Home
>
News
>
Publication
>
Penguatan Dolar Aussie di Tengah Tarik Ulur Tarif AS dan Data China
Penguatan Dolar Aussie di Tengah Tarik Ulur Tarif AS dan Data China
Monday, 02 June 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1353

0.18%

GBPUSD

1.3460

0.26%

AUDUSD

0.6431

0.47%

NZDUSD

0.5958

0.72%

USDJPY

144.09

-0.47%

USDCHF

0.8219

-0.06%

USDCAD

1.3738

-0.16%

GOLDUD

3303.4

0.40%

USD/IDR

16295

0.00%

Fokus AUDUSD:

  1. DXY melemah ke zona 99.30
  2. Data domestik Australia melemah, menambah ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh RBA

Senin, 02 Juni 2025 - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6445. Dolar Australia (AUD) mencatat penguatan signifikan terhadap Dolar AS (USD) pada awal pekan ini, dengan pasangan AUDUSD naik lebih dari 0,5% ke kisaran 0.6445. Sentimen positif pada AUD ini muncul meski data domestik menunjukkan pelemahan, termasuk penurunan Indeks Iklan Pekerjaan ANZ sebesar 1,2% di bulan Mei dan turunnya PMI Manufaktur S&P Global menjadi 51,0 ke level terendah sejak Februari. Namun, pasar menilai pelemahan Dolar AS sebagai pendorong utama penguatan Aussie, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana untuk menggandakan tarif impor baja dan aluminium menjadi 50%, memicu kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi AS dan potensi lonjakan inflasi yang lebih tinggi. Tambahan lagi, rilis data PMI Manufaktur China yang lebih baik dari perkiraan (naik menjadi 49,5 pada Mei) turut menenangkan pasar terkait permintaan eksternal, mengingat eratnya hubungan dagang Australia dengan China.

Di sisi lain, laporan GDP kuartal pertama Kanada yang lebih baik dari perkiraan dan revisi turun pada data kuartal sebelumnya memberi angin segar bagi Dolar Kanada, sementara “Sell America” trade kembali mendominasi sentimen global. Data inflasi PCE AS yang lebih lemah dari ekspektasi memperkuat peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed, meskipun pejabat Fed masih menunjukkan sikap hati-hati untuk sementara waktu. Di Australia, pelemahan data domestik seperti penurunan 0,1% pada Penjualan Ritel April dan Building Permits yang anjlok 5,7% menjadi latar belakang yang mendorong ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter. Gubernur Michele Bullock telah menyatakan kesiapan RBA untuk bertindak lebih jauh jika prospek ekonomi memburuk, menambah potensi pemangkasan suku bunga lebih lanjut di akhir tahun.

Secara keseluruhan, penguatan AUDUSD ini masih dibatasi oleh ketidakpastian kebijakan perdagangan Trump yang sering berubah-ubah, serta meningkatnya risiko geopolitik global, termasuk perang Rusia-Ukraina dan konflik di Timur Tengah. Investor kini menantikan data ISM Manufacturing PMI AS yang dirilis malam ini dan pidato Gubernur The Fed Jerome Powell untuk petunjuk arah jangka pendek. Sementara itu, ekspektasi jangka menengah tetap condong pada penguatan AUDUSD seiring risiko fiskal dan kebijakan perdagangan AS yang belum sepenuhnya terselesaikan, namun potensi pelemahan domestik Australia juga perlu dicermati jika data melemah lebih lanjut.

Harga pada pasangan mata uang AUDUSD naik. Support terdekatnya di zona 0.6430 dan resistance terdekatnya di zona 0.6490. Support lanjutan di zona 0.6400 dan dilanjutkan ke zona 0.6370. Resistance lanjutan di zona 0.6530 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6575.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1365. Kenaikan kinerja pasangan mata uang Euro ini ditopang oleh pelemahan Dolar AS (USD) yang tertekan setelah Mahkamah Banding AS mengizinkan penerapan tarif oleh Presiden Donald Trump, meskipun pengadilan sebelumnya menyatakan bahwa perintah eksekutif tarif tersebut ilegal. Penundaan tenggat tarif dari 1 Juni menjadi 9 Juli juga membantu meredakan kekhawatiran pasar dan mendorong Euro menguat. Sementara itu, para pelaku pasar mencermati debat lanjutan di Senat AS terkait RUU “Big Beautiful Bill” Trump yang diperkirakan akan meningkatkan defisit fiskal sebesar $3,8 triliun dalam 10 tahun ke depan. Kabar tersebut semakin memperlemah sentimen Dolar AS. Di sisi data, indeks harga PCE AS yang lebih lemah dari ekspektasi dan data inflasi yang mendekati target Fed 2% menambah tekanan pada USD. Data di Eropa juga menunjukkan inflasi yang moderat di Jerman dan Spanyol, membuka ruang bagi ECB untuk menurunkan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Dukungan tambahan untuk Euro muncul dari komentar beberapa pejabat ECB yang menekankan bahwa normalisasi kebijakan masih berlanjut. Support terdekatnya di zona 1.1323 dan resistance terdekatnya di zona 1.1400.

GBPUSD - Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3480. Pasangan mata uang Poundsterling kembali mengalami penguatan pada awal pekan ini. Mata uang Inggris ini bergerak naik karena pelemahan Dolar AS (USD) yang tertekan oleh data inflasi PCE yang lebih lemah dari perkiraan, yang semakin membuka peluang bagi Federal Reserve (Fed) untuk melakukan pelonggaran kebijakan lebih lanjut. Sentimen negatif terhadap USD juga diperkuat oleh kekhawatiran memburuknya kondisi fiskal AS setelah lolosnya RUU “Big Beautiful Bill” Presiden Donald Trump, yang diperkirakan akan meningkatkan beban utang AS secara signifikan. Sementara itu, Pound Sterling (GBP) tetap diuntungkan oleh ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan mendatang pada 18 Juni, menunda langkah penurunan lebih lanjut demi memantau perkembangan inflasi dan pertumbuhan ekonomi domestik. Namun, sentimen risiko yang memburuk akibat pernyataan Trump tentang komitmen China dalam perjanjian dagang, serta ketegangan geopolitik di Rusia-Ukraina dan Timur Tengah, membatasi pelemahan Dolar AS lebih lanjut. Fokus pasar kini akan tertuju pada rilis data ekonomi utama AS, termasuk ISM Manufacturing PMI dan pidato Ketua Fed Jerome Powell, yang akan menjadi pendorong arah pergerakan GBP/USD dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 1.3420 dan resistance terdekatnya di zona 1.3520.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.6001. Pasangan Dollar Kiwi menguat seiring Dolar AS (USD) yang mulai menghapus sebagian pelemahannya menjelang rilis data inflasi PCE AS bulan April. Dolar AS mendapat tekanan di sesi sebelumnya setelah pengadilan federal AS menghentikan sementara putusan pengadilan dagang yang membatalkan sebagian besar tarif impor yang diberlakukan sejak 2 April. Keputusan ini memicu kembali sentimen "sell America" yang telah mendorong Indeks Dolar AS turun sekitar 3,5% dalam dua bulan terakhir. Namun, menjelang rilis data inflasi PCE, Dolar AS mendapatkan dukungan dari aksi penutupan posisi short (short covering), sehingga membatasi kenaikan NZDUSD lebih lanjut. Sementara itu, data dari Selandia Baru gagal mendukung penguatan Kiwi. Survei sentimen bisnis yang dirilis pada Kamis mencatatkan pelemahan signifikan ke level terendah dalam 10 bulan terakhir. Selain itu, komentar Gubernur sementara RBNZ, Christian Hawkesby, yang memperingatkan tentang tantangan pertumbuhan ekonomi dalam waktu dekat, menambah tekanan pada NZD. Dalam keputusan terbarunya, RBNZ memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,25%, namun nada kebijakan yang tidak terlalu dovish dibandingkan ekspektasi pasar sempat membantu penguatan Kiwi sebelumnya. Fokus pasar kini beralih ke rilis data inflasi PCE AS yang menjadi acuan kebijakan The Fed, serta potensi data dan pernyataan lanjutan dari RBNZ terkait arah kebijakan moneter. Support terdekatnya di area 0.5950 dan resistance terdekatnya di zona 0.6015.

USDJPY - Pasangan mata uang Yen turun ke zona 143.55. Penurunan kinerja mata uang ini terus melemah di awal pekan ini. Sentimen penguatan Yen didorong oleh kombinasi katalis, termasuk data inflasi Tokyo yang lebih tinggi dari ekspektasi pada bulan Mei, yang semakin mengokohkan harapan pasar bahwa Bank of Japan (BoJ) akan terus menaikkan suku bunga acuannya. Sementara itu, pernyataan dari negosiator perdagangan utama Jepang, Ryosei Akazawa, tentang kemajuan dalam pembicaraan dagang dengan AS juga menambah sentimen positif pada JPY, memberikan dukungan tambahan bagi Yen yang menjadi salah satu aset safe haven utama di tengah ketidakpastian global. Sebaliknya, Dolar AS (USD) terus tertekan setelah data inflasi PCE AS menunjukkan perlambatan ke 2,1% YoY pada bulan April dari 2,3% pada bulan sebelumnya, mengonfirmasi ekspektasi pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuannya pada bulan September. Kelemahan Dolar AS juga diperburuk oleh ketidakpastian kebijakan perdagangan yang dipicu oleh keputusan Trump untuk melipatgandakan tarif baja dan aluminium, serta ketegangan geopolitik yang terus membayangi di Eropa Timur dan Timur Tengah. Fokus pasar kini beralih ke rilis data ekonomi AS penting lainnya di awal pekan ini, termasuk ISM Manufacturing PMI dan pidato Ketua Fed Jerome Powell, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan USDJPY selanjutnya. Support terdekatnya di area 143.05 dan resistance terdekatnya di zona 144.45.

USDCAD - Mata uang Loonie turun ke zona 1.3715. USDCAD terus melemah mendekati awal pekan ini karena Dolar AS (USD) berada di bawah tekanan akibat ketidakpastian fiskal AS dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September mendatang. Data PCE AS yang menunjukkan inflasi inti turun ke 2,5% YoY pada April menegaskan peluang tersebut, sementara kebijakan tarif Presiden Trump menambah sentimen negatif. Di sisi lain, data PDB kuartal pertama Kanada yang naik 2,2% melampaui ekspektasi dan membantu menopang Dolar Kanada (CAD), meski pertumbuhan konsumsi domestik melemah. Dengan kombinasi faktor ini, USDCAD kemungkinan akan tetap tertekan dalam waktu dekat, menunggu isyarat dari data ekonomi dan kebijakan moneter berikutnya. Support terdekatnya di zona 1.3680 dan resistance terdekatnya di zona 1.3760.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8220. Kinerja mata uang Swiss melemah seiring turunnya pergerakan mata uang USD. Sementara itu, Swiss National Bank (SNB) diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya menjadi 0% pada pertemuan kebijakan 19 Juni mendatang, mengakhiri periode kebijakan positif terendah dalam tiga tahun terakhir. Presiden SNB Martin Schlegel menyatakan bahwa mereka siap mempertimbangkan suku bunga negatif jika diperlukan, meskipun hanya sedikit pembuat kebijakan yang melihat peluang tersebut tahun ini. Di sisi lain, para pelaku pasar menantikan rilis data inflasi PCE AS bulan April, data Michigan Consumer Sentiment final, dan Chicago PMI. Jika hasilnya lebih baik dari perkiraan, hal ini bisa mendukung penguatan sementara bagi Dolar AS. Namun, secara keseluruhan, latar belakang ketidakpastian global dan kebijakan moneter SNB yang relatif stabil masih menjadi penopang bagi Franc Swiss. Support terdekatnya di area 0.8190 dan resistance terdekatnya di zona 0.8250.

DATA EKONOMI HARIAN

All Day

NZD

Bank Holiday

-

-

-

6:50am

JPY

Capital Spending q/y

6.4%

3.8%

-0.2%

7:00am

USD

FOMC Member Waller Speaks

-

-

-

All Day

CNY

Bank Holiday

-

-

-

7:30am

JPY

Final Manufacturing PMI

49.4

49

49

8:00am

AUD

MI Inflation Gauge m/m

-0.4%

-

0.6%

8:30am

AUD

ANZ Job Advertisements m/m

-1.2%

-

-0.3%

1:00pm

GBP

Nationwide HPI m/m

-

0.0%

-0.6%

All Day

EUR

Italian Bank Holiday

-

-

-

1:30pm

AUD

Commodity Prices y/y

-

-

-6.1%

1:30pm

CHF

Retail Sales y/y

-

2.5%

2.2%

2:00pm

CHF

GDP q/q

-

0.4%

0.2%

2:15pm

EUR

Spanish Manufacturing PMI

-

48.3

48.1

2:30pm

CHF

Manufacturing PMI

-

48.1

45.8

2:45pm

EUR

Italian Manufacturing PMI

-

49.5

49.3

2:50pm

EUR

French Final Manufacturing PMI

-

49.5

49.5

2:55pm

EUR

German Final Manufacturing PMI

-

48.8

48.8

3:00pm

EUR

Final Manufacturing PMI

-

49.4

49.4

3:30pm

GBP

Final Manufacturing PMI

-

45.1

45.1

3:30pm

GBP

M4 Money Supply m/m

-

0.2%

0.3%

3:30pm

GBP

Mortgage Approvals

-

65K

64K

3:30pm

GBP

Net Lending to Individuals m/m

-

2.8B

13.8B

8:30pm

CAD

Manufacturing PMI

-

-

45.3

8:45pm

USD

Final Manufacturing PMI

-

52.3

52.3

9:00pm

USD

ISM Manufacturing PMI

-

49.3

48.7

9:00pm

USD

ISM Manufacturing Prices

-

70.2

69.8

9:00pm

USD

Construction Spending m/m

-

0.4%

-0.5%

9:15pm

USD

FOMC Member Logan Speaks

-

-

-

11:45pm

USD

FOMC Member Goolsbee Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788