| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1516 | -0.13% |
GBPUSD | 1.3094 | -0.07% |
AUDUSD | 0.6461 | -0.20% |
NZDUSD | 0.5602 | 0.21% |
USDJPY | 156.37 | 0.27% |
USDCHF | 0.8065 | 0.33% |
USDCAD | 1.4098 | 0.04% |
GOLDUD | 4067.61 | -0.61% |
USD/IDR | 16,737 | 0.00% |
Fokus EURUSD:
Senin, 24 November 2025 – Euro dibuka di 1.1516 dan melemah -0.13%. EUR/USD kembali melemah seiring tekanan berlapis dari data PMI Eurozone yang menunjukkan pelemahan aktivitas, khususnya di Jerman, yang kembali jatuh ke wilayah kontraksi. Manufacturing PMI turun ke 49.7 dan Services PMI melambat, menandakan bahwa momentum pemulihan kawasan belum stabil. Kondisi ini membuat pasar semakin yakin bahwa ECB akan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga saat ini, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga baru segera tertutup. Pernyataan sejumlah pejabat ECB, termasuk Christine Lagarde dan Gabriel Makhlouf, yang menegaskan sikap “vigilant tetapi berhati-hati”, tidak cukup memberikan dukungan bagi Euro karena inflasi sudah berada dekat target 2% dan pertumbuhan masih rapuh.
Di saat yang sama, Dolar AS tetap mempertahankan posisinya setelah pasar mencerna kombinasi data ekonomi AS yang mixed tetapi tetap solid. PMI jasa AS naik ke 55.0, menandakan ekspansi yang masih kuat, sementara PMI manufaktur memang turun tetapi tetap berada di area ekspansi. Konsumen AS juga menunjukkan perbaikan tipis dalam survei sentimen Michigan, meskipun outlook jangka pendek masih lemah. Sejumlah pejabat Fed memberikan pandangan yang campuran—dari dovish hingga hawkish—tetapi hal ini justru membuat pasar bergerak hati-hati dan menjaga USD tetap didukung. Dalam kondisi seperti ini, EUR/USD tidak mendapatkan ruang untuk pulih secara signifikan.
Sentimen tambahan yang menekan Euro datang dari meningkatnya probabilitas pemotongan suku bunga Fed pada Desember, yang sempat naik menuju kisaran 70% lebih berdasarkan CME FedWatch. Meskipun ekspektasi ini secara teori bisa melemahkan USD, pasar melihat bahwa ketidakpastian di Eurozone lebih dominan dibanding potensi pelonggaran The Fed. Dengan data Eurozone yang lemah, perbedaan momentum ekonomi antara AS dan Eropa menjadi alasan utama EUR/USD kembali tertekan. Selama data pertumbuhan Eropa belum menunjukkan perbaikan yang konsisten, tekanan terhadap Euro kemungkinan tetap berlanjut.
Secara teknikal kinerja mata uang EUR/USD turun. Support terdekat berada di 1.1490, sementara resistance berada di 1.1545. Support selanjutnya berada pada level 1.1450 dan dilanjutkan ke level 1.1420. Sedangkan resistance lanjutan di area 1.1595 hingga 1.1620.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3094 dan turun -0.07%. GBP/USD juga mencatat penurunan setelah dua hari penguatan, terseret oleh kombinasi penguatan USD dan meningkatnya ketidakpastian mengenai arah kebijakan Bank of England (BoE). Meskipun ekspektasi pasar terhadap peluang Fed cut sempat naik, komentar pejabat Fed yang berhati-hati menahan laju pelemahan Dolar AS. Di sisi domestik, Inggris menghadapi data Retail Sales yang lemah dan PMI yang mixed, sehingga Pound kehilangan momentum untuk mempertahankan reli. Ketidakpastian menjelang rilis Autumn Budget oleh Kanselir Rachel Reeves membuat pasar menahan posisi agresif pada GBP. Ekspektasi bahwa BoE bisa mengarah ke pemotongan suku bunga pada pertemuan berikutnya menjadi beban tambahan. Pasangan ini akan tetap sensitif terhadap rilis PPI, Retail Sales, GDP, serta PCE dari AS minggu ini. Selama tekanan fundamental Inggris masih berat, GBP/USD cenderung mempertahankan bias melemah. Support terdekat berada di 1.3070, dan resistance di 1.3125.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6461 dan melemah -0.20%. AUD/USD melemah meskipun data PMI Australia membaik, karena pasar mencerna sinyal kehati-hatian dari RBA yang menegaskan bahwa inflasi bisa tetap sulit turun jika pertumbuhan berada di atas tren. Komentar dari Asisten Gubernur Sarah Hunter bahwa inflasi bulanan volatil dan tidak bisa menjadi dasar keputusan tunggal membuat AUD kehilangan dukungan signifikan. Sementara itu, investor menantikan CPI bulanan Australia sebagai katalis berikutnya. Dari sisi eksternal, Dolar AS tetap lebih dominan setelah NFP menunjukkan pertumbuhan pekerjaan 119K, meski diimbangi kenaikan tingkat pengangguran ke 4,4%. Pasar kini tetap memperhitungkan peluang Fed cut, tetapi komentar hawkish dari beberapa pejabat Fed menjaga imbal hasil obligasi tetap menarik bagi USD. Dengan kombinasi itu, AUD/USD cenderung melemah kecuali CPI Australia memberikan kejutan yang cukup besar untuk memaksa RBA bernada lebih hawkish. Support terdekat berada di 0.6435, sementara resistance terdekat di 0.6485.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5602 dan menguat 0.21%. NZD/USD justru menguat tipis tetapi masih dekat level terendah tujuh bulan, karena pasar mulai melakukan penyesuaian posisi menjelang keputusan suku bunga RBNZ. Ekspektasi penurunan OCR ke 2,25% menjadi faktor terbesar yang sebelumnya menekan NZD. Namun, beberapa pelaku pasar mulai menilai bahwa RBNZ mungkin memberikan nada kurang dovish, mengingat inflasi ekspektasi tetap stabil dalam kisaran target. Kekuatan tipis NZD juga didorong oleh pelemahan USD setelah komentar dovish dari John Williams dan Stephen Miran. Namun, kenaikan ini cenderung terbatas karena fundamental domestik Selandia Baru masih lemah: pertumbuhan melambat, PPI menurun lebih cepat dari perkiraan, dan sektor ekspor belum menunjukkan pemulihan. Dengan demikian, NZD/USD tetap berada di jalur bearish kecuali RBNZ mengejutkan pasar dengan sinyal penghentian siklus pemotongan. Support terdekat berada di 0.5580, dan resistance di 0.5625.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 156.37, menguat terhadap dolar AS 0.27%. USD/JPY menguat kembali mendekati 156,50 didukung oleh ketahanan USD serta pandangan Fed yang masih berhati-hati terhadap pemotongan suku bunga. Data tenaga kerja AS yang mixed namun tidak buruk memberikan cukup alasan bagi investor untuk mempertahankan posisi long pada USD/JPY. Sementara itu, Jepang menghadapi inflasi yang masih didorong oleh depresiasi Yen dan tingkat upah yang belum cukup kuat untuk menopang kenaikan suku bunga oleh BOJ. Intervensi verbal dari otoritas Jepang hanya memberikan jeda sementara pada pelemahan Yen, tetapi belum cukup untuk membalikkan tren. Selama BOJ tidak memberikan indikasi tegas tentang normalisasi kebijakan, USD/JPY akan tetap sensitif terhadap pergerakan imbal hasil AS. Jika DXY tetap di jalur bullish, pasangan ini berpotensi menembus kembali zona 157–158 dalam waktu dekat. Support terdekat berada di 156.00, dan resistance di 156.75.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8065 dan menguat 0.33%. USD/CHF menguat seiring pergerakan DXY yang naik menuju level puncak enam minggu. Mata uang Swiss yang biasanya menjadi aset safe haven justru tertahan karena kembalinya minat risiko di pasar ekuitas dan komentar dovish dari beberapa pejabat Fed yang cenderung meningkatkan volatilitas dolar. Investor lebih memilih USD yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan CHF. Bank Nasional Swiss (SNB) juga berada dalam jalur kebijakan yang relatif longgar, terutama setelah inflasi Swiss kembali menyusut ke bawah target. Minimnya tekanan harga membuat kebutuhan pengetatan tambahan tidak mendesak, sehingga CHF kesulitan menghadapi kekuatan dolar. Selama divergensi kebijakan antara Fed dan SNB tetap melebar, USD/CHF berpotensi mempertahankan momentum bullish. Support terdekat berada di 0.8040, dan resistance di 0.8085.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.4098 dan naik 0.04%. USD/CAD menguat karena tekanan pada CAD dari melemahnya harga minyak dan data Kanada yang belum memberikan dorongan kuat. Kanada menghadapi perlambatan aktivitas ekonomi, dan ekspektasi bahwa BoC akan berada sebelum Fed dalam siklus easing menjadi faktor negatif bagi CAD. Sementara itu, USD tetap didukung oleh data PMI dan NFP AS yang cukup stabil. Minyak mentah WTI yang sempat turun akibat kekhawatiran permintaan global menambah tekanan pada CAD, mengingat Kanada merupakan eksportir energi utama. Dengan imbal hasil AS yang tetap tinggi dan pasar menilai peluang Fed cut masih belum pasti, USD/CAD mempertahankan bias menguat. Pair ini berpotensi bergerak menuju 1.41 jika tekanan makro Kanada memburuk. Support terdekat berada di 1.4070, dan resistance di 1.4125.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
All Day | JPY | Bank Holiday | - | - | - |
4:00pm | EUR | German ifo Business Climate | - | 88.6 | 88.4 |
8:30pm | CAD | Corporate Profits q/q | - | - | -1.70% |
9:00pm | CNY | CB Leading Index m/m | - | - | -0.10% |
9:00pm | EUR | Belgian NBB Business Climate | - | -8.7 | -9.1 |
9:50pm | EUR | ECB President Lagarde Speaks | - | - | - |