Home
>
News
>
Publication
>
Pasangan Mata Uang Aussie Naik, Stimulus China dan Kebijakan RBA Jadi Pemicu
Pasangan Mata Uang Aussie Naik, Stimulus China dan Kebijakan RBA Jadi Pemicu
Tuesday, 18 March 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0911

0.10%

GBPUSD

1.2981

0.08%

AUDUSD

0.6379

0.14%

NZDUSD

0.5811

0.31%

USDJPY

149.53

-0.29%

USDCHF

0.8815

-0.19%

USDCAD

1.4299

-0.15%

GOLDUD

3001.2

0.25%

USD/IDR

16394

-0.09%

Fokus AUDUSD: 

  1. Sikap kehati-hatian Reserve Bank of Australia (RBA)
  2. DXY melemah ke zona 103.55

Selasa, 18 Maret 2025 - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6378. Naiknya performa kinerja mata uang Aussie terdorong oleh sentimen positif dari kebijakan ekonomi China dan sikap hati-hati Reserve Bank of Australia (RBA) terhadap pemotongan suku bunga. Pernyataan Asisten Gubernur RBA Sarah Hunter menegaskan bahwa bank sentral akan mempertahankan pendekatan konservatif dalam melonggarkan kebijakan moneter. Selain itu, stimulus China yang mencakup peningkatan upah dan dorongan konsumsi memberikan dukungan tambahan bagi Aussie, mengingat kuatnya hubungan dagang antara kedua negara.

Di sisi lain, Dolar AS terus melemah akibat data ekonomi yang mengecewakan dan meningkatnya ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump. Penjualan ritel AS hanya naik 0,2% di Februari, jauh di bawah ekspektasi 0,7%, memperkuat kekhawatiran perlambatan ekonomi. Selain itu, Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan turun ke 57,9, menunjukkan meningkatnya pesimisme di kalangan konsumen AS. Investor juga menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve, yang diperkirakan tetap bertahan di 4,25%-4,50%.

Ke depan, AUDUSD masih berpotensi menguat jika sentimen pasar tetap positif dan data ekonomi Australia mendukung. Data ketenagakerjaan Australia yang akan dirilis pekan ini akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah kebijakan moneter RBA. Sementara itu, perkembangan kebijakan tarif AS dan dampaknya terhadap mitra dagang utama, termasuk China dan Australia, akan tetap menjadi perhatian utama pasar.

Harga pada pasangan mata uang AUDUSD naik. Support terdekatnya di zona 0.6352 dan resistance terdekatnya di zona 0.6399. Support lanjutan di zona 0.6375 dan dilanjutkan ke zona 0.6430. Resistance lanjutan di zona 0.6430 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6480.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.0911. Kinerja mata uang Euro terus menguat ditengah penurunan kinerja mata uang USD dan optimisme terhadap kebijakan fiskal Jerman. Data penjualan ritel AS yang lebih lemah dari ekspektasi menambah kekhawatiran perlambatan ekonomi, sehingga menekan Dolar. Di sisi lain, Jerman menyetujui paket infrastruktur senilai 500 miliar Euro dan pelonggaran aturan utang, yang meningkatkan daya tarik Euro. Namun, ketegangan perdagangan antara AS dan Uni Eropa tetap menjadi risiko bagi Euro. Namun, pelemahan Dolar AS akibat kekhawatiran perlambatan ekonomi dan prospek kesepakatan fiskal Jerman membatasi penurunan pasangan mata uang ini. Kanselir Jerman yang akan datang, Friedrich Merz, menyetujui paket infrastruktur senilai 500 miliar Euro serta pelonggaran aturan utang, yang dapat mendukung Euro dalam jangka pendek. Selain itu, data penjualan ritel AS yang lebih lemah dari ekspektasi semakin membebani Dolar. Penjualan ritel hanya naik 0,2% di Februari, jauh di bawah perkiraan 0,7%, mengindikasikan konsumsi yang melemah. Para pelaku pasar juga menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve, yang diperkirakan tetap di kisaran 4,25%-4,50%. Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell akan menjadi fokus, terutama mengenai dampak kebijakan tarif terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS. Jika sentimen pasar terhadap ekonomi AS terus negatif, EURUSD berpotensi mempertahankan momentumnya. Support terdekatnya di zona 1.0876 dan resistance terdekatnya di zona 1.0961.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2976. Performa pasangan mata uang GBPUSD menguat didorong oleh pelemahan Dolar AS setelah rilis data penjualan ritel yang lebih lemah dari ekspektasi. Laporan menunjukkan kenaikan hanya 0,2% di Februari, jauh di bawah perkiraan 0,6%, memperkuat kekhawatiran perlambatan ekonomi AS. Selain itu, imbal hasil obligasi AS turun, dengan yield Treasury 10 tahun melemah ke 4,277%, memberikan tekanan tambahan pada Dolar. Sikap pasar yang lebih optimis juga mengurangi permintaan terhadap aset safe haven, sehingga semakin melemahkan Greenback dan mendukung penguatan Pound. Pelaku pasar kini menantikan keputusan suku bunga dari Federal Reserve (Rabu) dan Bank of England (Kamis). Kedua bank sentral diperkirakan mempertahankan suku bunga, tetapi fokus utama tertuju pada panduan kebijakan ke depan. Bank of England diharapkan tetap berhati-hati dalam kebijakan moneternya di tengah perlambatan ekonomi Inggris, dengan data ketenagakerjaan dan pertumbuhan gaji yang akan dirilis bersamaan dengan keputusan suku bunga. Jika sentimen pasar tetap positif dan data mendukung, GBPUSD berpotensi terus menguat dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 1.2931 dan resistance terdekatnya di zona 1.3030.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5819. Penguatan kinerja mata uang Kiwi didorong oleh pelemahan Dolar AS yang tertekan oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi akibat kebijakan tarif serta ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (Fed). Indeks Dolar AS (DXY) masih berada di dekat level terendah dalam beberapa bulan setelah data inflasi yang lebih lemah dan tanda-tanda perlambatan pasar tenaga kerja AS meningkatkan spekulasi bahwa Fed akan memangkas suku bunga beberapa kali tahun ini. Selain itu, stimulus ekonomi terbaru dari China memberikan dorongan positif pada sentimen risiko global, yang mendukung mata uang berbasis komoditas seperti Dolar Selandia Baru (NZD). Secara teknikal, penembusan di atas level resistensi 0.5750 juga memperkuat momentum bullish bagi NZDUSD. Namun, pasar kini menanti keputusan kebijakan moneter Fed pada hari Rabu, yang dapat memberikan arah baru bagi pasangan mata uang ini. Support terdekatnya di area 0.5796 dan resistance terdekatnya di zona 0.5842.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 149.50. USDJPY terus menguat, mencapai level tertinggi yang didorong oleh melemahnya Yen Jepang (JPY) di tengah meningkatnya sentimen risiko global. Stimulus ekonomi China serta optimisme terhadap kesepakatan damai antara AS dan Rusia mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti Yen. Selain itu, hasil negosiasi upah tahunan di Jepang yang menunjukkan kenaikan gaji yang kuat meningkatkan ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan terus menaikkan suku bunga, meskipun hal ini belum cukup untuk membendung pelemahan JPY terhadap USD. Di sisi lain, meskipun Dolar AS masih berada di bawah tekanan akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (Fed) tahun ini, ketidakpastian menjelang pertemuan BoJ dan Fed pada Rabu membuat investor tetap berhati-hati. Data ekonomi AS terbaru, termasuk penjualan ritel yang lebih lemah dari ekspektasi dan penurunan sentimen konsumen, mendukung spekulasi bahwa Fed mungkin mulai menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Namun, hingga keputusan kebijakan moneter diumumkan, USDJPY kemungkinan akan tetap dalam tren menguat dengan volatilitas yang meningkat. Support terdekatnya di area 148.72 dan resistance terdekatnya di zona 150.18.

USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4300. Mata uang ini tertekan oleh penurunan Dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan proteksionis Presiden Donald Trump. Di sisi lain, harga minyak mentah yang bertahan di dekat level tertinggi dua minggu mendukung penguatan Dolar Kanada (CAD), mengingat Kanada merupakan salah satu eksportir minyak utama ke AS. Selain itu, pelaku pasar fokus pada laporan inflasi Kanada yang akan dirilis, dengan perkiraan kenaikan Indeks Harga Konsumen (CPI) tahunan menjadi 2,1% dari sebelumnya 1,9%. Jika data inflasi menunjukkan tekanan harga yang lebih kuat dari ekspektasi, hal ini dapat mengurangi peluang pemangkasan suku bunga oleh Bank of Canada (BoC), yang pada gilirannya bisa semakin menekan USDCAD. Support terdekatnya di zona 1.4245 dan resistance terdekatnya di zona 1.4359.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8812. Mata uang Swiss tertekan oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump yang tidak menentu serta data ekonomi AS yang terus menunjukkan pelemahan. Indeks Sentimen Konsumen AS turun ke level terendah dalam dua setengah tahun, sementara ekspektasi inflasi meningkat akibat tarif tinggi yang memicu ketegangan perdagangan global. Selain itu, meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah semakin mendorong permintaan terhadap Swiss Franc (CHF) sebagai aset safe haven. Di sisi lain, investor menantikan keputusan kebijakan Federal Reserve (Fed) pada Rabu, dengan ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga, tetapi tetap membuka peluang pemangkasan di semester kedua tahun ini. Jika pernyataan Fed cenderung dovish, USD bisa semakin tertekan terhadap CHF dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 0.8781 dan resistance terdekatnya di zona 0.8852.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:15am

AUD

RBA Assist Gov Hunter Speaks

-

-

-

11:30am

JPY

Tertiary Industry Activity m/m

-

-0.1%

0.1%

3:00pm

CHF

SECO Economic Forecasts

-

-

-

4:00pm

EUR

Italian Trade Balance

-

5.15B

5.98B

5:00pm

EUR

German ZEW Economic Sentiment

-

48.1

26

5:00pm

EUR

Trade Balance

-

14.0B

14.6B

5:00pm

EUR

ZEW Economic Sentiment

-

43.6

24.2

7:30pm

CAD

CPI m/m

-

0.6%

0.1%

7:30pm

CAD

Median CPI y/y

-

2.7%

2.7%

7:30pm

CAD

Trimmed CPI y/y

-

2.8%

2.7%

7:30pm

CAD

Common CPI y/y

-

2.2%

2.2%

7:30pm

CAD

Core CPI m/m

-

-

0.4%

7:30pm

USD

Building Permits

-

1.45M

1.47M

7:30pm

USD

Housing Starts

-

1.38M

1.37M

7:30pm

USD

Import Prices m/m

-

-0.1%

0.3%

8:15pm

USD

Capacity Utilization Rate

-

77.8%

77.8%

8:15pm

USD

Industrial Production m/m

-

0.2%

0.5%

9:30pm

AUD

CB Leading Index m/m

-

-

0.2%

Tentative

NZD

GDT Price Index

-

-

-0.5%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788