Home
>
News
>
Publication
>
Penguatan Kinerja Poundsterling Ditengah Rapuhnya Ekonomi Inggris
Penguatan Kinerja Poundsterling Ditengah Rapuhnya Ekonomi Inggris
Friday, 17 January 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0296

0.16%

GBPUSD

1.2231

0.12%

AUDUSD

0.6206

0.21%

NZDUSD

0.5601

0.21%

USDJPY

155.46

-0.31%

USDCHF

0.9104

-0.12%

USDCAD

1.4386

0.09%

GOLDUD

2708.3

0.30%

USD/IDR

16307

0.35%

Fokus GBPUSD:

  1. DXY melemah ke zona 108.90
  2. Laporan PDB Inggris

Jumat, 17 Januari 2025 – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2236. Mata uang Poundsterling mengalami penguatan seiring kinerja dolar AS yang menghadapi tekanan baru setelah laporan inflasi Desember menunjukkan gambaran yang beragam. Meskipun CPI utama terus meningkat selama tiga bulan berturut-turut, CPI inti mengalami sedikit penurunan, memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini. Selain itu, pertumbuhan penjualan ritel pada Desember lebih lemah dari perkiraan, mengindikasikan potensi perlambatan dalam belanja konsumen. Kombinasi inflasi yang melemah dan aktivitas ritel yang moderat meningkatkan spekulasi bahwa The Fed dapat melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut, melemahkan dolar terhadap mata uang utama lainnya.

Di Inggris, laporan PDB terbaru menunjukkan gambaran ekonomi yang rapuh, dengan pertumbuhan hanya 0,1% pada November, lebih rendah dari ekspektasi pasar. Angka ini mengikuti dua bulan berturut-turut kontraksi, menegaskan kekhawatiran tentang lemahnya kinerja ekonomi. Produksi industri Inggris juga mengecewakan, mengalami kontraksi 0,4%, sementara inflasi yang melambat memicu spekulasi pemangkasan suku bunga oleh Bank of England. Selain itu, potensi tarif dari pemerintahan Trump di AS menimbulkan risiko besar bagi ekonomi Inggris yang bergantung pada ekspor, meningkatkan kekhawatiran akan stagflasi.

Meskipun menghadapi tantangan makroekonomi ini, Poundsterling  menunjukkan ketahanan, menguat terhadap dolar AS seiring perubahan sentimen pasar. Dengan The Fed dan Bank of England sama-sama menghadapi tekanan untuk mengadopsi kebijakan yang lebih dovish, pasar forex tetap volatil, bereaksi terhadap perkembangan data ekonomi dan sinyal kebijakan. Investor terus memantau keputusan bank sentral, tren inflasi, dan dinamika perdagangan yang akan membentuk pergerakan mata uang dalam beberapa pekan ke depan.

Harga pada pasangan mata uang GBPUSD naik. Support terdekatnya di area 1.2150 dan resistance terdekatnya di zona 1.2283. Support lanjutan di zona 1.2100 dan dilanjutkan ke zona 1.2060. Resistance lanjutan di zona 1.2320 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.2370.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.0310. Pasangan mata uang Euro mengalami penguatan yang masih berasal dari pelemahan kinerja USD pasca rilis data CPI AS. Di sisi lain, prospek ekonomi Zona Euro tetap rapuh, terutama setelah rilis risalah pertemuan ECB yang menegaskan kesiapan bank sentral untuk mulai menurunkan suku bunga secara bertahap jika inflasi terus bergerak menuju target 2%. Sebuah survei Reuters menunjukkan mayoritas ekonom memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan ECB berikutnya, dengan kemungkinan tambahan pemangkasan hingga pertengahan tahun. Namun, kekhawatiran terkait perlambatan ekonomi dan dampak potensi kenaikan tarif impor AS terhadap ekspor Eropa masih membayangi sentimen pasar terhadap Euro. Support terdekatnya di zona 1.0270 dan resistance terdekatnya di zona 1.0338.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6211. Pasangan mata uang Aussie menguat setelah data tenaga kerja Australia menunjukkan lonjakan signifikan dalam lapangan kerja sebesar 56,3 ribu pada Desember, jauh melampaui perkiraan pasar sebesar 15 ribu. Namun, kenaikan ini didorong sepenuhnya oleh pekerjaan paruh waktu (+80K), sementara pekerjaan penuh waktu justru turun (-23,7K). Tingkat pengangguran sedikit meningkat menjadi 4,0% dari sebelumnya 3,9%, sejalan dengan ekspektasi pasar. Data ketenagakerjaan yang kuat ini memberikan ruang bagi Reserve Bank of Australia (RBA) untuk menahan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, dengan pasar saat ini memperkirakan kemungkinan pemotongan suku bunga pertama pada Februari sebesar 25 basis poin mencapai 75%. Fokus berikutnya akan tertuju pada rilis data inflasi kuartal keempat pada 29 Januari, yang dapat menjadi penentu arah kebijakan moneter RBA. Support terdekatnya di zona 0.6189 dan resistance terdekatnya di zona 0.6246.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5608. Kenaikan pada pasangan mata uang Kiwi menguat didorong oleh data ekonomi China yang lebih kuat dari perkiraan. Produk Domestik Bruto (PDB) China tumbuh 5,4% YoY pada kuartal keempat 2024, melampaui ekspektasi 5,0%, sementara pertumbuhan kuartalan tercatat 1,6%. Selain itu, data penjualan ritel meningkat 3,7% YoY di bulan Desember, lebih tinggi dari angka sebelumnya 3,0%, dan produksi industri melonjak ke 6,2% dari 5,4%. Data ini memberikan sentimen positif bagi Dolar Selandia Baru (NZD) mengingat ketergantungan ekonomi Selandia Baru pada perdagangan dengan China. Di sisi lain, pernyataan dovish dari pejabat Federal Reserve (Fed), khususnya Gubernur Christopher Waller yang mengisyaratkan kemungkinan pemangkasan suku bunga beberapa kali tahun ini, turut menekan Dolar AS dan memperkuat NZD. Support terdekatnya di area 0.5579 dan resistance terdekatnya di zona 0.5645.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 155.43. Mata uang Yen mengalami pelemahan  seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan kembali menaikkan suku bunga dalam pertemuan 23-24 Januari mendatang. Pernyataan terbaru dari Gubernur BoJ Kazuo Ueda dan Wakil Gubernur Ryozo Himino menegaskan bahwa kenaikan suku bunga masih menjadi opsi jika kondisi ekonomi dan inflasi terus membaik. Selain itu, data terbaru menunjukkan harga produsen di Jepang naik selama 46 bulan berturut-turut, sementara tekanan inflasi terus meningkat meskipun belanja rumah tangga melemah. Dengan probabilitas 79% untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin, Yen Jepang (JPY) terus mendapat dukungan, terutama di tengah penurunan imbal hasil obligasi AS yang mempersempit perbedaan suku bunga antara AS dan Jepang. Support terdekatnya di area 154.09 dan resistance terdekatnya di zona 156.25.

USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.4398. Dolar Kanada mengalami pelemahan seiring dengan pelemahan Dolar AS (USD) dan penurunan imbal hasil obligasi AS. Data penjualan ritel AS yang lebih lemah dari perkiraan, hanya tumbuh 0.4% MoM di bulan Desember dibanding ekspektasi 0.6%, menekan Greenback lebih lanjut. Meskipun demikian, pelemahan USD masih terbatas karena Federal Reserve (Fed) tetap berhati-hati dalam memangkas suku bunga tahun ini. Pasar kini menantikan rilis data perumahan dan produksi industri AS yang dapat memberikan gambaran lebih lanjut mengenai prospek ekonomi Negeri Paman Sam. Sementara itu, Dolar Kanada (CAD) mendapat dukungan setelah Bank of Canada (BoC) mengonfirmasi rencana untuk mengakhiri program pengetatan kuantitatif dalam beberapa bulan mendatang. Pernyataan Deputi Gubernur BoC Toni Gravelle menegaskan bahwa meskipun kebijakan ini akan berakhir pada 2025, bank sentral tidak akan langsung beralih ke pelonggaran kuantitatif seperti yang terjadi sebelumnya. Selain itu, investor juga mencermati potensi tarif dagang baru oleh Presiden terpilih AS, Donald Trump, yang dapat mempengaruhi perdagangan antara AS dan Kanada. Support terdekatnya di zona 1.4349 dan resistance terdekatnya di zona 1.4364.

USDCHF- Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.9106. Turunnya kinerja pasangan mata uang ini diakibatkan oleh penurunan kinerja mata uang USD imbas rilis angka CPI AS pada hari Rabu yang lalu. Sementara itu, perkembangan geopolitik turut menjadi fokus pasar setelah Israel dan Hamas mencapai kesepakatan untuk menghentikan perang di Gaza, yang dijadwalkan mulai berlaku pada hari Minggu jika disetujui oleh kabinet Israel. Investor akan memantau ketat situasi di Timur Tengah, karena peningkatan ketegangan dapat mendorong aliran modal ke aset safe-haven, yang berpotensi memperkuat Swiss Franc (CHF). Selain itu, pelaku pasar juga menantikan data penjualan ritel AS dan klaim pengangguran mingguan yang akan dirilis pada hari Kamis untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek ekonomi AS dan arah kebijakan moneter Fed. Support terdekatnya di area 0.9065 dan resistance terdekatnya di zona 0.9137.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:30am

CAD

Gov Council Member Gravelle Speaks

-

-

-

4:30am

NZD

BusinessNZ Manufacturing Index

45.9

-

45.2

8:30am

CNY

New Home Prices m/m

-0.1%

-

-0.2%

9:00am

CNY

GDP q/y

5.4%

5.0%

4.6%

9:00am

CNY

Industrial Production y/y

6.2%

5.4%

5.4%

9:00am

CNY

Retail Sales y/y

3.7%

3.5%

3.0%

9:00am

CNY

Fixed Asset Investment ytd/y

3.2%

3.3%

3.3%

9:00am

CNY

NBS Press Conference

 

 

 

9:00am

CNY

Unemployment Rate

5.1%

5.0%

5.0%

2:00pm

GBP

Retail Sales m/m

-

0.4%

0.2%

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-27.9%

4:00pm

EUR

Current Account

-

28.0B

25.8B

5:00pm

EUR

Final Core CPI y/y

-

2.7%

2.7%

5:00pm

EUR

Final CPI y/y

-

2.4%

2.4%

8:30pm

CAD

Foreign Securities Purchases

-

14.50B

21.55B

8:30pm

USD

Building Permits

-

1.46M

1.49M

8:30pm

USD

Housing Starts

-

1.33M

1.29M

9:15pm

USD

Capacity Utilization Rate

-

77.0%

76.8%

9:15pm

USD

Industrial Production m/m

-

0.3%

-0.1%

9:30pm

GBP

CB Leading Index m/m

-

-

0.0%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788