| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1655 | -0.15% |
GBPUSD | 1.3416 | -0.15% |
AUDUSD | 0.6514 | 0.17% |
NZDUSD | 0.5743 | 0.16% |
USDJPY | 150.73 | 0.13% |
USDCHF | 0.7922 | 0.04% |
USDCAD | 1.4037 | 0.01% |
GOLDUD | 4366.33 | 0.21% |
USD/IDR | 16580 | 0.00% |
Fokus AUDUSD :
Selasa, 21 Oktober 2025 – Dolar Australia dibuka di 0.6514 dan menguat 0.17%. Pasangan mata uang AUDUSD terus menguat, didorong oleh peningkatan sentimen risiko global dan kesepakatan perdagangan strategis antara Amerika Serikat dan Australia. Kedua negara sepakat menandatangani perjanjian senilai USD 8,5 miliar terkait sektor mineral kritis, termasuk investasi bersama dalam proyek pertambangan dan pemrosesan logam tanah jarang. Langkah ini memperkuat hubungan ekonomi kedua negara sekaligus menegaskan posisi Australia sebagai pemasok strategis bagi industri teknologi dan energi bersih global. Sentimen positif ini memberikan dorongan kuat bagi Dolar Australia, terutama di tengah meningkatnya harapan akan meredanya ketegangan dagang antara AS dan China, dua mitra dagang utama Canberra.
Dari sisi eksternal, perkembangan ekonomi China menjadi katalis tambahan bagi AUD. Data resmi menunjukkan PDB China tumbuh 4,8% YoY pada kuartal III 2025, sejalan dengan ekspektasi pasar, dengan produksi industri naik 6,5% dan penjualan ritel meningkat 3,0%. Walau laju tahunan sedikit melambat, performa tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Tiongkok tetap tangguh di tengah tekanan global. Stabilitas ini mendukung ekspor Australia, terutama di sektor komoditas seperti bijih besi dan batu bara. Selain itu, keputusan People’s Bank of China (PBOC) untuk menahan suku bunga acuan juga memberikan sinyal stabilitas keuangan yang menenangkan pasar. Keterkaitan ekonomi yang erat antara Australia dan China membuat setiap indikasi penguatan ekonomi Tiongkok berpotensi memperkuat nilai tukar AUD.
Sementara itu, dari Amerika Serikat, tekanan terhadap Dolar AS meningkat akibat berlarutnya shutdown pemerintahan yang telah memasuki minggu ketiga serta meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Beberapa pejabat The Fed, termasuk Ketua Jerome Powell dan Gubernur Christopher Waller, menyatakan dukungan terhadap pelonggaran kebijakan lebih lanjut pada Oktober dan Desember mendatang. Situasi ini membuat pelaku pasar menilai prospek Dolar AS akan melemah dalam jangka pendek, sehingga meningkatkan daya tarik mata uang berisiko seperti AUD. Kombinasi antara fundamental domestik yang solid, potensi pemulihan hubungan dagang global, serta arah kebijakan moneter AS yang lebih longgar, menjadikan Dolar Australia dalam posisi yang kuat untuk mempertahankan tren penguatannya terhadap USD.
Harga pada pasangan mata uang AUDUSD menguat. Support terdekat berada di 0.6490, sedangkan resistance di 0.6535. Support lanjutan berada di zona 0.6465 dan dilanjutkan ke zona 0.6410. Resistance lanjutan berada di zona 0.6575 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6595.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1655 dan melemah -0.15%. Mata uang Euro menghadapi tekanan terhadap dolar AS seiring sentimen pasar global yang cenderung berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS akhir pekan ini. Ketidakpastian seputar kebijakan fiskal AS di tengah berlanjutnya penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown) menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi, namun pelaku pasar justru lebih menaruh perhatian pada ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Meski peluang pemangkasan suku bunga tetap tinggi, sikap hati-hati investor terhadap perkembangan politik AS membatasi pelemahan dolar AS lebih lanjut. Dari sisi Eropa, tekanan terhadap Euro juga muncul akibat data produsen Jerman yang kembali menunjukkan pelemahan selama tiga bulan berturut-turut, menandakan disinflasi masih berlanjut di kawasan tersebut. Beberapa pejabat ECB seperti Isabel Schnabel dan Joachim Nagel menegaskan bahwa kebijakan moneter akan tetap berhati-hati di tengah lemahnya pertumbuhan ekonomi, menegaskan sikap “wait and see” bank sentral. Ketiadaan katalis positif dari kawasan Euro membuat EURUSD masih rentan tertekan oleh kekuatan dolar yang bertahan di tengah ketidakpastian global. Support terdekat berada di 1.1630, sementara resistance di 1.1680.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3416, turun -0.15%. Pound Sterling cenderung melemah terhadap dolar AS karena kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Inggris dan ekspektasi inflasi yang belum solid. Investor bersikap waspada menjelang rilis data inflasi Inggris yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Bank of England (BoE). Pasar memperkirakan inflasi inti masih tinggi, namun tren pelemahan pasar tenaga kerja dan meningkatnya tingkat pengangguran dapat memperkuat pandangan bahwa BoE akan menurunkan suku bunga lebih lanjut menjelang akhir tahun. Dari sisi politik dan fiskal, konfirmasi pemerintah Inggris untuk tidak menaikkan pajak kekayaan dalam anggaran musim gugur, di tengah rencana pemotongan belanja publik, memunculkan keraguan mengenai keberlanjutan posisi fiskal negara tersebut. Ketidakpastian ini menambah tekanan bagi Pound, apalagi di saat dolar AS masih memperoleh dukungan dari persepsi safe haven di tengah ketidakpastian global. Dengan demikian, arah GBPUSD masih dibayangi oleh prospek domestik yang lemah dan kecenderungan defensif investor terhadap aset berisiko. Support terdekat berada di 1.3390, dan resistance di 1.3445.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5743 dan naik 0.16%. Dolar Selandia Baru menghadapi tekanan baru setelah rilis inflasi domestik yang lebih tinggi dari ekspektasi memunculkan dilema kebijakan bagi Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Inflasi tahunan yang mencapai 3% menunjukkan tekanan harga masih kuat, namun perlambatan pertumbuhan ekonomi membuat ruang pelonggaran moneter tetap terbuka. Hal ini menempatkan RBNZ pada posisi sulit, karena mempertahankan suku bunga tinggi berisiko menekan aktivitas ekonomi lebih jauh, sementara pemangkasan suku bunga dapat memperlemah nilai tukar Kiwi lebih dalam. Dari sisi eksternal, sentimen terhadap NZD turut terbebani oleh penurunan ekspor dan defisit perdagangan yang masih melebar. Meskipun data ekonomi Tiongkok menunjukkan tanda-tanda pemulihan, dampaknya terhadap permintaan komoditas dari Selandia Baru belum signifikan. Di sisi lain, dolar AS masih relatif kuat karena persepsi ketahanan ekonomi AS dan statusnya sebagai aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik. Kombinasi faktor domestik yang rapuh dan ketahanan dolar membuat tekanan terhadap NZDUSD tetap berlanjut dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 0.5720, dan resistance di 0.5765.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 150.73, melemah terhadap Dolar AS dengan kenaikan 0.13%. Penguatan dolar AS terhadap yen Jepang berlanjut seiring meningkatnya ekspektasi stimulus fiskal baru di Jepang menjelang pemilihan Perdana Menteri baru. Terpilihnya Sanae Takaichi, yang dikenal sebagai pendukung kebijakan ekspansif ala Abenomics, memunculkan spekulasi akan adanya paket belanja besar untuk mendukung pertumbuhan. Hal ini berpotensi menunda rencana kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ), yang selama ini menjadi fokus pasar. Sementara itu, investor menilai bahwa langkah fiskal agresif justru akan menahan penguatan yen karena ruang bagi BoJ untuk menormalkan kebijakan moneter menjadi semakin terbatas. Di sisi lain, perbedaan arah kebijakan antara BoJ dan Federal Reserve (The Fed) masih menjadi katalis utama bagi penguatan dolar AS. Meski pasar sudah memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga The Fed hingga akhir tahun, imbal hasil obligasi AS masih jauh lebih tinggi dibanding Jepang. Kondisi tersebut memperlebar selisih suku bunga dan mendukung minat beli terhadap dolar. Sentimen positif juga datang dari meredanya ketegangan perdagangan AS–Tiongkok setelah Presiden Trump menyebut tarif 100% “tidak akan berlangsung lama.” Kombinasi faktor ini memperkuat posisi dolar terhadap yen, mencerminkan preferensi investor terhadap aset dengan imbal hasil lebih tinggi. Support terdekat berada di 150.45, dan resistance di 151.00.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7922, naik tipis 0.04%. Dolar AS juga mencatatkan penguatan terhadap franc Swiss, didorong oleh penurunan minat terhadap aset aman seiring dengan meredanya ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok. Pernyataan Presiden Trump yang membuka peluang pengurangan tarif impor serta rencana pertemuan tingkat tinggi antara pejabat AS dan Tiongkok membantu memperbaiki sentimen risiko global. Dalam kondisi ini, permintaan terhadap franc sebagai aset lindung nilai menurun, sementara dolar tetap diuntungkan karena posisinya sebagai mata uang cadangan dunia. Dari sisi domestik, franc Swiss juga tertekan oleh prospek pertumbuhan ekonomi yang semakin lemah. Laporan dari State Secretariat for Economic Affairs (SECO) menunjukkan proyeksi pertumbuhan PDB 2025 hanya 1,3%, dengan penurunan lebih lanjut pada 2026 ke 0,9%. Perlambatan ini menurunkan keyakinan investor terhadap ekonomi Swiss, apalagi di tengah tekanan deflasi yang masih berlanjut. Sementara The Fed diperkirakan masih memiliki ruang untuk menyesuaikan kebijakan sesuai data inflasi mendatang, Swiss National Bank (SNB) tidak memiliki banyak opsi kebijakan selain mempertahankan suku bunga rendah. Perbedaan fundamental ini memperkuat daya tarik dolar dibanding franc, terutama di tengah pulihnya kepercayaan pasar global. Support terdekat berada di 0.7900, dan resistance di 0.7945.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.4037, menguat tipis 0.01%. Dolar AS menguat terhadap dolar Kanada seiring dengan pelemahan harga minyak mentah yang menekan kinerja mata uang komoditas. Penurunan harga minyak hingga ke level terendah lima bulan terakhir memicu kekhawatiran terhadap pendapatan ekspor Kanada, yang menjadi faktor utama bagi pergerakan CAD. Di sisi domestik, hasil survei Bank of Canada (BoC) terbaru menunjukkan bahwa lebih dari seperempat pelaku usaha memperkirakan resesi dalam 12 bulan mendatang, dengan inflasi yang tetap tinggi namun pertumbuhan ekonomi mulai melambat. Ekspektasi ini memperkuat pandangan bahwa BoC akan mempertahankan sikap dovish dan berpotensi melanjutkan penurunan suku bunga bila tekanan ekonomi berlanjut. Dari sisi eksternal, dolar AS tetap mendapat dukungan dari membaiknya hubungan perdagangan dengan Tiongkok serta berkurangnya kekhawatiran atas sektor perbankan regional di AS setelah laporan laba kuat dari bank-bank besar. Selain itu, ketidakpastian politik akibat penutupan sebagian pemerintahan AS belum sepenuhnya menekan dolar karena investor menilai fundamental ekonomi AS masih lebih tangguh dibanding Kanada. Dengan kombinasi harga energi yang melemah, ekspektasi pelonggaran BoC, dan persepsi kekuatan ekonomi AS yang lebih stabil, dolar AS berpotensi mempertahankan keunggulannya terhadap dolar Kanada. Support terdekat berada di 1.4010, dan resistance di 1.4055.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
2:00am | EUR | German Buba President Nagel Speaks | - | - | - |
4:45am | NZD | Trade Balance | -1355M | -554M | -1235M |
6:45am | AUD | RBA Assist Gov Jones Speaks | - | - | - |
9:00am | NZD | Credit Card Spending y/y | - | - | 3.5% |
1:00pm | CHF | Trade Balance | - | 5.22B | 4.01B |
1:00pm | GBP | Public Sector Net Borrowing | - | 20.7B | 17.7B |
Tentative | CNY | Foreign Direct Investment ytd/y | - | - | -12.7% |
Tentative | GBP | 30-y Bond Auction | - | - | 5.48|3.1 |
6:00pm | EUR | ECB President Lagarde Speaks | - | - | - |
7:30pm | CAD | CPI m/m | - | -0.1% | -0.1% |
7:30pm | CAD | Median CPI y/y | - | 3.0% | 3.1% |
7:30pm | CAD | Trimmed CPI y/y | - | 3.0% | 3.0% |
7:30pm | CAD | Common CPI y/y | - | 2.6% | 2.5% |
7:30pm | CAD | Core CPI m/m | - | - | 0.0% |
8:00pm | USD | FOMC Member Waller Speaks | - | - | - |
Tentative | NZD | GDT Price Index | - | - | -1.6% |