Home
>
News
>
Publication
>
NZDUSD Tertekan di Tengah Penguatan Dolar AS dan Sikap Hati-hati RBNZ
NZDUSD Tertekan di Tengah Penguatan Dolar AS dan Sikap Hati-hati RBNZ
Monday, 07 September 2026

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1613

0.03%

GBPUSD

1.3518

-0.02%

AUDUSD

0.7200

0.07%

NZDUSD

0.5881

-0.17%

USDJPY

156.08

0.01%

USDCHF

0.8099

0.04%

USDCAD

1.3833

0.01%

GOLDUD

4422.49

-0.29%

USD/IDR

17,684

-0.31%

Fokus:

  1. Data AS Topang Dolar
  2. RBNZ Batasi Penguatan NZD


NZDUSD
Senin, 07 September 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak melemah pada sesi Asia dan berada di sekitar 0,5871, setelah menghadapi tekanan jual. Meski demikian, pergerakan pasangan ini masih berada dalam kisaran perdagangan Jumat, sehingga momentum bearish belum cukup kuat untuk mengonfirmasi penurunan lebih lanjut.

Tekanan terhadap NZDUSD berasal dari penguatan dolar AS setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed. Risiko inflasi akibat tingginya harga energi serta meningkatnya ketegangan AS-Iran turut mendukung permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.

Dari sisi Selandia Baru, NZD masih terbebani oleh prospek kebijakan RBNZ yang cenderung berhati-hati. Meskipun RBNZ kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,75%, pandangan bank sentral terhadap kebutuhan kenaikan lanjutan dinilai tidak terlalu agresif. Kondisi tersebut membatasi daya tarik NZD dan membuat pemulihan NZDUSD masih menghadapi tekanan.

Secara teknikal, NZDUSD berpotensi melanjutkan konsolidasi dengan bias melemah selama belum mampu menembus area resistance terdekat. Support berada di 0,5840, sedangkan resistance berada di 0,5900. Penembusan support dapat membuka ruang menuju level yang lebih rendah, sementara penguatan di atas resistance berpotensi menjadi indikasi pemulihan menuju area 0,5930.

EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke sekitar 1,1616 pada sesi perdagangan Asia, menunjukkan pemulihan setelah tekanan sebelumnya. Namun, penguatan euro masih berpotensi terbatas karena pasar mulai berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS pekan ini. Data CPI dan PPI akan menjadi perhatian utama karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed pada pertemuan September.

Di sisi lain, data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan, dengan penambahan 162 ribu lapangan kerja pada Agustus dibandingkan estimasi 56 ribu, berpotensi memberikan dukungan terhadap dolar AS. Karena itu, EURUSD masih menghadapi risiko tekanan apabila data inflasi AS kembali menunjukkan tekanan harga yang tinggi. Secara teknikal, support berada di 1,1580, sedangkan resistance di 1,1640. Penembusan resistance dapat membuka ruang penguatan menuju 1,1680, sementara pelemahan di bawah support berpotensi membawa pasangan ini kembali menguji area 1,1540.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini melemah ke sekitar 1,3515 pada sesi Asia setelah sebelumnya bergerak menguat tipis. Tekanan terhadap pasangan ini muncul ketika dolar AS mulai mendapatkan dukungan dari data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan. NFP Agustus tercatat bertambah 162 ribu, jauh di atas ekspektasi 56 ribu, sehingga meningkatkan peluang The Fed mempertahankan kebijakan ketat pada pertemuan September. Meski demikian, pelaku pasar masih menantikan data inflasi AS pekan ini sebagai petunjuk berikutnya.

Dari sisi Inggris, prospek kebijakan Bank of England (BoE) yang relatif hawkish masih menjadi faktor penahan bagi pelemahan pound yang lebih dalam. Ekspektasi inflasi yang persisten dan kemungkinan pengetatan kebijakan lebih lanjut memberikan dukungan terhadap GBP. Dengan demikian, GBPUSD berpotensi bergerak terbatas sambil menunggu katalis baru dari AS. Secara teknikal, support berada di area 1,3480, sedangkan resistance di area 1,3550.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini melanjutkan penguatan ke sekitar 0,7205 pada awal pekan dan masih berada dekat level tertinggi sejak pertengahan Mei. Pergerakan ini didukung oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) pada September, seiring pertumbuhan ekonomi Australia yang lebih kuat dari perkiraan dan inflasi yang masih persisten. Di sisi lain, dolar AS masih tertahan karena pelaku pasar menantikan data inflasi AS pekan ini, meskipun ketegangan AS-Iran berpotensi membatasi penguatan AUD.

Secara teknikal, momentum kenaikan AUDUSD masih relatif terjaga setelah pasangan ini bertahan di atas level Fibonacci retracement 78,6% di 0,7186. Indikator RSI dan MACD juga masih menunjukkan dominasi pembeli, meskipun kondisi mulai mendekati area jenuh beli. Support berada di area 0,7185, sedangkan resistance di area 0,7270.

USDJPY - Pasangan mata uang ini menguat ke sekitar 156,10 pada sesi Asia setelah sebelumnya menghadapi tekanan. Penguatan pasangan ini terjadi ketika dolar AS memperoleh dukungan dari meningkatnya ketegangan AS-Iran dan risiko gangguan di Selat Hormuz yang mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Namun, kenaikan USD/JPY masih berpotensi terbatas karena pasar tetap mempertimbangkan peluang kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) pada September.

Dari sisi AS, data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang lebih ketat, tetapi pelaku pasar cenderung menunggu data PPI dan CPI AS pekan ini sebelum mengambil posisi baru. Sementara itu, ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ dan potensi intervensi otoritas Jepang dapat memberikan dukungan bagi yen. Secara teknikal, support berada di area 155,30, sedangkan resistance di area 156,50.

USDCHF - Pasangan mata uang ini menguat tipis ke sekitar 0,8102 pada awal pekan setelah dolar AS mendapat dukungan dari data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan. NFP Agustus bertambah 162 ribu, jauh di atas ekspektasi 56 ribu, sehingga meningkatkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September. Namun, penguatan dolar masih berpotensi terbatas karena pasar menunggu data PPI dan CPI AS pekan ini sebagai petunjuk lanjutan arah kebijakan The Fed.

Di sisi Swiss, inflasi yang masih rendah memberikan ruang bagi Swiss National Bank (SNB) untuk mempertahankan suku bunga pada level 0%, sehingga dapat membatasi penguatan franc Swiss. Dengan kondisi tersebut, USD/CHF berpeluang mempertahankan bias positif selama mampu bertahan di atas support terdekat. Secara teknikal, support berada di 0,8095, sedangkan resistance di 0,8105. Penembusan resistance dapat membuka ruang menuju 0,8120, sementara pelemahan di bawah support berpotensi membawa pasangan ini kembali menguji area 0,8075.

USDCAD - Pasangan mata uang ini menguat ke sekitar 1,3834 pada sesi Asia setelah sebelumnya mencatat kenaikan moderat. Pergerakan pasangan ini masih berpotensi tertahan oleh kenaikan harga minyak mentah yang memberikan dukungan terhadap dolar Kanada sebagai mata uang berbasis komoditas. Harga WTI kembali mendekati US$90 per barel di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran dan risiko gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz.

Di sisi lain, dolar AS mendapat dukungan dari data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan, dengan NFP Agustus bertambah 162 ribu dibandingkan ekspektasi 56 ribu. Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang lebih ketat, meskipun pelaku pasar masih menunggu data inflasi AS pekan ini. Sementara itu, pelemahan data tenaga kerja Kanada membatasi dukungan terhadap CAD. Secara teknikal, support berada di area 1,3800, sedangkan resistance di area 1,3860.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

8:30am

AUD

ANZ Job Advertisements m/m

2.50%

 

1.90%

2:00pm

CHF

Unemployment Rate

 

3.10%

3.10%

3:30pm

EUR

Sentix Investor Confidence

 

2.1

0.9

4:00pm

EUR

Final Employment Change q/q

 

0.10%

0.10%

4:00pm

EUR

Revised GDP q/q

 

0.40%

0.40%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788