bps ke 2.25%. Meskipun pemangkasan tersebut telah sepenuhnya diantisipasi pasar, fokus justru tertuju pada nada komunikasi RBNZ yang dinilai lebih hawkish dari ekspektasi sebelumnya. Bank sentral menegaskan bahwa tekanan inflasi inti masih berada pada kisaran yang tidak sepenuhnya nyaman dan proses penurunan inflasi berjalan lebih lambat dari proyeksi awal. Pernyataan bahwa ruang pelonggaran tambahan “sangat terbatas” memberikan sinyal kuat bahwa siklus pemotongan agresif tidak akan terjadi, sehingga memberikan dukungan signifikan terhadap pergerakan Kiwi. Sektor ritel yang tetap resilien, ditambah indikator pasar tenaga kerja yang mulai menstabil, membuat investor menilai bahwa RBNZ tetap akan menjaga kebijakan secara ketat untuk mencegah percepatan inflasi kembali.
Pada saat yang sama, dolar AS berada di bawah tekanan konsisten menyusul rangkaian data makro yang menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi. Penjualan ritel AS yang tumbuh jauh lebih lambat dari perkiraan, disusul data tenaga kerja ADP yang mencatat penurunan jumlah pekerjaan, memperkuat pandangan bahwa momentum ekonomi AS sedang mengalami moderasi. Kondisi ini mendorong investor meningkatkan keyakinan bahwa Federal Reserve akan mengambil langkah pemangkasan suku bunga pada pertemuan Desember mendatang. Probabilitas pemangkasan sebesar 25 bps yang kini mendekati 85% memberikan tekanan tambahan terhadap USD, sebab pasar mulai melakukan re-pricing terhadap imbal hasil obligasi jangka pendek AS. Ketika pasar mengantisipasi kebijakan Fed yang lebih longgar dalam beberapa bulan ke depan, diferensial kebijakan antara RBNZ dan The Fed semakin menguntungkan posisi NZD. Dalam kondisi seperti ini, pasangan NZD/USD mendapatkan dorongan ganda: fundamental domestik yang membaik dan USD yang kehilangan momentum secara struktural.
Ke depan, dinamika pergerakan NZD/USD cenderung tetap ditentukan oleh dua faktor utama, yakni arah kebijakan moneter RBNZ dan perkembangan ekspektasi pelonggaran The Fed. Selama RBNZ mempertahankan narasi bahwa tekanan inflasi belum cukup jinak untuk membuka ruang pemangkasan lanjutan, pasar akan menilai Kiwi tetap lebih atraktif dibanding mata uang mayor lain yang bank sentralnya cenderung lebih dovish. Sementara itu, ketiadaan data kelas berat dari AS dalam jangka pendek menjadikan pasar lebih sensitif terhadap perubahan sentimen risiko global. Jika suasana risk-on bertahan, terutama dengan meredanya kekhawatiran geopolitik dan membaiknya prospek pertumbuhan Asia-Pasifik, NZD berpotensi memperpanjang reli menuju area yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, outlook NZD/USD tetap konstruktif sejauh perbedaan arah kebijakan moneter tetap berpihak pada Selandia Baru dan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed terus meningkat.
Support terdekat berada di 0.5705, dengan resistance di 0.5755.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1595 dan melemah -0.12%. EUR/USD bergerak melemah di sesi Asia meski tekanan terhadap dolar AS masih berlanjut akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember. Minimnya katalis AS karena libur Thanksgiving membuat pergerakan cenderung tipis, namun rilis data sentimen konsumen Jerman yang sedikit membaik tidak cukup kuat menopang euro. Pasar juga mulai meragukan ketahanan pemulihan ekonomi Zona Euro karena proyeksi pertumbuhan jangka menengah masih lemah dan inflasi melemah lebih cepat dari proyeksi awal ECB. Selain itu, komentar dovish pejabat ECB yang menegaskan kebijakan moneter sudah berada “di tempat yang tepat”membuat euro kehilangan tenaga untuk memperpanjang reli pekan ini. Dengan FedWatch menunjukkan peluang pemotongan 25 bps di atas 85%, narasi pelemahan dolar seharusnya menguntungkan euro, namun prospek ekonomi Zona Euro yang masih rapuh justru menahan jalan penguatan mata uang tunggal. Alhasil, EUR/USD cenderung tertekan di kisaran rendah meski momentum bearish dolar belum sepenuhnya hilang. Support terdekat berada di 1.1570, sementara resistance berada di 1.1620.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3238 dan turun -0.10%. GBP/USD ikut melemah setelah reli beruntun tujuh sesi sebelumnya, ditahan oleh kombinasi rilis anggaran Inggris (Autumn Budget) dan revisi perlambatan ekonomi dari Office for Budget Responsibility. Meski pound sempat naik di awal minggu karena persepsi bahwa Inggris memiliki ruang fiskal lebih besar dari perkiraan, pasar kembali berhati-hati setelah proyeksi pertumbuhan 2025 diturunkan, menandakan pemulihan ekonomi Inggris tidak akan sekuat yang diharapkan. Di sisi lain, ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed yang tinggi seharusnya membatasi penguatan USD, tetapi pasar kembali memperhitungkan risiko makro Inggris mulai dari upah, inflasi jasa, hingga produktivitas yang stagnan yang menahan penguatan Sterling. Pernyataan anggota MPC Megan Greene bahwa risiko “second-round effects” masih besar menambah keraguan investor terhadap stabilisasi inflasi Inggris. Kombinasi faktor tersebut membuat GBP/USD terkoreksi setelah periode penguatan tajam sebelumnya. Support terdekat berada di 1.3210, dengan resistance di 1.3265.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6532 dan menguat 0.14%. AUD/USD menguat signifikan seiring menguatnya sentimen bahwa Reserve Bank of Australia akan menahan bias hawkish lebih lama dibanding bank sentral utama lainnya. Inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi terutama CPI bulanan Oktober yang kembali naik ke 3.8% YoY mendorong pasar untuk menunda proyeksi pemotongan suku bunga RBA. Data belanja modal sektor swasta yang melonjak 6.4% QoQ juga memperkuat pandangan bahwa aktivitas ekonomi Australia tetap resilien meski kondisi global melambat. Sementara itu, tekanan terhadap dolar AS tetap berasal dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed di Desember, yang kini diperkirakan lebih dari 84%. Kombinasi narasi “RBA lebih hawkish” dan “Fed mendekati pivot dovish” menciptakan diferensial kebijakan yang lebih mendukung AUD. Ketika pasar global masuk mode risk-on, AUD sebagai mata uang berisiko mendapat dorongan tambahan sehingga pair ini mampu memperpanjang penguatan selama enam sesi berturut-turut. Support terdekat berada di 0.6510, sedangkan resistance berada di 0.6560.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 156.27 dan menguat terhadap dolar AS sebesar 0.20%. USD/JPY justru menguat meski data CPI Tokyo menunjukkan inflasi yang masih cukup tinggi. Kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal Jepang, terutama setelah pemerintah mengumumkan paket stimulus masif, mendorong yield JGB naik dan melemahkan sentimen terhadap yen. Bank of Japan yang masih memberi sinyal normalisasi bertahap membuat pasar kembali menilai bahwa suku bunga Jepang akan tetap sangat rendah dalam waktu lama, sehingga tidak cukup menarik untuk menopang JPY. Di sisi lain, walaupun dolar AS melemah secara luas akibat ekspektasi pemotongan suku bunga Fed, sentimen risk-on global mengurangi permintaan terhadap aset safe-haven seperti yen. Rumor bahwa pemerintah Jepang siap melakukan intervensi membatasi pelemahan yen lebih dalam, tetapi tidak cukup kuat untuk membalikkan tren. Dengan demikian, USD/JPY bergerak menguat, didorong oleh kombinasi kebijakan BOJ yang tetap ultra-longgar dan penurunan minat pasar terhadap aset defensif. Support terdekat berada di 156.00, sementara resistance terdekat berada di 156.65.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8046 dan menguat 0.11%. USD/CHF menguat seiring melemahnya franc Swiss sebagai aset safe-haven ketika pasar global kembali masuk ke mode risk-on. Kembalinya selera risiko investor berasal dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed serta perkembangan positif mengenai potensi kesepakatan damai Rusia-Ukraina. Dalam kondisi seperti ini, franc sering kehilangan daya tariknya, sehingga USD/CHF mendapat dorongan meski dolar AS secara umum cenderung melemah terhadap mata uang mayor lainnya. Selain itu, inflasi Swiss yang terus mereda membuat Swiss National Bank (SNB) memiliki ruang lebih besar untuk mempertahankan kebijakan dovish dan kemungkinan memangkas suku bunga lebih cepat dari bank sentral utama lainnya. Hal ini memperburuk diferensial kebijakan moneter antara SNB dan The Fed, sehingga pasangan USD/CHF mampu mencatat kenaikan moderat. Secara keseluruhan, faktor fundamental tetap mendukung tren penguatan pair ini dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 0.8025, sedangkan resistance berada di 0.8065.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.4028 dan melemah -0.03%. USD/CAD melemah seiring dukungan yang kuat terhadap dolar Kanada dari stabilnya harga minyak global. Kanada sebagai eksportir minyak besar mendapatkan keuntungan langsung dari rebound harga energi, sementara dolar AS menghadapi tekanan akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed. Selain itu, data ekonomi Kanada yang cenderung lebih solid termasuk sektor tenaga kerja yang masih ketatmembatasi ruang bagi Bank of Canada untuk melakukan pelonggaran agresif dalam waktu dekat. Di sisi lain, pasar menilai bahwa The Fed sedang berada lebih dekat dengan pivot kebijakan dibandingkan BoC, sehingga diferensial suku bunga semakin menyempit dan melemahkan USD/CAD. Ketika dolar AS kehilangan momentum, CAD justru mendapat keuntungan tambahan dari kondisi risk-on global. Kombinasi sentimen komoditas, kebijakan bank sentral, dan pelemahan USD membuat USD/CAD bergerak turun cukup stabil Support terdekat berada di 1.4005, dan resistance di 1.4050.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
6:30am | JPY | Tokyo Core CPI y/y | 2.8% | 2.7% | 2.8% |
6:30am | JPY | Unemployment Rate | 2.6% | 2.5% | 2.6% |
6:50am | JPY | Prelim Industrial Production m/m | 1.4% | -0.5% | 2.6% |
6:50am | JPY | Retail Sales y/y | 1.7% | 0.8% | 0.2% |
7:30am | AUD | Private Sector Credit m/m | 0.7% | 0.6% | 0.6% |
12:00pm | JPY | Housing Starts y/y | - | -5.0% | -7.3% |
2:00pm | EUR | German Import Prices m/m | - | 0.0% | 0.2% |
2:00pm | EUR | German Retail Sales m/m | - | 0.1% | 0.2% |
All Day | EUR | German Prelim CPI m/m | - | -0.2% | 0.3% |
2:45pm | EUR | French Consumer Spending m/m | - | 0.3% | 0.3% |
2:45pm | EUR | French Final Private Payrolls q/q | - | -0.3% | -0.3% |
2:45pm | EUR | French Prelim CPI m/m | - | 0.0% | 0.1% |
2:45pm | EUR | French Prelim GDP q/q | - | 0.5% | 0.5% |
3:00pm | CHF | GDP q/q | - | -0.4% | 0.1% |
3:00pm | CHF | KOF Economic Barometer | - | 100.9 | 101.3 |
3:00pm | EUR | Spanish Flash CPI y/y | - | 3.0% | 3.1% |
3:55pm | EUR | German Unemployment Change | - | 4K | -1K |
5:00pm | EUR | German Buba President Nagel Speaks | - | - | - |
5:00pm | EUR | Italian Prelim CPI m/m | - | -0.1% | -0.3% |
8:30pm | CAD | GDP m/m | - | 0.2% | -0.3% |