Home
>
News
>
Publication
>
NZDUSD Melemah, Pasar Menanti Keputusan The Fed
NZDUSD Melemah, Pasar Menanti Keputusan The Fed
Monday, 14 September 2026

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1597

-0.09%

GBPUSD

1.3526

-0.07%

AUDUSD

0.7163

-0.21%

NZDUSD

0.5814

-0.33%

USDJPY

153.53

0.14%

USDCHF

0.8165

0.07%

USDCAD

1.3869

0.01%

GOLDUD

4338.79

0.31%

USD/IDR

17,606

0.00%

Fokus Utama:

  1. Nada dovish RBNZ membatasi daya tarik dolar Selandia Baru
  2. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menopang dolar AS


NZDUSD
Senin, 14 September 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 0,5795 pada awal perdagangan Senin di sesi Asia. Pelemahan dolar Selandia Baru terjadi setelah pasar menilai langkah Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke 2,75% sebagai kenaikan yang cenderung dovish. RBNZ masih melihat tingkat suku bunga saat ini cukup akomodatif dan menegaskan bahwa pengurangan stimulus moneter akan dilakukan secara bertahap.

Meski pasar masih memperkirakan adanya satu kali kenaikan suku bunga tambahan hingga akhir tahun, kemungkinan besar pada Desember, nada kebijakan RBNZ yang berhati-hati membuat ekspektasi terhadap siklus pengetatan yang agresif berkurang. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik NZD dan membuat pasangan NZDUSD tetap berada di bawah tekanan.

Dari sisi dolar AS, perhatian investor mulai beralih ke keputusan kebijakan Federal Reserve pada Rabu. Setelah sejumlah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga yang masih tinggi, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin berada di sekitar 86,2%. Penguatan ekspektasi tersebut berpotensi menjaga dolar AS tetap kuat terhadap NZD dalam jangka pendek.

Selanjutnya, pasar juga akan mencermati konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan berikutnya. Pernyataan yang lebih dovish dari perkiraan dapat menekan dolar AS dan membuka peluang pemulihan NZDUSD. Secara teknikal, support NZDUSD berada di area 0,5770, sedangkan resistance berada di area 0,5830.

EURUSD - Pasangan mata uang ini melemah ke sekitar 1,1586 pada awal perdagangan Senin sesi Asia, melanjutkan tekanan setelah data inflasi AS yang dirilis Jumat memperkuat ekspektasi pengetatan kebijakan moneter The Fed. CPI AS Agustus naik 0,4% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan, sesuai dengan perkiraan pasar. Namun, core CPI meningkat 0,3% secara bulanan dari 0,2% sebelumnya dan berada di atas ekspektasi, sehingga memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Rabu.

Dari sisi pasar, perhatian kini tertuju pada keputusan The Fed dan pernyataan setelahnya untuk melihat arah kebijakan selanjutnya. Ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi cenderung meningkatkan daya tarik dolar dan membatasi ruang penguatan euro dalam jangka pendek. Dengan demikian, EURUSD masih berpotensi bergerak dalam tekanan jual. Support berada di 1,1550, sedangkan resistance di 1,1620.


GBPUSD - Pasangan mata uang ini melemah ke sekitar 1,3516 pada awal perdagangan pekan ini dan masih bertahan di atas level psikologis 1,3500. Pergerakan pound cenderung terbatas karena investor memilih menahan posisi menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed pada Rabu dan Bank of England (BoE) pada Kamis. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin, ditambah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menjaga permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven dan membatasi ruang penguatan GBPUSD.

Di sisi Inggris, pound masih mendapat dukungan dari data PDB Juli yang tumbuh 0,4% secara bulanan, lebih baik dari perkiraan stagnan. Namun, ekspektasi BoE untuk mempertahankan suku bunga di 3,75% membuat investor belum agresif menambah posisi pada pound. Pasar selanjutnya akan mencermati data ketenagakerjaan Inggris pada Selasa dan inflasi pada Rabu sebagai petunjuk sebelum keputusan BoE. Secara teknikal, support berada di 1,3480, sedangkan resistance di 1,3560.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini melemah ke sekitar 0,7148 pada perdagangan Senin di sesi Asia, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sekitar 0,7140. Tekanan terhadap dolar Australia terutama berasal dari penguatan dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat setelah data inflasi AS pekan lalu memperkuat prospek tersebut. Ketegangan geopolitik terkait konflik AS-Iran dan kondisi di Selat Hormuz juga meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Meski demikian, ekspektasi terhadap kebijakan RBA yang masih relatif hawkish membantu membatasi pelemahan AUD.

Secara teknikal, AUDUSD masih menghadapi tekanan setelah bergerak di bawah SMA 100 periode pada grafik 4 jam. Namun, indikator RSI yang mendekati area oversold menunjukkan ruang pelemahan mulai terbatas, sementara MACD yang masih negatif mengindikasikan momentum bearish belum sepenuhnya mereda. Jika tekanan jual berlanjut, support AUDUSD berada di area 0,7095, sedangkan resistance berada di area 0,7179.

USDJPY - Pasangan mata uang ini menguat ke sekitar 153,75 pada awal perdagangan pekan ini di sesi Asia, melanjutkan pemulihan setelah melemah pada Jumat. Penguatan dolar AS didukung oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah eskalasi ketegangan antara AS dan Iran, termasuk serangkaian serangan serta perkembangan di sekitar Selat Hormuz. Meski demikian, kenaikan USDJPY masih terbatas karena pasangan ini tetap berada dalam rentang pergerakan pekan sebelumnya dan pasar mulai bersiap menghadapi rangkaian keputusan bank sentral pada pekan ini.

Dari sisi Jepang, yen masih memperoleh dukungan dari meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 17–18 September. Pernyataan pejabat BoJ yang menilai inflasi mendasar semakin mendekati target 2% turut memperkuat pandangan terhadap pengetatan kebijakan lebih lanjut. Sementara itu, pasar juga memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed pada Rabu setelah data inflasi AS pekan lalu memperkuat ekspektasi tersebut. Dengan kondisi ini, support berada di 153,20, sedangkan resistance di 154,00.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak naik ke sekitar 0,8171 pada awal perdagangan Senin. Penguatan pasangan ini didukung oleh dolar AS yang kembali menguat, tercermin dari kenaikan DXY hari ini menjelang pertemuan The Fed pekan ini. Data inflasi AS yang dirilis Jumat masih menunjukkan tekanan harga yang cukup kuat, sehingga pasar mempertahankan ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 15–16 September. Kondisi tersebut membuat dolar tetap diminati dan memberikan tekanan terhadap franc Swiss.

Sementara itu, dari Swiss, perhatian pasar tertuju pada perkembangan inflasi dan kebijakan Swiss National Bank (SNB), dengan ruang pelonggaran moneter yang dinilai semakin terbatas. Kombinasi penguatan dolar AS dan meningkatnya yield obligasi AS berpotensi menjaga USDCHF tetap dalam tren positif dalam jangka pendek. Secara teknikal, support berada di 0,8130, sementara resistance di 0,8200.

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak relatif datar di sekitar 1,3870 pada perdagangan Senin sesi Asia setelah mencatat penguatan selama tiga hari berturut-turut. Pergerakan pasangan ini cenderung tertahan karena dolar Kanada mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak mentah yang mendekati level tertinggi dalam hampir empat bulan. Kenaikan harga minyak terjadi setelah serangan drone mengganggu operasional jalur pipa minyak utama Arab Saudi, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan menopang CAD sebagai mata uang yang sensitif terhadap komoditas.

Di sisi lain, penguatan dolar AS masih berpotensi membatasi pelemahan USDCAD. Data CPI AS Agustus yang dirilis Jumat menunjukkan inflasi naik 0,4% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan, sementara core CPI meningkat 0,3% dan lebih tinggi dari perkiraan. Data tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Rabu, dengan probabilitas kenaikan 25 basis poin mencapai sekitar 87%. Dengan demikian, USDCAD berpotensi bergerak terbatas dengan risiko kembali menguat apabila dolar AS mendapat dukungan tambahan. Support USDCAD berada di area 1,3820, sedangkan resistance di area 1,3920.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

9:30am

AUD

RBA Assist Gov Hunter Speaks

 

 

 

11:30am

JPY

Revised Industrial Production m/m

 

0.10%

0.10%

1:30pm

CHF

PPI m/m

 

0.00%

-0.10%

7:30pm

CAD

CPI m/m

 

-0.10%

0.50%

10:15pm

EUR

ECB President Lagarde Speaks

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788