| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1609 | 0.19% |
GBPUSD | 1.3613 | 0.11% |
AUDUSD | 0.6488 | 0.29% |
NZDUSD | 0.6005 | 0.40% |
USDJPY | 144.88 | -0.19% |
USDCHF | 0.8051 | -0.12% |
USDCAD | 1.3723 | -0.12% |
COFU | 65.29 | -0.18% |
GOLDUD | 3322.8 | 0.38% |
USD/IDR | 16365 | 0.00% |
Fokus Crude Oil:
Rabu, 25 Juni 2025 - Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah tajam ke level sekitar $64,90 pada sesi perdagangan Asia hari Rabu, menyentuh titik terendah dua minggu menyusul kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Israel. Berita perdamaian yang dimediasi oleh Presiden AS Donald Trump ini mendorong harapan bahwa jalur distribusi energi di Timur Tengah, termasuk Selat Hormuz, tidak akan terganggu. Hal ini memicu aksi ambil untung di pasar minyak yang sebelumnya reli akibat konflik. JP Morgan mencatat bahwa harga energi global kini kembali ke level yang mencerminkan kondisi fundamental pasar, yaitu suplai minyak yang dianggap masih mencukupi secara global. Selain itu, penurunan tajam harga minyak sebesar hampir 13% sejak awal pekan menunjukkan bahwa pasar telah mulai mendiskon ketegangan geopolitik yang memanas dalam dua pekan terakhir.
Dari sisi data, laporan American Petroleum Institute (API) mencatat bahwa cadangan minyak mentah AS kembali mengalami penurunan sebesar 4,277 juta barel pada pekan yang berakhir 20 Juni. Meskipun angka ini menunjukkan penurunan lebih kecil dibanding pekan sebelumnya (10 juta barel), secara kumulatif stok minyak masih naik sekitar 3,3 juta barel sepanjang tahun ini. Investor kini menantikan laporan resmi dari Energy Information Administration (EIA) yang akan dirilis hari ini untuk mengonfirmasi tren stok minyak terbaru. Di tengah ketidakpastian arah jangka pendek, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang mengisyaratkan belum ada urgensi untuk memangkas suku bunga turut menambah tekanan pada harga minyak karena memperkuat ekspektasi bahwa permintaan energi global masih akan dibatasi oleh kebijakan moneter ketat.
Secara keseluruhan, meskipun ada kemungkinan reli teknikal jangka pendek akibat aksi beli di level rendah, prospek harga WTI tetap rentan terhadap tekanan seiring pasar memantau keberlanjutan gencatan senjata serta perundingan damai antara Iran dan AS. Jika ketegangan kembali muncul atau infrastruktur energi kembali terancam, harga berpotensi mengalami pembalikan. Namun untuk saat ini, kekuatan teknikal jangka pendek tetap dibayangi oleh sinyal pasokan global yang longgar dan kebijakan makroekonomi AS yang lebih ketat.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $70 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $63 per barel.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
1:00am | USD | FOMC Member Collins Speaks | - | - | - |
3:00am | USD | FOMC Member Barr Speaks | - | - | - |
3:30am | USD | API Weekly Statistical Bulletin | - | - | - |
5:45am | NZD | Trade Balance | 1235M | - | - |
6:50am | JPY | BOJ Summary of Opinions | - | 1060M | 1285M |
6:50am | JPY | SPPI y/y | 3.3% | - | - |
8:30am | AUD | CPI y/y | 2.1% | 3.1% | 3.4% |
3:00pm | CHF | UBS Economic Expectations | - | 2.3% | 2.4% |
3:45pm | GBP | MPC Member Lombardelli Speaks | - | - | -22 |
8:00pm | CHF | SNB Quarterly Bulletin | - | - | - |
9:00pm | USD | Fed Chair Powell Testifies | - | - | - |
9:00pm | USD | New Home Sales | - | 694K | 743K |
9:30pm | USD | Crude Oil Inventories | - | -1.2M | -11.5M |