Home
>
News
>
Publication
>
Pelonggaran Bertahap RBNZ Topang Sentimen Positif Kiwi
Pelonggaran Bertahap RBNZ Topang Sentimen Positif Kiwi
Wednesday, 28 May 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1326

-0.09%

GBPUSD

1.3502

-0.07%

AUDUSD

0.6441

-0.19%

NZDUSD

0.5946

0.54%

USDJPY

144.32

0.30%

USDCHF

0.8270

0.22%

USDCAD

1.3807

0.13%

GOLDUD

3304.2

-0.21%

USD/IDR

16284

-0.30%

Fokus NZDUSD:

  1. Penurunan suku bunga oleh RBNZ disertai proyeksi pelonggaran lanjutan
  2. Data AS yang beragam serta ekspektasi kebijakan The Fed 

Rabu, 28 Mei 2025 – Mata uang Kiwi naik ke zona 0.5946 setelah keputusan suku bunga dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), yang secara luas sesuai ekspektasi pasar. RBNZ menurunkan Official Cash Rate (OCR) sebesar 25 basis poin menjadi 3,25%, menandai pelonggaran keenam secara berturut-turut. Namun, respons pasar relatif positif terhadap Dolar Selandia Baru karena nada kebijakan moneter RBNZ tidak se-dovish yang dikhawatirkan. 

Dalam risalahnya, RBNZ menyampaikan bahwa inflasi telah kembali dalam rentang target dan bank siap merespons perubahan baik domestik maupun global untuk menjaga stabilitas harga. Proyeksi jangka menengah menunjukkan OCR akan turun lebih lanjut ke 2,87% pada pertengahan 2026, memperkuat ekspektasi pelonggaran lanjutan, namun secara jangka pendek pasar melihat langkah RBNZ ini sebagai langkah terukur, bukan sinyal pelonggaran agresif.

Dari sisi eksternal, Dolar AS menghadapi sentimen beragam menyusul rilis data ekonomi terbaru. Meskipun pesanan barang tahan lama AS mencatat kontraksi 6,3% pada April, angka ini masih lebih baik dari ekspektasi pasar di -7,9%. Di sisi lain, indeks keyakinan konsumen melonjak signifikan ke 98,0 di bulan Mei, mengindikasikan peningkatan optimisme konsumen terhadap prospek ekonomi AS. Data yang relatif solid ini menjaga daya tarik USD, membatasi potensi kenaikan NZDUSD dalam jangka pendek, terutama menjelang rilis risalah rapat FOMC yang dapat memberikan arahan lebih lanjut terhadap kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Dengan divergensi kebijakan moneter yang mulai mengemuka, RBNZ cenderung melonggarkan sementara The Fed tetap berhati-hati. Pasar kemungkinan akan terus mencermati sinyal lanjutan dari kedua bank sentral. Fokus pasar dalam waktu dekat akan tertuju pada rilis risalah FOMC dan panduan lanjutan dari pejabat bank sentral, yang dapat mempertegas arah pergerakan NZDUSD dalam jangka pendek.

Harga pada pasangan mata uang NZDUSD naik. Support terdekatnya di area 0.5922 dan resistance terdekatnya di zona 0.5988. Support lanjutan di zona 0.5897 dan dilanjutkan ke zona 0.5831. Resistance lanjutan di zona 0.6029 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6095.

EURUSD – Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.1326. Pasangan mata uang ini tertekan oleh kombinasi sentimen yang mendukung penguatan dolar AS. Optimisme pasar atas potensi perbaikan hubungan dagang antara AS dan Uni Eropa, disertai komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve serta data keyakinan konsumen AS yang lebih tinggi dari perkiraan, mendorong indeks dolar AS menguat lebih dari 0,60% ke level 99,54. Penguatan dolar memberikan tekanan tambahan terhadap euro, meski pelemahan mata uang tunggal sempat dibatasi oleh serangkaian data zona euro yang solid. Indikator Keyakinan Ekonomi zona euro untuk Mei tercatat naik ke 94,8, mengalahkan ekspektasi pasar, sementara data penjualan mobil baru di kawasan juga menunjukkan pemulihan. Di sisi kebijakan moneter, pernyataan hawkish dari anggota Dewan Gubernur ECB Robert Holzmann menahan ekspektasi pasar atas pelonggaran agresif, meskipun sebagian pelaku pasar masih memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 6 Juni mendatang. Namun, sentimen terhadap euro tetap rapuh menyusul data inflasi Prancis yang lemah, yang semakin membuka ruang bagi ECB untuk pelonggaran lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan. Perbedaan prospek kebijakan moneter antara The Fed dan ECB saat ini menjadi katalis utama pergerakan EURUSD, dengan tekanan tetap membayangi euro selama outlook suku bunga AS tetap restriktif dan data ekonomi zona euro belum menunjukkan pemulihan yang meyakinkan. Support terdekatnya di area 1.1296 dan resistance terdekatnya di zona 1.1381.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3502. Penurunan ini seiring penguatan Dolar AS yang kembali mendapat dukungan dari sentimen positif terkait meredanya risiko tarif AS-UE serta serangkaian data ekonomi AS yang solid. Optimisme pasar atas peluang negosiasi lebih lanjut antara Washington dan Brussels setelah Presiden Trump menunda ancaman tarif 50% terhadap Uni Eropa hingga Juli telah meningkatkan selera risiko dan menopang Greenback. Di sisi lain, Pound Sterling tetap mempertahankan kekuatan relatifnya berkat ekspektasi yang menurun atas pelonggaran kebijakan moneter dari Bank of England. Data inflasi Inggris yang lebih tinggi dari estimasi dan pernyataan hawkish pada pertemuan BoE bulan Mei mendorong pasar untuk memangkas probabilitas pemangkasan suku bunga lebih lanjut di semester II 2025, memperkuat narasi pengetatan yang mendukung Sterling. Sementara itu, di AS, pelaku pasar mencermati rangkaian data utama pekan ini, termasuk risalah FOMC, revisi PDB Q1, dan inflasi PCE bulan April yang berpotensi memperkuat posisi The Fed dalam mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Laporan Pesanan Barang Tahan Lama yang turun tajam diimbangi oleh rebound signifikan dalam indeks Keyakinan Konsumen, menambah dinamika campuran terhadap outlook ekonomi AS. Ke depan, arah GBPUSD sangat ditentukan oleh perbedaan arah kebijakan bank sentral dan kekuatan data makro masing-masing kawasan, dengan bias saat ini cenderung mendukung konsolidasi jika sentimen risiko tetap stabil dan tidak ada kejutan dari BoE maupun The Fed. Support terdekatnya di area 1.3472 dan resistance terdekatnya di zona 1.3559.

AUDUSD – Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6441. Pasangan mata uang Aussie tertekan oleh penguatan Dolar AS yang mendapatkan dukungan dari sentimen pasar yang lebih stabil, pemulihan likuiditas, dan ekspektasi hawkish yang terus melekat pada kebijakan The Fed. Meskipun data ekonomi AS bersifat campuran, peningkatan dalam sentimen risiko global dan optimisme terhadap arah kebijakan fiskal AS menjaga posisi USD tetap kokoh. Di sisi lain, Dolar Australia menghadapi tekanan seiring sikap dovish Reserve Bank of Australia (RBA) yang menekankan perlunya mendukung pertumbuhan domestik di tengah ketidakpastian eksternal, termasuk pelemahan permintaan China dan tekanan geopolitik yang berlanjut. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis inflasi CPI bulanan Australia, dengan ekspektasi penurunan tahunan ke 2,3%. Jika data keluar lebih lemah dari perkiraan, maka peluang pelonggaran lanjutan oleh RBA akan semakin terbuka, memperlebar selisih kebijakan moneter dengan The Fed. Sinyal pelonggaran ini sebelumnya ditegaskan melalui pemangkasan suku bunga 25 bps oleh RBA pada Mei dan proyeksi jangka panjang yang merevisi pertumbuhan dan inflasi ke bawah. Di sisi eksternal, data ekonomi Tiongkok yang bervariasi dengan output industri yang kuat namun lemahnya investasi dan konsumsi memberi gambaran campuran terhadap outlook ekspor Aussie, sementara pelonggaran kebijakan PBOC memperkuat sentimen dovish di kawasan. Dalam konteks ini, divergensi kebijakan antara The Fed dan RBA menjadi pendorong utama arah AUDUSD, dengan potensi pelemahan lebih lanjut jika inflasi Australia menurun dan risk appetite global tetap terjaga. Support terdekatnya di area 0.6418 dan resistance terdekatnya di zona 0.6479.

USDJPY Pasangan mata uang Yen naik ke zona 144.32. Kenaikan ini mencerminkan tekanan berkelanjutan pada JPY di tengah sentimen pasar yang cenderung risk-on dan penguatan lanjutan Dolar AS untuk hari kedua berturut-turut. Komentar Menteri Keuangan Jepang, Shunichi Kato, mengenai potensi intervensi untuk menahan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang menciptakan tekanan tambahan pada JPY, terlebih di tengah ekspektasi bahwa Kementerian Keuangan akan menyesuaikan komposisi penerbitan obligasi, termasuk pengurangan surat utang jangka sangat panjang. Meskipun demikian, ekspektasi hawkish terhadap Bank of Japan (BoJ) yang membuka ruang untuk kenaikan suku bunga lanjutan, didukung oleh data inflasi domestik yang meluas dan peringatan Gubernur Ueda atas risiko inflasi harga pangan yang membatasi tekanan jual lebih dalam terhadap JPY. Di sisi lain, Dolar AS ditopang oleh data ekonomi yang relatif solid dan ekspektasi pasar terhadap notulen FOMC yang akan dirilis, yang dinilai akan memberikan petunjuk arah suku bunga The Fed di tengah peluang pemangkasan suku bunga dua kali pada 2025. Namun, ketidakpastian seputar kebijakan tarif AS, termasuk keputusan Presiden Donald Trump yang menunda penerapan tarif 50% terhadap impor dari Uni Eropa hingga Juli, menjadi katalis positif bagi sentimen risiko global, yang pada gilirannya menekan permintaan terhadap aset safe haven seperti JPY. Selain itu, ketegangan geopolitik yang masih tinggi dengan eskalasi di Ukraina dan ketidakpastian perjanjian gencatan senjata di Gaza terus menjaga latar belakang pasar tetap hati-hati. Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis notulen FOMC, data awal PDB AS kuartal I, serta inflasi Tokyo dan indeks PCE AS untuk mencari arah lebih lanjut bagi pasangan USDJPY. Dalam konteks ini, divergensi kebijakan moneter yang semakin mencolok antara BoJ yang cenderung hawkish dan The Fed yang mulai menghadapi tekanan dovish menjadi penentu utama arah pasangan ini. Support terdekatnya di area 142.80 dan resistance terdekatnya di zona 145.15.

USDCHF – Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.8270. Kenaikan ini diikuti pemulihan tajam Dolar AS di tengah meningkatnya sentimen risiko global dan pergerakan tajam imbal hasil obligasi jangka panjang di negara maju. Sentimen pasar didorong oleh rumor bahwa pemerintah Jepang akan memangkas penerbitan obligasi ultra-jangka panjang, yang memicu penurunan imbal hasil global dan meningkatkan daya tarik USD, baik melalui pergeseran diferensial imbal hasil maupun berkurangnya kekhawatiran terhadap prospek fiskal AS. Selain itu, keputusan Presiden Donald Trump untuk menunda penerapan tarif 50% terhadap barang-barang Uni Eropa turut mendorong risk appetite, memperkuat latar belakang positif bagi aset-aset berisiko. Namun, anomali muncul dari pasar obligasi Swiss, yang justru mencatatkan kenaikan yield, menunjukkan masih adanya permintaan terhadap aset safe haven seperti franc di tengah ketidakpastian pasar obligasi sebelumnya. Meski demikian, dengan volatilitas global mulai mereda dan teknikal USDCHF menunjukkan pembalikan arah, prospek jangka pendek pasangan ini terlihat lebih seimbang. Jika stabilitas pasar obligasi berlanjut, maka daya tarik franc sebagai aset lindung nilai bisa berkurang. Fokus pasar ke depan akan tertuju pada lelang obligasi 40 tahun Jepang pada Rabu serta lelang surat utang AS tenor 5 dan 7 tahun. Selain itu, data PCE AS bulan April yang akan dirilis Jumat, bersamaan dengan data konsumsi dan pendapatan akan menjadi penentu penting bagi arah Dolar AS. Ketahanan data secara keseluruhan akan memperkuat USD, sementara pelemahan dapat menekan kembali pasangan USD/CHF. Support terdekatnya di area 0.8211 dan resistance terdekatnya di zona 0.8304.

USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.3807. Kenaikan didukung oleh berlanjutnya aksi beli terhadap Dolar AS setelah rilis data ekonomi AS yang solid, khususnya lonjakan Indeks Keyakinan Konsumen yang naik ke 98,0 pada Mei. Data ini menurunkan kekhawatiran akan potensi resesi dan mendorong penguatan Indeks Dolar (DXY), memberikan sentimen positif bagi USD. Namun, sentimen pasar tetap bercampur, mengingat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada 2025 dan kekhawatiran fiskal AS dapat menahan penguatan lanjutan USD. Sementara itu, pelemahan harga minyak mentah turut membebani CAD, mengingat peran Kanada sebagai eksportir minyak utama ke AS, namun dukungan tetap datang dari inflasi inti Kanada yang lebih tinggi dari perkiraan, yang menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga BoC dalam waktu dekat. Pasar kini menanti risalah rapat FOMC, yang dapat memberikan sinyal lebih lanjut arah kebijakan moneter AS, serta data penting lainnya seperti PDB AS kuartal pertama dan indeks PCE akhir pekan ini. Di sisi Kanada, laporan PDB Q1 dan pergerakan harga minyak akan menjadi pendorong utama pergerakan CAD. Jika data GDP Kanada mengejutkan ke atas, potensi apresiasi CAD dapat membatasi kenaikan pasangan USDCAD lebih lanjut. Support terdekatnya di area 1.4300 dan resistance terdekatnya di zona 1.4318.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

7:00am

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

8:30am

AUD

CPI y/y

2.4%

2.3%

2.4%

8:30am

AUD

Construction Work Done q/q

0.0%

0.5%

0.9%

9:00am

NZD

Official Cash Rate

3.3%

3.3%

3.5%

9:00am

NZD

RBNZ Monetary Policy Statement

-

-

-

9:00am

NZD

RBNZ Rate Statement

-

-

-

9:10am

GBP

MPC Member Lombardelli Speaks

-

-

-

9:10am

USD

FOMC Member Waller Speaks

-

-

-

10:00am

NZD

RBNZ Press Conference

-

-

-

1:00pm

EUR

German Import Prices m/m

-

-0.014

-0.01

1:45pm

EUR

French Consumer Spending m/m

-

0.8%

-1.0%

1:45pm

EUR

French Final Private Payrolls q/q

-

0.0%

0.0%

1:45pm

EUR

French Prelim GDP q/q

-

0.1%

0.1%

2:55pm

EUR

German Unemployment Change

-

12K

4K

3:00pm

CHF

UBS Economic Expectations

-

-

-51.6

3:00pm

USD

FOMC Member Kashkari Speaks

-

-

-

8:00pm

CNY

CB Leading Index m/m

-

-

-0.003

9:00pm

USD

Richmond Manufacturing Index

-

-9

-13

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788