Home
>
News
>
Publication
>
Penguatan Aussie di Tengah Pelemahan Dolar AS dan Dukungan Data China
Penguatan Aussie di Tengah Pelemahan Dolar AS dan Dukungan Data China
Tuesday, 20 January 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1632

0.12%

GBPUSD

1.3410

0.12%

AUDUSD

0.6706

0.13%

NZDUSD

0.5788

0.33%

USDJPY

158.13

-0.18%

USDCHF

0.7984

-0.15%

USDCAD

1.3878

-0.13%

GOLDUD

4668.57

0.16%

USD/IDR

16,930

0.00%

Fokus AUD/USD:

  1. Kinerja DXY melemah ke zona 99.01
  2. Data ekonomi China solid

Selasa, 20 Januari 2026 – Dolar Australia dibuka di 0.6706 dan menguat 0.13%. AUD/USD bergerak menguat seiring melemahnya Dolar AS di awal pekan, di tengah rendahnya likuiditas akibat libur panjang di Amerika Serikat. Pelemahan Dolar dipicu meningkatnya ketidakpastian geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump kembali memanaskan tensi perdagangan dengan Uni Eropa dan Inggris melalui ancaman tarif baru. Sentimen risiko global cenderung berhati-hati, namun justru membebani Dolar sebagai mata uang safe haven, seiring kekhawatiran bahwa konflik dagang yang meluas dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi AS itu sendiri. Penurunan Indeks Dolar AS (DXY) ke kisaran 99,20 mencerminkan berkurangnya minat pasar terhadap Greenback dalam jangka pendek.

Dari sisi eksternal, Dolar Australia turut mendapatkan dukungan dari rilis data ekonomi China yang relatif solid, meskipun tidak sepenuhnya konsisten. Produk Domestik Bruto (PDB) China kuartal IV 2025 tumbuh 1,2% secara kuartalan, melampaui ekspektasi pasar, sementara pertumbuhan tahunan tercatat 4,5%, lebih baik dari perkiraan meski sedikit melambat dari kuartal sebelumnya. Produksi industri yang meningkat menunjukkan aktivitas manufaktur masih cukup resilien, didukung sektor ekspor. Namun, pelemahan penjualan ritel dan kontraksi investasi aset tetap mencerminkan bahwa pemulihan permintaan domestik China masih rapuh. Mengingat eratnya hubungan dagang Australia–China, kombinasi data tersebut memberikan dorongan moderat bagi AUD, meski belum cukup kuat untuk mendorong reli yang agresif.

Dari dalam negeri Australia, ekspektasi kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA) menjadi faktor penopang tambahan bagi AUD. Kenaikan TD-MI Inflation Gauge ke level 3,5% secara tahunan serta lonjakan inflasi bulanan menegaskan bahwa tekanan harga kembali meningkat, mempersempit ruang pelonggaran kebijakan dalam waktu dekat. RBA diperkirakan akan mempertahankan sikap hati-hati, dengan inflasi yang masih berada di atas target 2–3% sebagai justifikasi untuk mempertahankan suku bunga lebih lama. Di sisi lain, pasar juga mencermati data ketenagakerjaan Australia yang akan dirilis pekan ini, yang berpotensi mempengaruhi ekspektasi arah kebijakan selanjutnya. Secara keseluruhan, AUD/USD berpeluang tetap bertahan relatif kuat selama tekanan terhadap Dolar AS berlanjut, meskipun ruang penguatan diperkirakan terbatas oleh ketidakpastian global dan kehati-hatian menjelang rilis data ekonomi utama.

Sentimen positif ringan masih terlihat, dengan support terdekat di 0.6675 dan resistance di 0.6745.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1632 dan menguat 0.12%. EUR/USD menguat signifikan seiring memburuknya sentimen terhadap Dolar AS setelah Presiden Donald Trump meningkatkan eskalasi konflik dagang dengan Eropa terkait isu Greenland. Ancaman tarif terhadap sejumlah negara Uni Eropa dan Inggris memicu kekhawatiran akan perang dagang lintas Atlantik yang lebih luas, menghidupkan kembali ketidakpastian kebijakan yang selama ini menjadi kelemahan struktural AS. Dalam kondisi ini, pasar mulai mempertanyakan kembali posisi Dolar AS sebagai safe haven utama, karena sumber risiko justru berasal dari kebijakan Washington sendiri. Dari sisi Eropa, Euro mendapatkan dukungan relatif dari stabilitas kebijakan dan respons institusional yang terkoordinasi. Data inflasi Zona Euro yang turun di bawah target ECB memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan dipertahankan, memberikan kepastian arah kebijakan moneter. Di tengah ketegangan global, kepastian ini menjadi nilai tambah bagi Euro. Sikap tegas Uni Eropa yang menyiapkan langkah balasan juga memperkuat persepsi bahwa kawasan tersebut tidak berada dalam posisi defensif, sehingga EUR relatif lebih resilien dibanding USD. Penguatan masih terbatas, dengan support terdekat di 1.1605 dan resistance di 1.1670.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3410 dan naik 0.12%. GBP/USD bergerak naik terutama akibat aksi jual Dolar AS secara luas, bukan karena kekuatan fundamental Inggris yang dominan. Ancaman tarif AS terhadap Inggris menempatkan Sterling dalam pusaran konflik geopolitik, namun reaksi pasar justru menunjukkan bahwa investor lebih fokus pada dampak negatif kebijakan tersebut terhadap AS sendiri. Ketidakpastian kebijakan perdagangan AS, dikombinasikan dengan potensi pembalasan dari Eropa dan Inggris, meningkatkan premi risiko terhadap USD dan mendorong pergeseran arus modal ke mata uang non-AS. Di sisi domestik, Inggris masih menghadapi tantangan dari perlambatan ekonomi dan ketidakpastian arah kebijakan Bank of England. Namun, pasar menilai bahwa risiko kebijakan Inggris saat ini lebih “terukur” dibanding AS. Dengan agenda data tenaga kerja dan inflasi yang padat, Sterling menjadi sensitif terhadap ekspektasi kebijakan BoE, tetapi selama tekanan utama datang dari sisi USD, GBP/USD memiliki ruang untuk bertahan dan bahkan menguat secara relatif. Pergerakan cenderung stabil, dengan support di 1.3375 dan resistance terdekat di 1.3460.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5788 dan menguat 0.33%. NZD/USD menguat dengan latar belakang kombinasi faktor eksternal yang mendukung. Data ekonomi China yang menunjukkan pertumbuhan masih sesuai target pemerintah membantu menenangkan kekhawatiran pasar terhadap perlambatan tajam. Mengingat ketergantungan Selandia Baru terhadap China sebagai mitra dagang utama, stabilitas ekonomi China menjadi penopang penting bagi Dolar Selandia Baru. Meskipun pertumbuhan kuartalan melambat, kinerja ekspor China yang solid memberikan sinyal bahwa permintaan regional masih bertahan. Selain faktor China, tekanan terhadap USD akibat meningkatnya risiko politik AS memperkuat narasi “Sell America”. Investor mulai menilai bahwa ketidakpastian kebijakan AS bersifat berulang dan struktural, bukan sementara. Dalam konteks ini, mata uang berimbal hasil relatif tinggi seperti NZD menjadi alternatif, meskipun sentimen risiko global tidak sepenuhnya kondusif. Selama tekanan terhadap USD berlanjut, NZD/USD cenderung mendapatkan dukungan fundamental. Momentum penguatan masih terjaga, dengan support di 0.5755 dan resistance terdekat di 0.5825.

USDJPY – Yen Jepang menguat terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 158.13 dan turun -0.18%. USD/JPY melemah karena kombinasi pelemahan USD dan meningkatnya permintaan terhadap Yen Jepang sebagai aset lindung nilai. Konflik AS–Eropa yang dipicu kebijakan tarif Trump telah menciptakan lingkungan global yang defensif, di mana investor mencari perlindungan di mata uang dengan stabilitas eksternal yang kuat. Dalam konteks ini, Yen kembali menarik meskipun Jepang menghadapi tantangan fiskal dan politik domestik. Di sisi lain, spekulasi mengenai potensi penyesuaian kebijakan Bank of Japan turut membantu menopang Yen. Pernyataan pejabat Jepang yang menegaskan kesiapan menjaga stabilitas nilai tukar memperkuat kepercayaan pasar. Sementara itu, USD kehilangan keunggulan karena sumber risiko global berasal dari AS sendiri, membuat USD/JPY cenderung tertekan selama ketegangan geopolitik dan perdagangan belum mereda. Tekanan turun masih terbatas, dengan support terdekat di 157.60 dan resistance di 159.00.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7984 dan melemah -0.15%. USD/CHF melemah tajam karena meningkatnya arus masuk ke Swiss Franc sebagai aset lindung nilai. Ketegangan AS–Eropa terkait Greenland memicu kekhawatiran akan konflik dagang yang lebih luas dan berkepanjangan. Dalam kondisi seperti ini, Franc Swiss kembali dipandang sebagai mata uang dengan risiko politik rendah dan kredibilitas institusional tinggi. Selain itu, penggunaan tarif sebagai alat kebijakan luar negeri oleh AS semakin mengikis kepercayaan terhadap USD sebagai safe haven global. Investor menilai bahwa ketidakpastian kebijakan AS bersifat sistemik, mendorong diversifikasi ke aset defensif alternatif seperti CHF. Selama ketegangan geopolitik dan kebijakan perdagangan AS tetap tinggi, USD/CHF cenderung berada di bawah tekanan fundamental. Tekanan jual masih mendominasi, dengan support di 0.7955 dan resistance terdekat di 0.8020.

USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3878 dan turun -0.13%. USD/CAD bergerak turun seiring melemahnya Dolar AS secara luas akibat meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan dan geopolitik. Ancaman tarif terhadap Eropa memperburuk persepsi terhadap prospek ekonomi AS, mendorong investor mengurangi eksposur USD. Dalam situasi ini, Dolar Kanada mendapatkan keuntungan relatif, terutama karena stabilitas fundamental domestik yang lebih terjaga. Selain itu, harga minyak yang stabil memberikan dukungan tambahan bagi CAD, mengingat peran penting sektor energi dalam perekonomian Kanada. Data inflasi Kanada yang menunjukkan tekanan harga tahunan masih relatif tinggi membuat Bank of Canada cenderung berhati-hati, menciptakan lingkungan kebijakan yang stabil. Perpaduan antara pelemahan USD dan fundamental Kanada yang relatif solid membuat USD/CAD berada dalam tekanan. Pergerakan cenderung konsolidatif, dengan support terdekat di 1.3845 dan resistance di 1.3920.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:30am

NZD

BusinessNZ Services Index

51.5

-

47.2

8:00am

CNY

1-y Loan Prime Rate

3.0%

3.0%

3.0%

8:00am

CNY

5-y Loan Prime Rate

3.5%

3.5%

3.5%

2:00pm

EUR

German PPI m/m

-

-0.2%

0.0%

2:00pm

GBP

Claimant Count Change

-

15.6K

20.1K

2:00pm

GBP

Average Earnings Index 3m/y

-

4.6%

4.7%

2:00pm

GBP

Unemployment Rate

-

5.1%

5.1%

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-7.5%

2:30pm

CHF

PPI m/m

-

-0.2%

-0.5%

4:00pm

EUR

Current Account

-

20.3B

25.7B

Day 2

All

WEF Annual Meetings

-

-

-

4:45pm

GBP

BOE Gov Bailey Speaks

-

-

-

5:00pm

EUR

German ZEW Economic Sentiment

-

50

45.8

5:00pm

EUR

ZEW Economic Sentiment

-

36.7

33.7

All Day

EUR

ECOFIN Meetings

-

-

-

Tentative

USD

ADP Weekly Employment Change

-

-

11.8K

Tentative

NZD

GDT Price Index

-

-

6.30%

11:30pm

CHF

SNB Chairman Schlegel Speaks

-

-

-

11:30pm

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788