| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1706 | -0.11% |
GBPUSD | 1.3539 | -0.16% |
AUDUSD | 0.6608 | 0.20% |
NZDUSD | 0.5933 | 0.24% |
USDJPY | 147.45 | -0.12% |
USDCHF | 0.7977 | 0.19% |
USDCAD | 1.3857 | 0.10% |
GOLDUD | 3637.96 | 0.31% |
USD/IDR | 16433 | 0.00% |
Fokus NZDUSD:
Kamis, 11 September 2025 – Kiwi dibuka di 0.5933 dan naik 0.24%. Pergerakan NZDUSD menunjukkan tren penguatan yang konsisten di sekitar level 0,5945 pada sesi Asia hari Kamis, seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan memangkas suku bunga sebanyak tiga kali sebelum akhir tahun. Ekspektasi tersebut diperkuat oleh penurunan tak terduga dalam data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat untuk Agustus yang memicu pandangan bahwa inflasi AS mulai kehilangan momentum. Data ini menambah tekanan pada dolar AS karena investor semakin yakin bahwa Fed tidak hanya akan memangkas suku bunga pada September, tetapi juga berlanjut hingga Oktober dan Desember. Di sisi lain, revisi signifikan terhadap data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan penurunan lebih dari 900 ribu pekerja mempertegas tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja, sehingga dolar AS kesulitan menjaga daya tariknya. Situasi ini mendorong investor beralih ke aset berisiko, termasuk mata uang antipodean seperti Kiwi, yang pada akhirnya menopang kenaikan NZDUSD.
Selain faktor eksternal, fundamental domestik Selandia Baru juga ikut memberi pengaruh. Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) dalam pertemuan bulan Agustus kembali melanjutkan pemangkasan suku bunga setelah sempat menahan kebijakan di bulan Juli. Gubernur RBNZ, Christian Hawkesby, menyampaikan bahwa Official Cash Rate (OCR) diperkirakan akan mencapai 2,5% di akhir tahun, sambil menekankan bahwa arah kebijakan moneter berikutnya akan sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi terkini dan laju pemulihan pertumbuhan domestik. Pernyataan ini menandakan sikap dovish dari bank sentral, yang meskipun berpotensi membatasi apresiasi Kiwi, tetapi saat ini tidak menjadi hambatan besar mengingat faktor eksternal dari pelemahan dolar AS lebih dominan. Hal ini menciptakan keseimbangan di mana prospek pelonggaran Fed yang lebih agresif menutupi dampak dovish RBNZ, sehingga mendukung momentum positif NZDUSD dalam jangka pendek.
Namun, prospek penguatan Kiwi tidak sepenuhnya tanpa hambatan karena risiko eksternal tetap mengintai, khususnya dari perekonomian Tiongkok yang merupakan mitra dagang utama Selandia Baru. Data terbaru menunjukkan inflasi konsumen (CPI) Tiongkok turun 0,4% YoY pada Agustus, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar -0,2%, sementara harga produsen (PPI) tetap berada dalam tren deflasi sebesar -2,9%. Lemahnya permintaan domestik di Tiongkok menandakan perlambatan ekonomi yang bisa berdampak pada penurunan permintaan ekspor Selandia Baru, terutama sektor pertanian dan susu yang menjadi tulang punggung. Kondisi ini berpotensi membatasi ruang penguatan Kiwi dalam jangka menengah hingga panjang. Dengan demikian, arah pergerakan NZDUSD akan sangat ditentukan oleh dua kekuatan utama: pertama, seberapa agresif Fed dalam menurunkan suku bunga, dan kedua, seberapa besar dampak perlambatan ekonomi Tiongkok terhadap outlook ekspor Selandia Baru. Jika Fed benar-benar melakukan pemangkasan suku bunga berturut-turut dan Tiongkok menunjukkan tanda-tanda stabilisasi ekonomi, maka NZDUSD berpeluang memperpanjang reli-nya. Namun sebaliknya, jika ekonomi Tiongkok terus melemah, maka penguatan Kiwi bisa terbatas meski dolar AS dalam tren pelemahan.
Harga pada pasangan mata uang NZDUSD naik. Support terdekat berada di 0.5910, dan resistance berada di 0.5960. Support lanjutan di zona 0.5880 dan dilanjutkan ke zona 0.5840. Resistance lanjutan di zona 0.5995 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6020.
EURUSD – Pasangan Euro dibuka di 1.1706 dan melemah -0.11%. EURUSD cenderung melemah meskipun sempat mencatatkan kenaikan tipis pasca rilis data PPI AS yang lebih rendah dari perkiraan. Pelemahan Dolar AS terjadi karena ekspektasi pasar semakin kuat bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan mendatang. Data PPI yang hanya naik 2,6% YoY dari 3,3% sebelumnya, serta Core PPI yang turun menjadi 2,8% YoY, mempertegas bahwa tekanan inflasi di tingkat produsen semakin mereda. Namun, pasar tetap berhati-hati menunggu rilis CPI AS yang akan menjadi penentu akhir arah kebijakan Fed, dengan peluang pemangkasan suku bunga 25 bps masih dominan. Di sisi Eropa, fokus investor tertuju pada keputusan kebijakan moneter ECB. Setelah beberapa kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun, ekspektasi kuat bahwa ECB akan menahan suku bunga tetap di 2,0% seiring inflasi yang kini mendekati target 2%. Hal ini membuat euro relatif stabil, meski terbatas ruang penguatannya. Dengan kondisi ini, arah EURUSD akan lebih banyak ditentukan oleh perkembangan data inflasi AS dan sikap dovish The Fed, sementara faktor geopolitik seperti ketegangan Rusia–UE turut menjaga volatilitas pasar. Support terdekat berada di 1.1680, sementara resistance berada di 1.1740.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3539 dengan koreksi -0.16%. Poundsterling bergerak terbatas meskipun data PPI AS yang melemah memberi tekanan pada Dolar. Sentimen pasar masih menunggu rilis CPI AS, yang diperkirakan akan menunjukkan inflasi konsumen tetap tinggi di 2,9% YoY, sehingga pasar masih ragu apakah Fed akan lebih agresif dalam memangkas suku bunga. Di sisi lain, ekspektasi pasar menguat bahwa Bank of England (BoE) kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga pada level 4%, mengingat Inggris masih menghadapi inflasi tinggi dan tekanan fiskal yang signifikan. Kondisi domestik Inggris juga menahan laju penguatan Pound. Pemerintah di bawah Kanselir Rachel Reeves menghadapi tekanan politik dan publik terkait kebijakan fiskal, menjelang pengumuman anggaran musim gugur pada November. Dengan kombinasi outlook fiskal yang berat dan ketidakpastian arah kebijakan moneter global, GBPUSD berisiko tetap sideways dengan kecenderungan melemah, terutama bila rilis CPI AS lebih tinggi dari perkiraan dan memperkuat Dolar. Support terdekat berada di 1.3510, dan resistance berada di 1.3565.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6608, menguat 0.20%. Dolar Australia kembali menunjukkan penguatan terhadap Dolar AS, didorong kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi eksternal, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada September tetap menjadi katalis penting, terutama setelah data PPI AS melemah dan revisi besar pada angka tenaga kerja menegaskan pelemahan pasar tenaga kerja. Meskipun demikian, investor masih menanti data CPI AS yang akan menjadi konfirmasi arah kebijakan moneter selanjutnya. Selama ketidakpastian ini berlangsung, AUD tetap mendapat dukungan dari sentimen risk appetite global yang cenderung positif. Dari sisi domestik, inflasi ekspektasi konsumen Australia naik ke 4,7%, menandakan tekanan harga masih cukup kuat. Hal ini mengurangi spekulasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh RBA dalam waktu dekat, memperkuat posisi AUD. Namun, kinerja ekonomi China yang lemah tetap menjadi risiko utama bagi AUD mengingat hubungan dagang yang erat. Sehingga, AUDUSD berpotensi tetap kuat selama Greenback tidak mendapatkan dorongan baru dari data inflasi AS, meski ruang kenaikan bisa terbatas jika outlook China tidak membaik. Support terdekat berada di 0.6580, sedangkan resistance berada di 0.6635.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 147.45 dengan pelemahan tipis -0.12%. USDJPY mengalami tekanan dan bergerak di kisaran 147,50 seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga. Data PPI yang melemah membuat probabilitas pemangkasan 25 bps semakin tinggi, meski peluang 50 bps masih tipis sekitar 10%. Hal ini melemahkan Dolar AS, sementara Yen mendapat tambahan dukungan dari ketidakpastian politik domestik Jepang setelah pengunduran diri Perdana Menteri Shigeru Ishiba, yang menimbulkan sentimen risk-off. Investor kini menunggu keputusan kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ), yang diperkirakan tetap akomodatif meski tekanan inflasi di Jepang masih terkendali. Kondisi politik di Jepang menambah daya tarik Yen sebagai aset safe haven. Resignasi Ishiba dinilai mencegah krisis politik lebih dalam, tetapi juga mencerminkan ketidakpastian kebijakan di tengah negosiasi perdagangan yang macet dengan AS. Di sisi lain, jika Fed benar-benar menurunkan suku bunga pada September, diferensial suku bunga AS–Jepang akan menyempit, sehingga mendukung penguatan Yen lebih lanjut. Dengan kombinasi faktor ini, USDJPY berisiko melanjutkan pelemahannya, terutama bila risk sentiment global tetap rapuh. Support terdekat berada di 147.10, sementara resistance berada di 147.80.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7977 dan menguat 0.19%. USDCHF juga bergerak menguat meski masih tertahan di bawah level psikologis 0,8000. Fundamental AS menjadi fokus utama dengan publikasi data PPI dan CPI yang akan menentukan arah kebijakan The Fed di September. Saat ini, pasar sudah sepenuhnya memperhitungkan pemangkasan suku bunga 25 bps, sementara peluang pemangkasan lebih agresif 50 bps masih terbuka kecil. Dalam kondisi seperti ini, pergerakan USDCHF sangat berkorelasi dengan yield US Treasury, yang belakangan tetap cukup stabil. Sementara itu, faktor geopolitik dan ketidakpastian global memberi dukungan terhadap permintaan safe haven CHF. Tensi geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah menahan pelemahan Swiss Franc lebih dalam. Namun, pidato pejabat SNB tidak memberikan sinyal baru terkait kebijakan moneter, sehingga arah USDCHF tetap lebih banyak dipengaruhi perkembangan di AS. Dengan latar belakang ini, pasangan USDCHF berpotensi menguat lebih lanjut apabila data inflasi AS tidak terlalu tinggi, karena memberi ruang bagi Fed untuk segera memulai siklus pelonggaran moneter. Support terdekat berada di 0.7950, dan resistance berada di 0.8005.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3857 dengan kenaikan 0.10%. Pasangan USDCAD terus menguat seiring dengan melemahnya fundamental ekonomi Kanada. Data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran ke 7,1% pada Agustus, disertai perlambatan pada aktivitas bisnis yang tercermin dari Ivey PMI yang turun tajam mendekati stagnasi. Selain itu, harga minyak sebagai komoditas utama ekspor Kanada tetap berada di level rendah akibat prospek permintaan global yang melemah. Faktor-faktor ini menambah tekanan terhadap CAD, apalagi pasar kini menilai hampir 90% peluang bahwa Bank of Canada akan memangkas suku bunga dalam pertemuan berikutnya. Di sisi lain, meskipun data PPI AS lebih lemah dari perkiraan, Greenback tetap menemukan pijakan karena pasar global masih menunggu konfirmasi dari data CPI AS. Dengan revisi signifikan pada data Nonfarm Payrolls, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed sudah cukup tinggi. Namun, selama data inflasi AS tidak menunjukkan pelemahan tajam, USD tetap mampu bertahan kuat. Kondisi ini membuat USDCAD masih punya ruang untuk melanjutkan penguatan, terutama jika prospek BoC makin dovish. Support terdekat berada di 1.3825, dan resistance di 1.3885.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:01am | USD | 10-y Bond Auction | 4.03|2.7 | - | 4.26|2.4 |
6:01am | GBP | RICS House Price Balance | -19% | -12% | -13% |
6:15am | NZD | RBNZ Gov Hawkesby Speaks | - | - | - |
6:50am | JPY | BSI Manufacturing Index | 3.8 | -3.3 | -4.8 |
6:50am | JPY | PPI y/y | 2.7% | 2.7% | 2.5% |
8:00am | AUD | MI Inflation Expectations | 4.7% | - | 3.9% |
Tentative | CNY | New Loans | - | 700B | -50B |
Tentative | CNY | M2 Money Supply y/y | - | 8.7% | 8.8% |
7:15pm | EUR | Main Refinancing Rate | - | 2.15% | 2.15% |
7:15pm | EUR | Monetary Policy Statement | - | - | - |
7:30pm | USD | Core CPI m/m | - | 0.3% | 0.3% |
7:30pm | USD | CPI m/m | - | 0.3% | 0.2% |
7:30pm | USD | CPI y/y | - | 2.9% | 2.7% |
7:30pm | USD | Unemployment Claims | - | 235K | 237K |
7:45pm | EUR | ECB Press Conference | - | - | - |
9:30pm | USD | Natural Gas Storage | - | 69B | 55B |