Home
>
News
>
Publication
>
Pemotongan Suku Bunga RBNZ Bawa NZDUSD Terjatuh
Pemotongan Suku Bunga RBNZ Bawa NZDUSD Terjatuh
Wednesday, 19 February 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0451

-0.10%

GBPUSD

1.2639

-0.29%

AUDUSD

0.6355

-0.19%

NZDUSD

0.5703

-0.47%

USDJPY

151.74

0.20%

USDCHF

0.9017

0.28%

USDCAD

1.4185

0.08%

GOLDUD

2928.2

0.33%

USD/IDR

16215

0.33%

Fokus NZDUSD:

  1. Suku bunga RBNZ berada pada level 3,75%
  2. DXY menguat ke zona 107.00

Rabu, 19 Februari 2025 - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5702. Performa dari pasangan mata uang ini mengalami tekanan imbas Keputusan terbaru dari RBNZ. Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) kembali memangkas suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin menjadi 3,75% dalam pertemuan kebijakan terbaru. Pemangkasan ini telah sesuai dengan ekspektasi pasar dan menjadi langkah keempat berturut-turut dalam upaya merangsang perekonomian yang masih lesu. Dengan inflasi yang mulai moderat, RBNZ memiliki ruang lebih untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter, sebagaimana tercermin dalam proyeksi suku bunga yang diperkirakan turun ke 3,4% pada kuartal kedua 2025 dan 3,1% di akhir tahun. Namun, ketidakpastian global, terutama terkait kebijakan tarif perdagangan, masih menjadi risiko yang dapat mempengaruhi arah kebijakan selanjutnya.

Keputusan RBNZ ini memberikan tekanan tambahan terhadap Dolar Selandia Baru (NZD), dengan pasangan mata uang NZDUSD mengalami pelemahan dalam dua hari berturut-turut. Pemangkasan suku bunga ini memperlebar selisih imbal hasil dengan Dolar AS, yang membuat NZD cenderung kurang menarik bagi investor. Ditambah dengan ekspektasi bahwa RBNZ akan terus melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga hingga 2025, mata uang Kiwi semakin tertekan. Gubernur RBNZ Adrian Orr menyampaikan pernyataan yang telah disiapkan mengenai pernyataan kebijakan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan media pada konferensi pers setelah pertemuan. Orr mengatakan bahwa jalur OCR memperkirakan penurunan 50 bps pada pertengahan tahun, kemungkinan sekitar bulan Juli, dalam dua kali kenaikan 25 bps. Perekonomian memiliki kapasitas cadangan yang cukup besar, sehingga penurunan suku bunga di bulan April dan Mei adalah tepat

Sementara itu, Dolar AS (USD) terdukung oleh komentar dari salah satu pejabat The Fed. Gubernur The Fed Christopher Waller menegaskan bahwa "jeda dalam pemotongan suku bunga adalah langkah yang tepat," mengingat data ekonomi AS belum mendukung pelonggaran kebijakan moneter. Dengan ekspansi tenaga kerja yang masih solid dan indeks manufaktur yang meningkat, The Fed diperkirakan akan tetap mempertahankan kebijakan ketatnya lebih lama, yang semakin membebani NZDUSD USD. Ke depan, investor akan mencermati risalah pertemuan FOMC serta data perumahan AS untuk petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS.

Harga pada pasangan mata uang NZDUSD naik. Support terdekatnya di area 0.5664 dan resistance terdekatnya di zona 0.5736. Support lanjutan di zona 0.5615 dan dilanjutkan ke zona 0.5580. Resistance lanjutan di zona 0.5766 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.5795.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0448. Kinerja pasangan mata uang EURUSD mengalami pelemahan setelah gagal menembus level psikologis 1.0500 dalam dua hari perdagangan terakhir. Sentimen terhadap Euro tertekan akibat kekhawatiran atas dampak tarif impor mobil yang direncanakan oleh Presiden AS Donald Trump, yang dapat memperburuk prospek ekonomi Jerman. Bundesbank memperkirakan output ekonomi Jerman akan lebih rendah 1,5% dari perkiraan sebelumnya pada 2027 akibat kebijakan proteksionisme ini. Selain itu, ekspektasi pasar bahwa European Central Bank (ECB) akan memangkas suku bunga tiga kali lagi pada tahun ini semakin membatasi potensi kenaikan Euro, terutama di tengah inflasi yang berisiko turun di bawah target 2%. Sementara itu, Dolar AS tetap kuat didukung oleh pernyataan pejabat Federal Reserve (The Fed) yang mengisyaratkan bahwa bank sentral masih enggan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.  Support terdekatnya di zona 1.0412 dan resistance terdekatnya di zona 1.0482.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2613. Lemahnya kinerja mata uang Poundsterling terjadi meskipun data ketenagakerjaan Inggris menunjukkan kekuatan. Tingkat pengangguran tetap stabil di 4,4% pada kuartal keempat, sementara pertumbuhan upah melonjak 5,9%, melampaui ekspektasi. Meski ini bisa mendorong daya beli dan konsumsi, kekhawatiran inflasi membuat Bank of England (BoE) berpotensi menahan suku bunga lebih lama. Namun, ketidakpastian bertambah karena pasar menanti data inflasi Inggris, yang akan menjadi penentu arah kebijakan berikutnya. Sementara itu, tekanan jual pada GBPUSD meningkat seiring penguatan Dolar AS, yang didukung oleh komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve. Support terdekatnya di area 1.2573 dan resistance terdekatnya di zona 1.2656.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6351. Pasangan Aussie mengalami pelemahan selama dua hari berturut-turut setelah keputusan Reserve Bank of Australia (RBA) untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,10%. Meskipun pemangkasan ini telah diprediksi, pernyataan Gubernur RBA Michele Bullock yang menegaskan bahwa inflasi masih menjadi tantangan membuat pasar ragu terhadap potensi pelonggaran lebih lanjut dalam waktu dekat. Selain itu, data pertumbuhan upah yang melambat hanya naik 3,2% secara tahunan, tingkat terendah sejak Q3 2022 dan menambah tekanan bagi mata uang Australia. Ketidakpastian kebijakan perdagangan global, terutama ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump, semakin memperburuk sentimen terhadap AUD. Sementara itu, Dolar AS terus menguat dengan Indeks Dollar (DXY) kembali menembus level 107, didukung oleh pernyataan hawkish dari pejabat Federal Reserve (The Fed).  Support terdekatnya di zona 0.6328 dan resistance terdekatnya di zona 0.6374.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 152.18. Pasangan USDJPY terus menguat, didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan ketidakpastian kebijakan perdagangan AS-Jepang. Data perdagangan Jepang terbaru menunjukkan bahwa neraca perdagangan negara tersebut diperkirakan beralih dari surplus ¥130,9 miliar menjadi defisit ¥1.200 miliar. Meskipun ekspor diperkirakan meningkat 7,9% secara tahunan di Januari, defisit perdagangan yang membesar dapat meningkatkan tekanan terhadap yen. Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) masih menjadi faktor utama yang diawasi pasar, terutama dengan pernyataan anggota dewan BoJ, Hajime Takata, yang menegaskan perlunya pergeseran kebijakan secara bertahap untuk menghindari risiko inflasi yang lebih tinggi. Support terdekatnya di area 151.45 dan resistance terdekatnya di zona 152.75

USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4186. Naiknya kinerja mata uang ini didukung oleh sentimen hawkish dari pejabat Federal Reserve (The Fed) dan ekspektasi pasar terhadap risalah FOMC yang akan dirilis. Meskipun data inflasi Kanada menunjukkan kenaikan CPI tahunan ke 1,9% pada Januari, serta lonjakan inflasi inti Bank of Canada (BoC) ke 2,1%, pasar mulai mengurangi spekulasi pemangkasan suku bunga BoC pada Maret, dengan probabilitas tetapnya suku bunga naik menjadi 63%. Sementara itu, pejabat The Fed seperti Mary Daly dan Patrick Harker menegaskan bahwa ketidakpastian masih tinggi terkait pemangkasan suku bunga tahun ini, terutama karena inflasi AS yang masih bertahan di level tinggi. Dengan investor yang terus mencermati komentar lebih lanjut dari pejabat The Fed, dolar AS berpotensi mempertahankan momentumnya, mendorong USD/CAD lebih tinggi dalam waktu dekat. Support terdekatnya di zona 1.4177 dan resistance terdekatnya di zona 1.4213.

USDCHF- Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.9036. Pasangan USDCHF menguat dalam sesi perdagangan Eropa pada Selasa, didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga dalam kisaran 4,25%-4,50% untuk jangka waktu yang lebih lama. Pernyataan hawkish dari beberapa pejabat The Fed semakin memperkuat Dolar AS, sementara meredanya kekhawatiran pasar terhadap penerapan tarif timbal balik oleh Presiden AS Donald Trump memberikan dorongan tambahan bagi Greenback. Di sisi lain, Franc Swiss (CHF) melemah akibat data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, dengan CPI tahunan turun menjadi 0,4% pada Januari dari 0,6% di Desember, yang meningkatkan spekulasi bahwa Swiss National Bank (SNB) dapat melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut. Support terdekatnya di area 0.9014 dan resistance terdekatnya di zona 0.9055.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:00am

USD

FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

4:00am

USD

TIC Long-Term Purchases

72.0B

149.1B

53.2B

4:13am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

4:45am

NZD

PPI Input q/q

-0.9%

1.4%

1.9%

4:45am

NZD

PPI Output q/q

-0.1%

1.1%

1.5%

6:30am

AUD

MI Leading Index m/m

0.1%

-

0.0%

6:50am

JPY

Core Machinery Orders m/m

-1.2%

0.4%

3.4%

6:50am

JPY

Trade Balance

-0.86T

-0.26T

-0.22T

7:30am

AUD

Wage Price Index q/q

0.7%

0.8%

0.9%

8:00am

NZD

Official Cash Rate

3.75%

3.75%

4.25%

8:00am

NZD

RBNZ Monetary Policy Statement

-

-

-

8:00am

NZD

RBNZ Rate Statement

-

-

-

8:30am

CNY

New Home Prices m/m

-0.1%

-

-0.1%

9:00am

NZD

RBNZ Press Conference

-

-

-

9:00am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

2:00pm

GBP

CPI y/y

-

2.8%

2.5%

2:00pm

GBP

Core CPI y/y

-

3.7%

3.2%

2:00pm

GBP

PPI Input m/m

-

0.7%

0.1%

2:00pm

GBP

PPI Output m/m

-

0.2%

0.1%

2:00pm

GBP

RPI y/y

-

3.7%

3.5%

4:00pm

EUR

Current Account

-

30.2B

27.0B

4:30pm

GBP

HPI y/y

-

3.2%

3.3%

Tentative

EUR

EU Economic Forecasts

-

-

-

Tentative

EUR

German 10-y Bond Auction

-

-

2.54|2.8

Tentative

GBP

30-y Bond Auction

-

-

-

Tentative

GBP

BOE Quarterly Bulletin

-

-

-

8:30pm

USD

Building Permits

-

1.46M

1.48M

8:30pm

USD

Housing Starts

-

1.39M

1.50M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788