Home
>
News
>
Publication
>
Peluang Terbuka Lagi bagi Petani Sawit – Tren Positif di Awal November 2025
Peluang Terbuka Lagi bagi Petani Sawit – Tren Positif di Awal November 2025
Wednesday, 05 November 2025

Rabu, 05 November 2025 - Sektor kelapa sawit nasional menunjukkan sinyal perbaikan yang membangkitkan optimisme bagi petani dan pelaku industri. Harga Crude Palm Oil (CPO) kembali bergerak positif, sementara harga Tandan Buah Segar (TBS) di beberapa daerah mulai menampilkan stabilitas sebuah momentum yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat pendapatan dan daya saing.

 

Kenaikan dan Penurunan: Siapa yang Untung, Siapa yang Harus Waspada

Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menetapkan harga referensi CPO per November 2025 sebesar USD 963,75/MT, naik dari USD 963,61/MT di Oktober. 

Namun, pada sisi TBS - khususnya di Provinsi Riau - terjadi penurunan harga untuk periode 5-11 November 2025. Di kelompok umur 9 tahun misalnya, harga ditetapkan di Rp 3.553,84/kg untuk petani plasma. Sedangkan untuk petani swadaya di Riau, harga turun menjadi Rp 3.509,09/kg atau turun sekitar 3,25 % dari periode sebelumnya. 

 

Analisis: Kenapa Bisa Ada Kenaikan dan Penurunan?

  • Pendorong kenaikan CPO: Meningkatnya permintaan biodiesel domestik dan internasional menjadi salah satu faktor. bahwa permintaan biodiesel dan pergeseran musim panen menahan pasokan jangka pendek, menambah sentimen positif. 
  • Penurunan TBS di Riau: Karena penurunan harga CPO dan kernel di tingkat pabrik yang kemudian diteruskan ke petani. Di Riau, disebutkan bahwa harga CPO turun sebesar Rp 483,20/kg dan kernel turun Rp 429,41/kg terkait penetapan harga TBS. 
  • Variasi antarwilayah: Di Sumatra Utara (Sumut), harga TBS untuk periode 29 Oktober - 4 November 2025 mencapai Rp 3.575/kg, juga turun dibanding minggu sebelumnya. 
  • Kebijakan pemerintah: Penetapan harga referensi CPO naik oleh Kemendag, sebagai dasar pengenaan bea keluar dan pungutan ekspor, memberikan sinyal positif bagi produsen nasional. 
  • Faktor musiman dan rantai pasok: Pergeseran musim panen, pengurangan stok di beberapa negara ikut memberi ruang penguatan CPO. 

 

Pergerakan Harga

CPO (referensi nasional) Naik dari USD 963,61/MT ke USD 963,75/MT (+0,014 USD) 

CPO di pasar spot/berjangka (RM) Sekitar +0,3 % menjadi RM 4.100–4.130/ton 

TBS Riau (petani plasma) Turun menjadi Rp 3.553,84/kg 

TBS Riau (petani swadaya) Turun menjadi Rp 3.509,09/kg (~ –3,25 %) 

TBS Sumut Turun menjadi Rp 3.575/kg 

 

Prediksi untuk 5 November 2025

Dengan melihat data dan tren terkini, secara umum dapat diperkirakan bahwa pada tanggal 5 November 2025:

  • Harga CPO akan terus berada pada kisaran stabil hingga sedikit meningkat, kemungkinan bergerak mendekati atau sedikit di atas RM 4.100 per ton, ketika permintaan biodiesel dan ekspor terus menopang.
  • Untuk harga TBS, petani sebaiknya berhati-hati karena fluktuasi masih terjadi — di daerah seperti Riau dan Sumut ada tekanan dari harga pabrik. Namun, secara keseluruhan industri sawit berada pada arah yang positif, sehingga bila pasokan dan rendemen dipertahankan, pendapatan petani dapat pulih.
  • Pemerintah dan pelaku industri diharapkan meningkatkan koordinasi, terutama dalam pengukuran rendemen, transparansi harga, sehingga disparitas antarwilayah bisa dikurangi.

 

Sisi Positif yang Menjadi Fokus

  1. Meski ada penurunan harga TBS di beberapa wilayah, kenaikan atau stabilitas harga CPO memberikan harapan bagi petani untuk jangka menengah - artinya tanaman sawit tetap menjadi komoditas unggulan yang memiliki daya tahan.
  2. Kebijakan pemerintah yang menetapkan harga referensi CPO lebih tinggi menunjukkan adanya dukungan terhadap keberlanjutan industri dan pelaku sawit nasional.
  3. Peluang biodiesel, penggunaan sawit secara domestik dan internasional masih terbuka lebar - ini artinya petani dan pengusaha sawit yang bisa menjaga kualitas, efisiensi, dan keberlanjutan akan memperoleh manfaat jangka panjang.

 

Catatan:

Meski ada dinamika naik-turun, industri sawit Indonesia sedang memasuki fase yang cukup menjanjikan. Kenaikan harga CPO serta kebijakan pemerintah yang mendukung memberikan sinyal kuat bahwa peluang bagi petani masih terbuka. Petani dan pelaku sawit disarankan memanfaatkan momentum ini dengan meningkatkan kualitas panen, memperhatikan rendemen, dan menjaga hubungan baik dengan pabrik. Dengan demikian, ketika pasar kembali menguat, mereka akan siap naik bersama.

 

Penulis : Yohanes Ferdinan Silaen

 

Disclaimer On

“Tulisan ini disusun berdasarkan data pasar, laporan lapangan, dan analisis independen. Informasi disajikan untuk tujuan edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan bisnis atau finansial yang diambil berdasarkan artikel ini. Data dan kebijakan dapat berubah sesuai dinamika pasar dan keputusan pemerintah.”

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788