Home
>
News
>
Publication
>
Pelonggaran Tarif Trump Buat Minyak Kembali Menguat
Pelonggaran Tarif Trump Buat Minyak Kembali Menguat
Thursday, 06 March 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.07860

0.26%

GBPUSD

1.28860

0.15%

AUDUSD

0.63340

0.21%

NZDUSD

0.57210

0.31%

USDJPY

149.320

-0.41%

USDCHF

0.89140

-0.19%

USDCAD

1.43530

-0.24%

GOLDUD

2,916.010

0.24%

COFU

66.39

0.51%

USD/IDR

16,439

-0.79%

Fokus Crude Oil:

  • Trump berikan pengecualian ke beberapa produsen mobil dari tarif 25% atas Kanada dan Meksiko selama satu bulan.
  • AS jatuhkan sanksi baru terhadap 7 anggota senior Houthi karena berpihak pada Iran, kata Departemen Keuangan.

***********************************************************

Kamis, 06 Maret 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bullish didukung oleh keputusan mengejutkan Trump dalam membebaskan penerapan tarif terhadap beberapa produsen mobil, mengisyaratkan potensi meredanya efek perang dagang. Meski demikian, peningkatan stok AS dan produksi OPEC membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Presiden AS Donald Trump akan membebaskan beberapa produsen mobil dari tarif sebesar 25% atas Kanada dan Meksiko selama satu bulan, selama mereka mematuhi aturan perdagangan bebas yang ada, ungkap pernyataan resmi Gedung Putih yang dirilis hari Rabu. Pihak administrasi Trump juga terbuka untuk mendengar tentang produk lain yang harus dibebaskan dari tarif, yang mulai berlaku pada hari Selasa, tambahnya. Selain itu, Trump mungkin akan menghapus tarif 10% atas impor energi Kanada, seperti minyak mentah dan bensin, ungkap sumber yang mengetahui diskusi tersebut.

Turut mendukung harga, Departemen Keuangan AS pada hari Rabu menjatuhkan sanksi terhadap tujuh anggota senior gerakan Houthi Yaman karena berpihak pada Iran. Ketujuh orang itu dituding menyelundupkan barang-barang kelas militer dan sistem persenjataan ke wilayah Yaman yang dikuasai Houthi dan bernegosiasi untuk membeli senjata dari Rusia. Tindakan tersebut memicu kekhawatiran dapat membuat situasi geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat.

Sementara itu, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA menunjukkan stok minyak mentah AS melonjak naik sebesar 3,6 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 28 Februari. Kenaikan tersebut jauh melebihi ekspektasi awal yang memperkirakan peningkatan stok sebesar 900.000 barel. Laporan EIA itu mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS.

Masih dari sisi pasokan, produksi minyak OPEC bulan Februari mencapai 26,74 juta bph atau naik 170.000 bph dari bulan Januari, dengan peningkatan terbesar dari Iran dan Nigeria, ungkap survei terbaru Reuters pada hari Rabu. Selain itu, produksi di dua anggota produsen terbesar OPEC, Arab Saudi dan Irak, hampir mendekati target kuota yang disepakati.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $69 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $64 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - Trade Balance

 

$-127.4B

$-98.4B

20:30

USA - Initial Jobless Claims

 

235K

242K

20:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1880K

1862K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788