Home
>
News
>
Publication
>
OPEC+ Percepat Jadwal Pertemuan, Buat Minyak Terkoreksi Bearish
OPEC+ Percepat Jadwal Pertemuan, Buat Minyak Terkoreksi Bearish
Tuesday, 27 May 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1381

0.11%

GBPUSD

1.3557

0.10%

AUDUSD

0.6491

-0.09%

NZDUSD

0.5997

-0.05%

USDJPY

142.81

-0.31%

USDCHF

0.8208

-0.13%

USDCAD

1.3734

-0.09%

GOLDUD

3,346.40

-0.39%

COFU

61.70

-0.71%

USD/IDR

16,284

-0.77%

Fokus Crude Oil:

  • OPEC+ sepakati bertemu pada 31 Mei, sehari lebih awal dari yang dijadwalkan semula, kata tiga sumber aliansi.
  • Keuntungan di sektor industri China meningkat pesat pada bulan April meskipun ada ketegangan perdagangan.

***********************************************************

Selasa, 27 Mei 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dibebani oleh sentimen dari keputusan OPEC+ mempercepat pertemuan untuk memutuskan kenaikan produksi, dan isyarat Hamas untuk melakukan negosiasi gencatan senjata Gaza. Meski demikian, rilisnya data ekonomi terbaru China yang positif dan sinyal kebuntuan negosiasi nuklir Iran berpotensi mendorong harga kembali menguat.

Pertemuan rutin kelompok aliansi OPEC+ yang awalnya dijadwalkan berlangsung pada 1 Juni dirubah menjadi tanggal 31 Mei, ungkap tiga sumber dari aliansi yang dikutip Reuters pada hari Senin. Di hari yang sama, Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan bahwa OPEC+ belum membahas mengenai rencana peningkatan produksi sebesar 411.000 barel per hari pada bulan Juli. Komentar Novak tersebut mengisyaratkan kepastian rencana peningkatan output baru akan diputuskan dalam pertemuan akhir bulan nanti.

Turut membebani harga, seorang pejabat Palestina pada hari Senin mengatakan bahwa Hamas telah menyetujui usulan dari Steve Witkoff, utusan khusus AS untuk gencatan senjata Gaza, yang mencakup pembebasan 10 sandera dan gencatan senjata selama 70 hari dan penarikan sebagian dari Jalur Gaza. Witkoff dan seorang pejabat Israel membantah bahwa usulan itu tidak sama dengan yang disampaikan oleh Witkoff. Meski demikian, berita tersebut memicu harapan bahwa Hamas siap untuk memulai negosiasi gencatan senjata Gaza.

Sementara itu, keuntungan di sektor industri China meningkat pesat pada bulan April yang mengindikasikan pertumbuhan yang positif di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu meskipun di tengah terjadinya ketegangan perdagangan dengan AS. Biro Statistik Nasional (NBS) pada hari Selasa merilis data yang menunjukkan laba industri naik 1,4% secara tahunan pada periode Januari-April, menyusul kenaikan kumulatif 0,8% pada kuartal pertama yang membalikkan penurunan 0,3% selama dua bulan pertama. Dan dilihat secara bulanan laba naik 3,0% pada bulan April, dibanding kenaikan 2,6% pada bulan Maret.

Dukungan lainnya datang dari pernyataan Presiden Masoud Pezeshkian pada hari Senin mengatakan bahwa Iran akan mampu bertahan meskipun jika negosiasi dengan AS mengenai program nuklirnya gagal mencapai kesepakatan. Komentar Pezeshkian tersebut mengisyaratkan negosiasi nuklir dapat kembali menemui kebuntuan, yang sekaligus berpotensi membuat Iran dikenakan sanksi ekonomi lebih lanjut dari AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $64 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $59 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Durable Goods Orders MoM

 

-7.9%

7.5%

20:00

USA - S&P/Case Shiller Home Price YoY

 

4.5%

4.5%

21:00

USA - CB Consumer Confidence

 

87.2

86.0

21:30

USA - Dallas Fed Manufacturing Index

 

-25

-35.8

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788