Home
>
News
>
Publication
>
OPEC+ Sepakat Tingkatkan Output, Laju Minyak Kian Terpuruk
OPEC+ Sepakat Tingkatkan Output, Laju Minyak Kian Terpuruk
Tuesday, 04 February 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.03420

-0.23%

GBPUSD

1.24490

-0.26%

AUDUSD

0.62250

-0.32%

NZDUSD

0.56370

-0.41%

USDJPY

154.670

0.31%

USDCHF

0.90930

0.26%

USDCAD

1.43890

0.43%

GOLDUD

2,813.860

0.35%

COFU

72.35

-0.10%

USD/IDR

16,429

0.29%

Fokus Crude Oil:

  • OPEC+ sepakat untuk tetap meningkatkan produksi minyak secara bertahap mulai bulan April, kata Novak.
  • Trump tangguhkan sementara tarif untuk Meksiko dan Kanada, serta peringatkan kenaikan tarif lebih lanjut terhadap China.

***********************************************************

Selasa, 04 Februari 2025 - Pergerakan harga minyak pagi ini terpantau masih berada pada tren bearish tertekan oleh sentimen dari keputusan OPEC+ untuk tetap meningkatkan produksi sesuai rencana, dan ancaman tarif Trump. Meski demikian, proyeksi positif dari Vitol dan potensi gangguan pasokan minyak Nigeria membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada hari Senin mengatakan bahwa OPEC dan sekutunya telah membahas seruan Trump untuk meningkatkan produksi, dan akhirnya menyepakati akan mulai meningkatkan produksi secara bertahap, dengan kenaikan bulanan sebesar 138.000 bph mulai 1 April, sesuai dengan rencana sebelumnya. Selain itu, dalam pertemuan yang berlangsung pada hari Senin, kelompok produsen juga sepakat untuk mengeluarkan EIA dari sumber yang digunakan untuk memantau produksi dan kepatuhan terhadap pakta pasokan.

Turut membebani pergerakan harga, Presiden AS Donald Trump pada hari Senin menyetujui untuk menangguhkan ancaman tarif 25% terhadap Meksiko dan Kanada yang akan berlaku pada hari Selasa selama 30 hari, namun tarif 10% pada impor energi dari Kanada, masih akan tetap berlaku mulai hari Selasa. Di sisi lain, tarif 10% terhadap China masih akan berlaku sesuai jadwal yaitu mulai pukul 12:01 ET pada hari Selasa. Bahkan, Trump memperingatkan bahwa ia mungkin akan menaikkan tarif lebih lanjut terhadap China apabila fentanil masih beredar di AS.

Sementara itu, permintaan minyak global diperkirakan akan tetap pada atau sedikit di atas level saat ini hingga 2040, meskipun ada target pengurangan konsumsi energi berbasis fosil dan emisi CO2, ujar Vitol, dalam laporan prospek permintaan jangka panjang yang dirilis hari Senin. Pedagang minyak independen terbesar di dunia itu memperkirakan permintaan minyak akan naik menjadi hampir 110 juta bph pada akhir 2020-an, kemudian akan mencapai titik jenuh hingga pertengahan dekade berikutnya, sebelum turun menjadi sekitar 105 juta bph pada tahun 2040.

Dukungan lainnya datang dari Nigeria yang pada hari Senin mengumumkan akan menolak izin ekspor untuk kargo minyak dari produsen yang gagal memenuhi kuota pasokan yang ditetapkan untuk kilang lokal, termasuk Kilang Dangote, yang terbesar di Afrika.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:00

USA - JOLTs Job Openings

 

8M

8.098M

22:00

USA - Factory Orders MoM

 

-0.8%

-0.4%

22:10

USA - RCM/TIPP Economic Optimism Index

 

53.0

51.9

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788