| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1420 | -0.07% |
GBPUSD | 1.3492 | -0.08% |
AUDUSD | 0.6521 | -0.28% |
NZDUSD | 0.6050 | -0.25% |
USDJPY | 144.87 | 0.20% |
USDCHF | 0.8225 | 0.04% |
USDCAD | 1.3669 | 0.06% |
GOLDUD | 3,322.40 | 0.46% |
COFU | 64.76 | 0.09% |
USD/IDR | 16,271 | 0.00% |
Rabu, 11 Juni 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari pandangan optimis OPEC akan pertumbuhan konsumsi minyak global. Selain itu, situasi konflik Ukraina yang masih terus memanas dan laporan stok API turut menjadi katalis positif bagi harga.
Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al Ghais pada hari Selasa mengatakan bahwa pertumbuhan permintaan minyak akan tetap kuat selama dua setengah dekade mendatang seiring dengan pertumbuhan populasi dunia, dan masih belum terlihat puncak permintaan. OPEC memperkirakan konsumsi energi global akan bertumbuh sebesar 24% dalam kurun waktu sekarang dan 2050, dengan permintaan minyak melebihi 120 juta barel per hari selama periode waktu tersebut.
Turut mendukung harga, konflik Ukraina masih terus berlanjut dan membuat potensi tercapainya kesepakatan damai menjadi semakin meredup. Rusia kembali melancarkan serangan drone yang intens di kota terbesar kedua Ukraina, Kharkiv, pada tengah malam dan menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 54 orang, termasuk lima anak-anak, kata pejabat lokal pada hari Rabu.
Dari sisi pasokan, grup industri API melaporkan stok minyak mentah dalam sepekan turun sebesar 370.000 barel untuk pekan yang berakhir 6 Juni. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pasar masih menantikan rilisnya laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA.
Sementara itu, dalam pembicaraan hari kedua antara negosiator AS dan China berhasil menyusun perjanjian kerangka kerja yang berisi pelonggaran atas tarif dagang untuk dibahas dan disetujui oleh Presiden Trump dan Presiden Xi, kata juru bicara kedua negara pada hari Selasa. Kedua belah pihak memiliki waktu hingga 10 Agustus untuk menegosiasikan perjanjian yang lebih komprehensif guna meredakan ketegangan perdagangan, atau tarif akan kembali naik dari sekitar 30% menjadi 145% di pihak AS dan dari 10% menjadi 125% di pihak China.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $67 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $62 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Core Inflation Rate MoM |
| 0.3% | 0.2% |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| 0.1M | -4.304M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| 1.1M | 5.219M |