Home
>
News
>
Publication
>
Penguatan AUD Berlanjut Didukung Data PMI
Penguatan AUD Berlanjut Didukung Data PMI
Thursday, 23 April 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1705

0.05%

GBPUSD

1.3504

-0.01%

AUDUSD

0.7158

-0.06%

NZDUSD

0.5909

-0.12%

USDJPY

159.49

-0.09%

USDCHF

0.7843

0.01%

USDCAD

1.3669

-0.02%

GOLDUD

4741.96

-0.33%

USD/IDR

17,170

0.30%

Fokus:

  1. Perpanjangan gencatan senjata AS–Iran mendorong sentimen risk-on dan menopang penguatan dolar Australia.
  2. Perbaikan data PMI Australia memperkuat prospek ekonomi, namun risiko geopolitik masih membatasi kenaikan lebih lanjut.



AUDUSD
Kamis, 23 April 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak di kisaran 0,7154. Penguatan dolar Australia terjadi setelah keputusan Presiden AS untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik. Kondisi ini mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang berbasis komoditas seperti AUD.

Perpanjangan gencatan senjata tersebut dilaporkan dilakukan atas permintaan Pakistan, sembari menunggu proposal kesepakatan yang lebih komprehensif dari pihak Iran. Langkah ini membantu menekan kekhawatiran lonjakan harga energi yang sebelumnya sempat meningkat akibat risiko gangguan pasokan. Meredanya tekanan ini menjadi katalis positif bagi pergerakan AUD terhadap USD dalam jangka pendek.

Namun demikian, ketegangan geopolitik belum sepenuhnya hilang. Iran masih mempertahankan kontrol ketat atas Selat Hormuz dan menunjukkan sikap tegas terhadap pelanggaran gencatan senjata oleh pihak AS dan sekutunya. Risiko konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah tetap berpotensi mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS, yang bisa membatasi penguatan AUD/USD.

Dari sisi domestik Australia, data PMI terbaru menunjukkan perbaikan aktivitas ekonomi. Indeks manufaktur naik ke 51,0 dari sebelumnya 49,8, sementara sektor jasa meningkat ke 50,3 dari 46,3, mendorong PMI komposit kembali ke zona ekspansi di 50,1. Data ini memberikan sinyal pemulihan ekonomi yang dapat menopang kinerja AUD. Ke depan, arah pergerakan pasangan ini juga akan dipengaruhi oleh rilis PMI AS serta dinamika sentimen global. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 0.7120, sementara resistance berada di area 0.7180.

EURUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 1,1711 pada sesi Asia Kamis, didorong oleh meningkatnya selera risiko pasar. Penguatan euro terjadi setelah keputusan Presiden AS untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, yang meredakan kekhawatiran konflik lebih luas. Pelaku pasar kini menantikan rilis awal data S&P Global PMI sebagai indikator arah aktivitas ekonomi global dalam jangka pendek.

Sentimen positif tersebut muncul setelah laporan bahwa Amerika Serikat memperpanjang gencatan senjata atas permintaan Pakistan sambil menunggu proposal terpadu dari Iran. Kondisi ini sempat meredakan lonjakan harga energi yang sebelumnya dipicu oleh kekhawatiran gangguan pasokan. Meski demikian, risiko geopolitik belum sepenuhnya mereda, mengingat Iran masih mengontrol ketat Selat Hormuz dan meningkatkan ketegangan melalui aksi militer terhadap kapal yang melintas.

Di sisi lain, kebijakan moneter Eropa juga turut menjadi perhatian. Bank Sentral Eropa diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan April, dengan sejumlah pejabat menilai masih ada ruang untuk menunggu perkembangan lebih lanjut. Namun, pasar mulai mengantisipasi potensi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertengahan tahun, terutama untuk merespons tekanan inflasi yang dipicu oleh sektor energi. Pasangan mata uang ibni memiliki support di area 1.1680, sementara resistance berada di area 1.1740.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1,3502. Dari sisi Inggris, data inflasi Maret mencatat kenaikan 0,7% secara bulanan, sedikit di atas ekspektasi, dengan inflasi tahunan naik ke 3,3%. Namun, inflasi inti justru melandai ke 3,1%, sehingga meredam ekspektasi pengetatan kebijakan yang lebih agresif. Ke depan, pasar juga menyoroti potensi pelemahan aktivitas ekonomi, tercermin dari proyeksi PMI manufaktur dan komposit yang diperkirakan turun ke area kontraksi, serta penurunan kepercayaan konsumen.

Dari sisi Amerika Serikat, pelaku pasar menantikan rilis PMI yang diperkirakan menunjukkan sektor jasa kembali ke ambang ekspansi di level 50, sementara sektor manufaktur bertahan di sekitar 52,5. Selain itu, klaim pengangguran awal diproyeksikan naik ke 212 ribu, serta survei sentimen konsumen yang diperkirakan stabil dengan ekspektasi inflasi satu tahun di kisaran 4,8%. Kombinasi data ini, ditambah ketidakpastian geopolitik dan harga energi, menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pergerakan dolar AS dan pasangan GBP/USD. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 1.3480, sementara resistance berada di area 1.3530.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini dibuka di area 0,5909 bergerak menguat apabila dibandingkan dengan pembukaan hari sebelumnya area 0,5893. Kenaikan ini didorong oleh melemahnya dolar AS seiring berkurangnya permintaan terhadap aset safe haven, setelah keputusan Amerika Serikat memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Dari sisi Selandia Baru, sentimen domestik relatif beragam. Dukungan terhadap perjanjian perdagangan bebas India–Selandia Baru memberikan prospek positif bagi perdagangan jangka panjang, namun hal ini diimbangi oleh revisi outlook kredit menjadi negatif oleh lembaga pemeringkat, yang mencerminkan kekhawatiran terhadap ketidakpastian ekonomi global.

Sementara itu, dari sisi Amerika Serikat, meredanya kekhawatiran konflik sempat menekan dolar AS, meskipun risiko geopolitik masih tinggi. Iran tetap mengendalikan Selat Hormuz dan menunjukkan sikap tegas terhadap pelanggaran gencatan senjata, yang berpotensi kembali memicu permintaan safe haven jika eskalasi meningkat. Selain itu, pelaku pasar juga menantikan rilis data ekonomi AS, termasuk PMI, yang akan menjadi indikator arah pertumbuhan dan memengaruhi pergerakan dolar dalam jangka pendek. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 0.5880, sementara resistance berada di area 0.5940.

USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak relatif stabil di kisaran 159,50 pada perdagangan terbaru, mencerminkan fase konsolidasi dalam rentang sempit. Dari sisi Jepang, data neraca perdagangan Maret mencatat surplus sebesar ¥667 miliar, lebih rendah dari ekspektasi akibat lonjakan impor yang mencapai 10,9% secara tahunan, terutama dipicu oleh kenaikan harga energi. Meskipun ekspor tumbuh solid sebesar 11,7%, tingginya harga minyak akibat ketegangan di Selat Hormuz meningkatkan beban impor energi dan menekan yen. Ke depan, pasar juga menantikan rilis inflasi nasional Jepang, di mana inflasi inti diperkirakan naik ke 1,8%, yang berpotensi memperkuat spekulasi pengetatan kebijakan oleh Bank of Japan.

Dari sisi Amerika Serikat, perhatian pasar tertuju pada rilis data klaim pengangguran awal yang diperkirakan naik ke 212 ribu, serta data PMI yang menunjukkan sektor jasa berpotensi kembali ke ambang ekspansi di level 50 dan manufaktur bertahan di sekitar 52,5. Selain itu, survei sentimen konsumen dari University of Michigan diproyeksikan menunjukkan ekspektasi inflasi tetap tinggi di kisaran 4,8%. Kombinasi data ekonomi ini, bersama perkembangan harga minyak dan dinamika geopolitik, akan menjadi faktor utama yang memengaruhi arah dolar AS dan pergerakan USD/JPY dalam jangka pendek. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 159.00, sementara resistance berada di area 159.80.

USDCHF - Pasangan mata uang ini menguat dan diperdagangkan di kisaran 0,7844, meskipun pergerakan harga masih cenderung terbatas dalam rentang mingguan. Penguatan dolar AS terjadi di tengah sentimen pasar yang berhati-hati, seiring meredanya harapan penyelesaian cepat konflik antara AS dan Iran. Keputusan Presiden AS untuk memperpanjang batas waktu gencatan senjata tidak sepenuhnya meredakan ketegangan, terutama karena Iran menolak langkah tersebut dan menilai blokade pelabuhan sebagai tindakan agresif. Kondisi ini menjaga permintaan terhadap dolar AS tetap solid.

Dari sisi fundamental AS, data penjualan ritel yang lebih kuat dari perkiraan turut meningkatkan kepercayaan terhadap prospek ekonomi. Selain itu, pernyataan calon Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, yang menegaskan tidak ada komitmen kebijakan moneter tertentu kepada pemerintah, dipandang bernuansa hawkish dan memberikan tambahan dukungan bagi dolar AS. Kombinasi faktor ini membuat USD tetap bertahan kuat terhadap franc Swiss, meskipun pergerakan masih dalam fase konsolidasi. Pasangan mata uang ini memiliki support di area  0,7810, sementara resistance berada di area  0,7880.

USDCAD - Pasangan USD/CAD sedikit melemah dari level tertinggi tiga hari yang sempat dicapai pada sesi Asia Kamis, meskipun penurunannya masih terbatas akibat campuran sentimen fundamental. Perpanjangan sementara gencatan senjata antara AS dan Iran belum sepenuhnya meredakan ketegangan, terutama karena konflik di sekitar Selat Hormuz masih berlangsung. Kondisi ini tetap menopang dolar AS sebagai aset safe haven, sementara kenaikan harga minyak dunia memberikan dukungan terhadap dolar Kanada sebagai mata uang berbasis komoditas, sehingga menahan pergerakan USD/CAD.

Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu, sekaligus menegaskan bahwa blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran tetap diberlakukan. Di sisi lain, Iran mensyaratkan pencabutan blokade tersebut sebagai prasyarat untuk melanjutkan negosiasi. Ketegangan meningkat setelah Garda Revolusi Iran dilaporkan menembaki beberapa kapal dan menyita lainnya di Selat Hormuz. Situasi ini menjaga risiko geopolitik tetap tinggi dan membantu dolar AS mempertahankan penguatannya dalam beberapa hari terakhir.

Namun demikian, penguatan dolar AS cenderung terbatas seiring meredanya ekspektasi kebijakan hawkish dari Federal Reserve dan meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga pada akhir tahun. Sebaliknya, pasar mulai mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Bank of Canada, sementara kenaikan harga minyak selama beberapa hari terakhir turut memperkuat dolar Kanada. Ke depan, pelaku pasar akan mencermati data ekonomi AS seperti klaim pengangguran mingguan dan PMI, yang bersama pergerakan harga minyak serta dinamika geopolitik, akan menjadi penentu arah USD/CAD selanjutnya. Pasangan mata uang ini memiliki support di area 1.3630, sementara resistance berada di area 1.3700.




DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:30am

EUR

ECB President Lagarde Speaks

 

 

 

2:15pm

EUR

French Flash Manufacturing PMI

 

49.5

50

2:15pm

EUR

French Flash Services PMI

 

48.5

48.8

2:30pm

EUR

German Flash Manufacturing PMI

 

51.4

52.2

2:30pm

EUR

German Flash Services PMI

 

50.4

50.9

3:30pm

GBP

Flash Manufacturing PMI

 

50.3

51

3:30pm

GBP

Flash Services PMI

 

50

50.5

7:30pm

USD

Unemployment Claims

 

211K

207K

8:45pm

USD

Flash Manufacturing PMI

 

52.5

52.3

8:45pm

USD

Flash Services PMI

 

50.5

49.8

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788