Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1590 | -0.09% |
GBPUSD | 1.3513 | -0.06% |
AUDUSD | 0.7149 | -0.06% |
NZDUSD | 0.5894 | -0.34% |
USDJPY | 160.18 | 0.12% |
USDCHF | 0.8117 | 0.17% |
USDCAD | 1.3894 | 0.09% |
GOLDUD | 4331.38 | -0.91% |
USD/IDR | 17,722 | 0.00% |
Fokus:
Rabu, 02 September 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 0,5874 pada perdagangan sesi Asia hari Rabu setelah keputusan suku bunga Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Tekanan terhadap Dolar Selandia Baru muncul meskipun RBNZ menaikkan Official Cash Rate (OCR) sebesar 25 basis poin menjadi 2,75% dari 2,50%, sesuai dengan ekspektasi pasar.
Dalam Monetary Policy Review, RBNZ menilai pengurangan stimulus moneter secara bertahap diperlukan untuk mengarahkan inflasi kembali menuju titik tengah target 2%, sekaligus tetap mendukung pertumbuhan dan kondisi ketenagakerjaan. Bank sentral juga menyampaikan bahwa kenaikan suku bunga kali ini dapat mengurangi kebutuhan untuk melakukan kenaikan lebih lanjut di kemudian hari, sementara keputusan berikutnya akan bergantung pada perkembangan risiko inflasi.
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada konferensi pers Gubernur RBNZ Dr. Anna Breman untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya. Sementara itu, dari Amerika Serikat, pelaku pasar mulai menunggu laporan ketenagakerjaan Agustus yang akan dirilis Jumat. Ekonom memperkirakan penambahan 58.000 lapangan pekerjaan, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,1%.
Jika data tenaga kerja AS menunjukkan perbaikan, ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang lebih ketat dapat kembali meningkat dan memberikan dukungan terhadap dolar AS. Kondisi tersebut berpotensi mempertahankan tekanan pada NZDUSD, terutama setelah pasangan ini gagal memanfaatkan kenaikan suku bunga RBNZ. Sebaliknya, data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan dapat memberikan ruang bagi NZDUSD untuk melakukan pemulihan. Support NZDUSD berada di area 0,5850, sementara resistance di area 0,5900.
EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 1,1579 pada awal perdagangan sesi Eropa, tertekan oleh penguatan dolar AS yang masih mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter The Fed yang lebih hawkish. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga mendorong permintaan terhadap aset safe haven, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap euro.
Di sisi lain, pasar masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta dampaknya terhadap sentimen pasar. Pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole turut memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada September, dengan probabilitas yang meningkat menjadi sekitar 68% dari sebelumnya di bawah 40%. Perhatian berikutnya akan tertuju pada data Penjualan Ritel Zona Euro dan data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Jumat. Support AUDUSD berada di area 1,1550, sementara resistance di area 1,1620.
GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 1,3505 pada awal sesi Eropa seiring meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Sentimen pasar masih dibayangi eskalasi konflik di Timur Tengah, sehingga arus dana cenderung mengalir ke aset berisiko rendah dan menekan pergerakan Poundsterling.
Dari sisi Inggris, Gubernur Bank of England Andrew Bailey memberikan nada yang relatif dovish dengan menilai tekanan inflasi domestik masih terkendali dan belum menunjukkan dampak putaran kedua yang signifikan. Pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa BoE akan tetap berhati-hati dalam menentukan langkah kebijakan berikutnya, meskipun pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada tahun ini. Fokus utama pasar kini beralih ke laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat, yang berpotensi menjadi penentu arah pergerakan GBPUSD dalam jangka pendek. Support GBPUSD berada di area 1,3470, sementara resistance di area 1,3550.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 0,7145 pada perdagangan sesi Asia, melanjutkan penurunan untuk hari kedua berturut-turut. Penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang menekan AUD, seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed serta eskalasi ketegangan antara AS dan Iran. Respons positif terhadap data PDB Australia kuartal II yang berada di atas perkiraan pun mulai mereda.
Dari sisi teknikal, tekanan turun masih cukup terbuka setelah AUDUSD gagal mempertahankan level di atas 0,7200. Area 0,7125 menjadi support penting karena bertepatan dengan SMA 100 periode pada grafik empat jam dan retracement Fibonacci 23,6%. Sementara itu, pelemahan RSI dan memudarnya momentum pada MACD menunjukkan tekanan jual masih ada, meski belum mengindikasikan pembalikan bearish secara penuh. Support AUDUSD berada di area 0,7125, sementara resistance di area 0,7200.
USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 160,38 setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 31 Juli, namun belum mampu mempertahankan momentum kenaikan di atas 160,50. Yen Jepang masih berada di bawah tekanan akibat kekhawatiran fiskal yang dipicu kenaikan imbal hasil obligasi Jepang, sementara dolar AS menguat ke level tertinggi hampir tiga pekan di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September.
Di sisi lain, selisih suku bunga AS dan Jepang yang masih lebar membuat aktivitas carry trade tetap mendukung USDJPY. Namun, peluang pengetatan kebijakan yang lebih cepat oleh Bank of Japan menjadi faktor yang membatasi penguatan pasangan ini. Pasar kini menantikan data ketenagakerjaan AS, khususnya NFP pada Jumat, yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed. Support USDJPY berada di area 159,80, sementara resistance 160,50.
USDCHF -Pasangan mata uang inibergerak menguat ke area 0,8131, didukung penguatan dolar AS yang berlangsung selama dua hari berturut-turut. Kenaikan imbal hasil Treasury AS hingga sekitar 4,80% serta lonjakan harga minyak kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa The Fed dapat mempertahankan kebijakan suku bunga ketat lebih lama.
Di sisi data ekonomi, indikator AS memberikan sinyal yang beragam. Lowongan kerja JOLTS Juli turun menjadi 7,27 juta, sementara PMI Manufaktur ISM Agustus turun dari 55,6 menjadi 54,6, namun masih berada di zona ekspansi. Pasar selanjutnya akan mencermati data ketenagakerjaan ADP dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed. Support USDCHF berada di area 0,8080, sementara resistance di area 0,8150.
USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 1,3838, setelah sebelumnya berada di sekitar 1,3900. Pergerakan dolar Kanada mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, sementara dolar AS masih menghadapi tekanan dari pergerakan pasar obligasi dan perubahan ekspektasi suku bunga The Fed.
Pasar juga mencermati keputusan Bank of Canada yang akan menjadi perhatian utama dalam menentukan arah CAD selanjutnya. BoC diperkirakan mempertahankan suku bunga di 2,25%, sementara ketegangan perdagangan dengan AS tetap menjadi risiko bagi prospek ekonomi Kanada. Penguatan harga minyak dapat menjadi faktor penopang tambahan bagi CAD dalam jangka pendek. Support USDCAD berada di area 1,3845, sementara resistance di area 1,3950.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
8:30am | AUD | GDP q/q | 0.40% | 0.30% | 0.30% |
9:00am | NZD | Official Cash Rate | 2.75% | 2.75% | 2.50% |
9:00am | NZD | RBNZ Monetary Policy Statement |
|
|
|
9:00am | NZD | RBNZ Rate Statement |
|
|
|
10:00am | NZD | RBNZ Press Conference |
|
|
|
7:15pm | USD | ADP Non-Farm Employment Change |
| 47K | 44K |
8:45pm | CAD | BOC Rate Statement |
|
|
|
9:30pm | CAD | BOC Press Conference |
|
|
|
Forex Daily Newsletter