Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1501 | 0.17% |
GBPUSD | 1.3288 | 0.19% |
AUDUSD | 0.7015 | 0.21% |
NZDUSD | 0.5772 | 0.26% |
USDJPY | 160.66 | -0.01% |
USDCHF | 0.7996 | -0.13% |
USDCAD | 1.4099 | 0.04% |
GOLDUD | 4257.67 | 1.45% |
USD/IDR | 17,748 | 0.00% |
Fokus:
NZDUSD
Kamis, 18 Juni 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak menguat dan diperdagangkan di sekitar level 0,5787 pada hari Kamis. Penguatan dolar Selandia Baru terjadi setelah rilis data ekonomi yang menunjukkan aktivitas domestik tumbuh lebih baik dibandingkan perkiraan pasar, sehingga meningkatkan optimisme terhadap prospek perekonomian negara tersebut.
Data terbaru menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) Selandia Baru tumbuh 0,8% secara kuartalan pada kuartal pertama 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 0,5% pada kuartal sebelumnya. Sementara itu, secara tahunan ekonomi Selandia Baru tumbuh 1,5%, melampaui ekspektasi pasar sebesar 1,1%. Kinerja ini memperkuat keyakinan investor bahwa pemulihan ekonomi Selandia Baru terus berlanjut meskipun masih menghadapi tantangan global.
Sentimen pasar juga mendapat dukungan dari perkembangan geopolitik setelah Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik yang melibatkan kedua negara. Meredanya ketegangan geopolitik meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang berbasis komoditas seperti dolar Selandia Baru, sehingga memberikan tambahan dorongan bagi NZDUSD.
Di sisi lain, penguatan pasangan mata uang ini masih berpotensi dibatasi oleh sikap hati-hati Federal Reserve. Bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Juni dan mengindikasikan masih mencermati risiko inflasi ke depan. Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh yang menegaskan komitmen terhadap stabilitas harga turut menjaga ekspektasi bahwa suku bunga AS dapat bertahan tinggi lebih lama, sehingga menopang dolar AS. Support NZDUSD berada di area 0,5760, sementara resistance di area 0,5815.
EURUSD - Pasangan mata uang ini berhasil memangkas sebagian pelemahan sebelumnya dan diperdagangkan di sekitar level 1,1520 pada hari Kamis. Penguatan euro didorong oleh meningkatnya selera risiko pasar setelah muncul kabar bahwa Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama ini. Harapan bahwa kedua negara akan menandatangani kesepakatan damai secara resmi dalam waktu dekat mendorong investor beralih ke aset berisiko, termasuk mata uang tunggal Eropa.
Meski demikian, potensi kenaikan EURUSD masih dibatasi oleh kebijakan Federal Reserve yang tetap bernada hawkish. The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%-3,75%, namun memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih memungkinkan apabila tekanan inflasi meningkat. Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh yang menegaskan fokus pada stabilitas harga turut menopang dolar AS. Selain itu, pasar juga menantikan rilis data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi dan arah kebijakan moneter AS. Support EURUSD berada di area 1,1480, sementara resistance di area 1,1540.
GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke sekitar level 1,3313 pada perdagangan Kamis, didukung oleh melemahnya dolar AS di tengah membaiknya sentimen pasar global. Optimisme investor meningkat setelah muncul perkembangan positif terkait upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, yang mendorong peralihan dana ke aset berisiko dan mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi poundsterling untuk melanjutkan penguatannya terhadap greenback.
Di sisi lain, penguatan GBPUSD masih dibayangi oleh prospek kebijakan moneter Federal Reserve yang tetap cenderung ketat. The Fed mempertahankan suku bunga acuannya dan mengisyaratkan bahwa risiko inflasi masih perlu diawasi, sehingga peluang kenaikan suku bunga tambahan belum sepenuhnya tertutup. Sementara itu, pelaku pasar juga mencermati prospek ekonomi Inggris dan arah kebijakan Bank of England yang akan menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan penguatan poundsterling dalam jangka pendek. Support GBPUSD berada di area 1,3280, sementara resistance di area 1,3345
AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke area 0,7025 pada perdagangan Asia Kamis, didorong oleh meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko. Sentimen pasar membaik setelah Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama ini. Harapan bahwa kedua negara akan segera meresmikan kesepakatan tersebut mengurangi permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS, dan memberikan dukungan bagi mata uang yang sensitif terhadap sentimen risiko seperti dolar Australia.
Meski demikian, potensi penguatan AUDUSD masih dibatasi oleh sikap Federal Reserve yang cenderung hawkish. Bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Juni dan tetap membuka peluang pengetatan lebih lanjut apabila tekanan inflasi belum mereda. Sementara itu, Reserve Bank of Australia memilih mempertahankan suku bunga di level 4,35% setelah sebelumnya menaikkan suku bunga secara bertahap sepanjang tahun. Perbedaan arah kebijakan moneter kedua bank sentral tersebut diperkirakan akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan AUDUSD dalam jangka pendek. Support AUDUSD berada di area 0,6990, sementara resistance di area 0,7050.
USDJPY - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar level 160,64 pada hari Kamis setelah mencatat penguatan selama beberapa hari terakhir dan mencapai level tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir. Meski dolar AS sempat terkoreksi akibat meredanya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati langkah awal menuju perdamaian, mata uang Negeri Paman Sam masih ditopang oleh prospek suku bunga AS yang tetap tinggi. Kondisi tersebut membuat pasangan USDJPY tetap bertahan di area tinggi meskipun terjadi aksi ambil untung pada dolar.
Di sisi lain, penguatan USDJPY dibatasi oleh meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap potensi intervensi pemerintah Jepang untuk menopang yen. Otoritas Jepang kembali menegaskan kesiapannya menghadapi pergerakan mata uang yang dinilai berlebihan, sementara Bank of Japan telah menaikkan suku bunga ke level tertinggi sejak 1995. Namun, selisih suku bunga yang masih lebar antara Jepang dan Amerika Serikat tetap mendukung aktivitas carry trade, sehingga prospek USDJPY masih cenderung bullish meskipun rentan mengalami koreksi jangka pendek. Support USDJPY berada di area 160.20, sementara resistance di area 161.00.
USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak menguat tipis ke area 0,7988 setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan terbaru. Penguatan dolar AS didorong oleh sikap The Fed yang masih cenderung hawkish, dengan sejumlah pejabat bank sentral mengindikasikan peluang kenaikan suku bunga tambahan apabila inflasi tetap bertahan di level tinggi. Data inflasi Amerika Serikat yang masih kuat semakin memperkuat ekspektasi pasar bahwa kebijakan moneter ketat akan berlangsung lebih lama, sehingga memberikan dukungan bagi dolar AS.
Perhatian pasar kini beralih ke keputusan kebijakan moneter Bank Nasional Swiss (SNB) yang dijadwalkan berlangsung hari ini. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan SNB akan mempertahankan suku bunga di level 0%, mengingat inflasi Swiss masih terkendali di kisaran 0,6% dan berada dalam target bank sentral. Di sisi lain, menguatnya franc Swiss dalam beberapa waktu terakhir turut membantu meredam tekanan inflasi impor. Kombinasi prospek suku bunga AS yang berpotensi naik dan kebijakan SNB yang cenderung stabil dapat menjaga USDCHF tetap bergerak di area positif dalam jangka pendek. Support USDCHF berada di area 0,7960, sementara resistance di area 0,8010.
USDCAD - Pasangan mata uang ini mengalami koreksi setelah mencatat kenaikan beruntun dalam beberapa sesi terakhir dan pada perdagangan hari Kamis bergerak di sekitar area 1,4104. Tekanan terhadap pasangan mata uang ini muncul seiring meredanya ketegangan geopolitik global yang mengurangi minat investor terhadap aset-aset defensif. Optimisme pasar meningkat setelah muncul perkembangan positif terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran, sehingga mendorong perpindahan dana dari dolar AS ke aset yang memiliki risiko lebih tinggi.
Di tengah pelemahan tersebut, potensi penguatan dolar AS masih tetap terbuka. Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan terbaru, namun sejumlah pejabat bank sentral masih melihat kemungkinan perlunya pengetatan kebijakan lebih lanjut untuk mengendalikan inflasi. Sementara itu, dolar Kanada. Support USDCAD berada di area 1.4070, sementara resistance di area 1.4130.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
01:00am | US | Fed Interest Rate Decision | 3.75% | 3.75% | 3.75% |
01:00am | US | FOMC Economic Projections |
|
|
|
01:30am | US | Fed Press Conference |
|
|
|
05:45am | NZD | GDP Growth Rate YoY | 1.5% | 1.0% | 1..5% |
06:00pm | GBP | BoE Interest Rate Decision |
|
|
|