Home
>
News
>
Publication
>
Pelemahan Performa Aussie Di Tengah Pemangkasan Suku Bunga RBA
Pelemahan Performa Aussie Di Tengah Pemangkasan Suku Bunga RBA
Tuesday, 18 February 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0483

-0.20%

GBPUSD

1.2622

-0.18%

AUDUSD

0.6355

-0.33%

NZDUSD

0.5734

-0.45%

USDJPY

151.48

0.20%

USDCHF

0.9006

0.17%

USDCAD

1.4178

0.19%

GOLDUD

2900.3

-0.28%

USD/IDR

16203

0.28%

Fokus AUDUSD:

  1. Keputusan terbaru RBA
  2. DXY menguat ke zona 106.90

Selasa, 18 Februari 2025 - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6355. Penurunan kinerja mata uang Aussie terjadi ditengah keputusan terbaru dari Reserve Bank of Australia (RBA). RBA secara resmi memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,1% pada pertemuan Februari, menandai pemotongan pertama sejak pandemi 2020. Keputusan ini didorong oleh perlambatan inflasi, dengan Trimmed Mean CPI turun menjadi 3,2%, mendekati target RBA di kisaran 2-3%. Meskipun demikian, RBA tetap berhati-hati terhadap potensi pemotongan lebih lanjut, mempertimbangkan ketatnya pasar tenaga kerja dan tekanan harga domestik yang masih ada. Langkah ini memberikan sedikit kelegaan bagi peminjam dan berpotensi menjadi sentimen positif bagi Perdana Menteri Anthony Albanese di tengah ketidakpastian politik jelang pemilu mendatang.

Pemangkasan suku bunga ini mencerminkan optimisme RBA terhadap perlambatan inflasi yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, meski pertumbuhan ekonomi domestik masih lesu. Pertumbuhan PDB Australia diproyeksikan hanya mencapai 1,1% di akhir tahun 2024, sebelum meningkat menjadi 2,0% pada pertengahan 2025. Melemahnya konsumsi rumah tangga dan turunnya permintaan sektor swasta turut menekan pertumbuhan. Penurunan suku bunga ini juga diikuti oleh pelemahan Dolar Australia (AUD), yang sempat terangkat namun kembali merosot akibat ekspektasi pasar yang meragukan adanya pemotongan lanjutan dalam waktu dekat.

Sementara itu, Dolar AS (USD) justru menguat didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed. Data terbaru menunjukkan penurunan penjualan ritel sebesar 0,9% pada Januari, memicu spekulasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Namun, pernyataan beberapa pejabat Fed, seperti Michelle Bowman dan Christopher Waller, menegaskan perlunya kehati-hatian dalam mengambil keputusan di tengah ketidakpastian inflasi. Alhasil, sentimen penguatan USD menekan pasangan AUDUSD lebih rendah.

Harga pada pasangan mata uang AUDUSD naik. Support terdekatnya di zona 0.6330 dan resistance terdekatnya di zona 0.6381. Support lanjutan di zona 0.6300 dan dilanjutkan ke zona 0.6285. Resistance lanjutan di zona 0.6422 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6450.


EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0483. Penurunan kinerja mata uang Euro cenderung mengalami penurunan ditengah libur Hari Presiden di AS, sementara investor mencerna dampak potensial tarif impor mobil yang direncanakan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump, yang dijadwalkan berlaku mulai 2 April. Tarif ini diperkirakan akan berdampak signifikan pada Jerman, Jepang, dan Korea Selatan sebagai eksportir mobil utama ke AS. Sementara itu, ECB melalui Fabio Panetta menyampaikan bahwa dampak tarif terhadap inflasi di Zona Euro kemungkinan terbatas, bahkan sedikit negatif, di tengah kekhawatiran inflasi bisa turun di bawah target 2% dalam jangka menengah. Selain itu, tekanan terhadap EURUSD juga datang dari penurunan tajam data Penjualan Ritel AS sebesar 0,9% pada Januari, jauh lebih buruk dari ekspektasi pasar. Data ini memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi AS dan potensi perubahan kebijakan suku bunga The Fed. Di sisi lain, pelaku pasar menantikan hasil survei sentimen ekonomi di Jerman dan Zona Euro, serta risalah pertemuan The Fed pada Rabu mendatang. Prospek negosiasi tarif dan potensi gencatan senjata di konflik Rusia-Ukraina turut menjadi faktor yang dapat memengaruhi pergerakan pasangan mata uang ini dalam waktu dekat. Support terdekatnya di zona 1.0443 dan resistance terdekatnya di zona 1.0515.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2622. Kenaikan mata uang GBPUSD menghadapi tekanan seiring sikap dovish Bank of England (BoE), meski data PDB Inggris kuartal terakhir 2024 menunjukkan hasil lebih baik dari ekspektasi. Gubernur BoE, Andrew Bailey, menegaskan inflasi terus melambat meski ada potensi kenaikan jangka pendek. Pasar kini menantikan data pasar tenaga kerja Inggris, di mana tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 4,5% dan pertumbuhan upah meningkat menjadi 5,9%. Di sisi lain, data Penjualan Ritel AS yang mengecewakan dengan penurunan 0,9% pada Januari turut membebani USD, meski pandangan The Fed tetap pada kebijakan suku bunga ketat untuk menekan inflasi yang masih tinggi. Fokus pasar minggu ini tertuju pada risalah pertemuan FOMC pada Rabu dan rilis data PMI pada akhir pekan. Dengan ketidakpastian ini, GBPUSD diperkirakan tetap rentan terhadap pelemahan dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 1.2232 dan resistance terdekatnya di zona 1.2369.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5734. Pelemahan mata uang Kiwi terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga besar oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) dalam pertemuan Rabu mendatang. RBNZ diperkirakan memangkas suku bunga acuan sebesar 50 bps menjadi 3,75%, dengan potensi pemangkasan lanjutan pada April dan Mei. Gubernur Adrian Orr diperkirakan akan memberikan panduan lebih lanjut terkait arah kebijakan suku bunga ke depan. Sementara itu, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh ancaman tarif impor AS yang diumumkan oleh mantan Presiden Donald Trump, serta potensi sikap hawkish The Fed di tengah inflasi yang masih tinggi, yang mendorong permintaan terhadap Dolar AS dan menekan Kiwi lebih lanjut. Support terdekatnya di area 0.5760 dan resistance terdekatnya di zona 0.5690.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 151.48. USDJPY menunjukkan penguatan pada Selasa, didorong oleh melemahnya Yen Jepang akibat optimisme pasar terkait penundaan tarif timbal balik yang diumumkan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump. Selain itu, ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) tetap tinggi setelah data PDB Jepang kuartal IV 2024 mencatat pertumbuhan 0,7%, melebihi proyeksi 0,3%. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang ke level tertinggi sejak 2010 memperkuat spekulasi ini. Sementara itu, penurunan imbal hasil obligasi AS akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada akhir tahun mempersempit perbedaan suku bunga AS-Jepang. Dari sisi global, pasar juga memantau potensi gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina yang dapat mendorong sentimen risiko dan mengurangi permintaan terhadap Yen sebagai aset safe haven. Di sisi lain, data Penjualan Ritel AS yang turun 0,9% pada Januari dan komentar pejabat The Fed yang menegaskan perlunya stabilitas kebijakan di tengah inflasi yang masih tinggi turut memengaruhi dinamika USDJPY. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis Indeks Manufaktur Empire State dan pidato pejabat FOMC yang dapat memberikan arah lebih jelas terkait kebijakan moneter AS ke depan. Support terdekatnya di area 150.95 dan resistance terdekatnya di zona 152.60.

USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4178. Kenaikan pasangan mata uang ini terjadi di tengah perdagangan yang sepi akibat libur di AS dan Kanada. Penguatan Dolar AS didukung oleh kekhawatiran terkait potensi eskalasi tarif impor yang diumumkan oleh mantan Presiden Donald Trump, serta antisipasi rilis risalah pertemuan FOMC pada Rabu mendatang. Sementara itu, perhatian pasar tertuju pada data CPI Kanada yang akan dirilis Selasa ini, dengan proyeksi inflasi tahunan stabil di 1,8% dan kenaikan bulanan sebesar 0,1%. Jika hasil data lebih rendah dari ekspektasi, CAD berpotensi melemah lebih lanjut, meskipun kenaikan harga minyak mentah akibat gangguan pasokan di Rusia dapat memberikan dukungan terbatas bagi Loonie. Support terdekatnya di zona 1.4145 dan resistance terdekatnya di zona 1.4220.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.9006. Menguatnya kinerja mata uang ini didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed setelah data Penjualan Ritel AS turun 0,9% di Januari, jauh di bawah perkiraan penurunan 0,1%. Meskipun produksi industri AS meningkat 0,5%, prospek pemangkasan suku bunga pada Juni tetap membayangi. Sementara itu, pertemuan antara pejabat AS dan Rusia di Arab Saudi untuk membahas potensi gencatan senjata di Ukraina menekan permintaan aset safe haven seperti Franc Swiss. Fokus pasar kini tertuju pada rilis data Produksi Industri Swiss dan pidato pejabat The Fed yang berpotensi memberikan arah lebih jelas terkait kebijakan moneter ke depan. Support terdekatnya di area 0.8960 dan resistance terdekatnya di zona 0.9055.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:00am

USD

FOMC Member Waller Speaks

-

-

-

10:30am

AUD

Cash Rate

-

4.1%

4.4%

10:30am

AUD

RBA Monetary Policy Statement

-

-

-

10:30am

AUD

RBA Rate Statement

-

-

-

11:30am

AUD

RBA Press Conference

 

-

-

2:00pm

GBP

Claimant Count Change

-

10.0K

0.7K

2:00pm

GBP

Average Earnings Index 3m/y

-

5.9%

5.6%

2:00pm

GBP

Unemployment Rate

-

4.5%

4.4%

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-27.1%

2:45pm

EUR

French Final CPI m/m

-

-0.1%

-0.1%

4:30pm

GBP

BOE Gov Bailey Speaks

-

-

-

5:00pm

EUR

German ZEW Economic Sentiment

-

19.9

10.3

5:00pm

EUR

ZEW Economic Sentiment

-

24.3

18

All Day

EUR

ECOFIN Meetings

-

-

-

Tentative

GBP

10-y Bond Auction

-

-

4.81|2.8

8:30pm

CAD

CPI m/m

-

-

-0.4%

8:30pm

CAD

Median CPI y/y

-

2.5%

2.4%

8:30pm

CAD

Trimmed CPI y/y

-

2.6%

2.5%

8:30pm

CAD

Common CPI y/y

-

2.1%

2.0%

8:30pm

CAD

Core CPI m/m

-

-

-0.3%

8:30pm

USD

Empire State Manufacturing Index

-

-1.9

-12.6

10:00pm

USD

NAHB Housing Market Index

-

46

47

10:20pm

USD

FOMC Member Daly Speaks

-

-

-

Tentative

NZD

GDT Price Index

-

-

3.7%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788