Home
>
News
>
Publication
>
Optimisme kesepakatan AS-Iran menopang sentimen positif AUD
Optimisme kesepakatan AS-Iran menopang sentimen positif AUD
Thursday, 07 May 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1746

0.14%

GBPUSD

1.3594

0.10%

AUDUSD

0.7238

0.12%

NZDUSD

0.5954

0.17%

USDJPY

156.35

-0.15%

USDCHF

0.7782

-0.03%

USDCAD

1.3631

-0.01%

GOLDUD

4690.16

0.56%

USD/IDR

17,288

0.08%

Fokus:

  1. Federal Reserve berpotensi pangkas suku bunga, USD tertekan.
  2. Harapan kesepakatan damai AS-Iran menopang sentimen risiko dan mendukung penguatan AUD.

AUDUSD
Kamis, 07 Mei 2026
- Pasangan mata uang ini kembali mencatat penguatan untuk tiga hari berturut-turut dan bergerak di sekitar level 0,7247. Penguatan ini terjadi setelah dolar Australia berhasil rebound terhadap dolar AS di tengah fokus pasar pada rilis data neraca perdagangan Australia. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa sentimen terhadap AUD masih cukup positif meskipun dolar AS masih menjadi perhatian utama pasar global.

Data dari Australian Bureau of Statistics menunjukkan Australia mencatat defisit perdagangan sebesar AUD 1,841 miliar pada Maret. Angka ini berbalik dari surplus revisi AUD 5,026 miliar pada Februari dan juga lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar. Di sisi lain, ekspor turun 2,7% secara bulanan setelah sebelumnya meningkat 4,2%, sementara impor melonjak 14,1% setelah mengalami kontraksi pada periode sebelumnya.

Walaupun data perdagangan mencerminkan perlambatan, dolar Australia tetap mendapat dukungan dari membaiknya sentimen risiko global. Optimisme pasar meningkat setelah muncul harapan bahwa AS dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa operasi militer dapat dihentikan apabila Iran menyetujui proposal perdamaian yang diajukan AS. Selain itu, muncul laporan mengenai rancangan memorandum yang mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dan pelonggaran blokade terhadap pelabuhan Iran.

Di sisi lain, dolar AS masih berada di bawah tekanan akibat meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat mempertimbangkan penurunan suku bunga apabila tekanan inflasi terus mereda. Kondisi tersebut memberikan tambahan dukungan bagi penguatan AUD/USD dalam jangka pendek. Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan geopolitik serta arah kebijakan moneter AS yang masih berpotensi memicu volatilitas pasar keuangan global. Support berada di area 0.7220 , sementara resistance di area 0.7270 .

EURUSD - Pasangan mata uang ini menguat ke kisaran 1.1762 pada Kamis dan menarik minat beli setelah sempat terkoreksi dari area 1.1800 atau level tertinggi lebih dari dua pekan. Penguatan ini didukung oleh pelemahan dolar AS yang masih berlangsung di tengah membaiknya sentimen pasar global. Pergerakan EURUSD tetap dipengaruhi oleh dinamika dolar AS serta perkembangan geopolitik terbaru.

Dolar AS kesulitan melanjutkan penguatan meskipun sebelumnya sempat mendapat dukungan dari data tenaga kerja AS yang lebih baik dari perkiraan. Data ADP Employment Change menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta sebesar 109 ribu pada April, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya. Namun, optimisme terhadap potensi kesepakatan damai antara AS dan Iran membatasi penguatan dolar AS. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa negosiasi menunjukkan kemajuan dan Iran disebut memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan. Laporan mengenai kemungkinan tercapainya nota kesepahaman antara kedua negara juga turut meningkatkan sentimen positif pasar.

Di sisi lain, pasar masih mempertimbangkan kemungkinan kebijakan suku bunga lebih tinggi dari Federal Reserve hingga akhir tahun, sehingga tekanan terhadap dolar AS belum sepenuhnya dominan. Investor juga tetap berhati-hati karena masih adanya perbedaan pandangan terkait program nuklir Iran yang dapat menghambat proses perdamaian. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada data ekonomi Eropa dan AS, terutama laporan Nonfarm Payrolls yang akan dirilis Jumat, di tengah perkembangan geopolitik yang masih berpotensi memicu volatilitas pada EURUSD. Support berada di area 1.1750, sementara resistance di area 1.1800.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini menguat pada Kamis dan diperdagangkan di sekitar level 1,3607. Meski demikian, penguatan pasangan ini masih tertahan di area resistance 1,3600. Dari sisi Inggris, data S&P Global Composite PMI dan S&P Global Services PMI periode April dirilis lebih baik dari ekspektasi, menunjukkan aktivitas sektor swasta Inggris masih cukup bertahan di tengah perlambatan ekonomi. Pelaku pasar kini menunggu data sektor konstruksi Inggris dan laporan harga rumah Halifax untuk melihat kondisi ekonomi domestik lebih lanjut.

Sementara itu, dolar AS masih kesulitan menguat walaupun data ADP Employment Change mencatat hasil lebih baik dari perkiraan dan pejabat Federal Reserve, Alberto Musalem, menyampaikan pernyataan bernada hawkish. Sentimen pasar masih dipengaruhi optimisme terhadap peluang kesepakatan damai antara AS dan Iran setelah Presiden AS, Donald Trump, menghentikan sementara operasi Project Freedom di Selat Hormuz. Fokus investor berikutnya tertuju pada rilis Nonfarm Payrolls AS yang diperkirakan menunjukkan perlambatan pertumbuhan tenaga kerja. Support berada di area 1.3570, sementara Resistance di area 1.3645.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 0,5964 pada Kamis, didukung oleh membaiknya sentimen risiko global setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Penguatan dolar Selandia Baru terjadi seiring meningkatnya minat terhadap aset berisiko setelah Presiden AS, Donald Trump, menyebut pembicaraan dengan Iran menunjukkan perkembangan positif dalam 24 jam terakhir. Laporan juga menyebut Iran diperkirakan akan memberikan respons terhadap proposal perdamaian AS, yang mencakup potensi pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Di sisi lain, data domestik Selandia Baru turut mendukung penguatan NZD setelah tingkat pengangguran turun menjadi 5,3% pada kuartal pertama 2026 dari sebelumnya 5,4%. Kondisi ini menjaga ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of New Zealand dalam waktu dekat. Gubernur RBNZ, Anna Breman, juga menyatakan bahwa inflasi jangka pendek diperkirakan masih cukup tinggi meskipun pertumbuhan ekonomi sedikit melambat. Sementara itu, pasar kini menantikan rilis Nonfarm Payrolls AS pada Jumat, yang dapat menjadi penentu arah pergerakan NZD/USD selanjutnya. Support berada di area 0.5940, sementara resistance di area 0.5980.

USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak melemah di kisaran 156.11 pada Kamis. Pergerakan pasangan ini masih dibayangi kehati-hatian pelaku pasar di tengah meningkatnya spekulasi terkait potensi intervensi lanjutan dari otoritas Jepang untuk mendukung penguatan yen. Selain itu, ekspektasi bahwa Bank of Japan akan mempertahankan kebijakan yang cenderung hawkish turut menopang mata uang Jepang.

Wakil Menteri Keuangan Jepang untuk Urusan Internasional, Masato Mimura, kembali menegaskan bahwa pemerintah terus mencermati pergerakan pasar valuta asing dan siap mengambil langkah yang diperlukan terhadap pergerakan spekulatif. Pernyataan ini muncul setelah laporan yang menyebut Jepang kemungkinan menggelontorkan sekitar ¥5,48 triliun guna menopang yen usai USDJPY sempat menembus level 160,00 pekan lalu. Risalah rapat Bank of Japan juga menunjukkan bahwa peluang kenaikan suku bunga lanjutan masih terbuka apabila kondisi ekonomi dan inflasi berkembang sesuai proyeksi.

Di sisi lain, dolar AS masih tertekan oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa proses negosiasi menunjukkan perkembangan positif dan peluang tercapainya kesepakatan semakin besar. Meski demikian, pasar tetap berhati-hati karena masih adanya perbedaan pandangan terkait program nuklir Iran, sehingga volatilitas USDJPY diperkirakan tetap tinggi dalam jangka pendek. Support berada di area 155.80, sementara resistance di area 156.80

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak di kisaran 0,7780 pada perdagangan Kamis, seiring pelemahan indeks dolar AS yang turun di bawah level 98 akibat meningkatnya ekspektasi pasar terhadap potensi kesepakatan damai antara AS dan Iran. Laporan menyebutkan kedua negara semakin dekat pada nota kesepahaman yang mencakup penghentian konflik, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta dasar negosiasi lanjutan terkait program nuklir Iran. Sentimen tersebut mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven dan turut menekan USD/CHF.

Meski demikian, Presiden AS, Donald Trump, menegaskan bahwa kesepakatan belum sepenuhnya final dan memperingatkan kemungkinan dimulainya kembali serangan militer apabila Iran tidak mematuhi syarat yang diajukan. Di sisi lain, penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi, meskipun Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, menyampaikan bahwa inflasi AS masih belum kembali menuju target 2% Federal Reserve. Pelaku pasar kini tetap mencermati perkembangan geopolitik dan arah kebijakan moneter AS sebagai penentu pergerakan selanjutnya. Support berada  di 0.7750, sementara resistance di area 0.7810.

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak cenderung datar di area 1,3630 pada Kamis setelah sebelumnya mencatat penguatan tipis. Pergerakan pasangan ini dipengaruhi oleh tekanan terhadap dolar Kanada yang sensitif terhadap komoditas, khususnya akibat pelemahan harga minyak mentah. Sebagai eksportir minyak utama ke AS, perubahan harga minyak masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan dolar Kanada.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kembali melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar USD 92,60 per barel. Penurunan ini dipicu oleh berkurangnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi di tengah meningkatnya optimisme terkait peluang tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Iran masih mempertimbangkan proposal AS mengenai penghentian konflik, termasuk rencana pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz serta pelonggaran blokade terhadap pelabuhan Iran, meskipun belum ada keputusan final.

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan bahwa operasi militer dapat diakhiri apabila Iran menerima proposal perdamaian yang diajukan AS. Namun, Trump juga memperingatkan kemungkinan peningkatan tekanan jika kesepakatan gagal tercapai. Di sisi lain, dolar AS berpotensi tetap tertekan apabila meredanya inflasi meningkatkan peluang Federal Reserve untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga. Faktor-faktor tersebut diperkirakan dapat membatasi ruang penguatan USDCAD dalam jangka pendek di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung. Support di area 1.3600, sementara resistance di area 1.3660.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00am

USD

FOMC Member Goolsbee Speaks

 

 

 

3:15am

CAD

BOC Gov Macklem Speaks

 

 

 

4:10am

NZD

RBNZ Gov Breman Speaks

 

 

 

2:00pm

CHF

Unemployment Rate

 

3.0%

3.0%

3:00pm

GBP

MPC Member Lombardelli Speaks

 

 

 

7:30pm

USD

Unemployment Claims

 

205K

189K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788