Home
>
News
>
Publication
>
NZDUSD Dibuka Gap Melemah, Sentimen Eksternal Menekan Kiwi
NZDUSD Dibuka Gap Melemah, Sentimen Eksternal Menekan Kiwi
Friday, 31 July 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1526

-0.13%

GBPUSD

1.3467

-0.11%

AUDUSD

0.7023

0.01%

NZDUSD

0.5869

-0.07%

USDJPY

159.49

0.76%

USDCHF

0.8050

0.24%

USDCAD

1.4010

0.05%

GOLDUD

4103.36

-0.40%

USD/IDR

18,073

0.00%

Fokus:

  1. Pelemahan data Tiongkok memicu tekanan pada mata uang komoditas.
  2. Dolar AS tetap kuat meski ketegangan geopolitik mereda.


NZDUSD
Jumat, 26 Juli 2026
- Pasangan mata uang ini dibuka dengan gap melemah dan diperdagangkan di sekitar 0,5868. Pelemahan ini terjadi setelah reli selama tiga hari sebelumnya, dengan tekanan datang dari memburuknya data aktivitas ekonomi Tiongkok yang kembali memicu kekhawatiran terhadap prospek permintaan di kawasan.

Data terbaru menunjukkan PMI Manufaktur NBS Tiongkok turun menjadi 49,2 pada Juli dari 50,3 pada bulan sebelumnya, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 50,0. Sementara itu, PMI Non-Manufaktur juga turun ke 49,0 dari 50,2, menandakan perlambatan aktivitas di sektor jasa. Sebagai mitra dagang utama Selandia Baru, pelemahan ekonomi Tiongkok cenderung memberikan tekanan terhadap dolar Selandia Baru.

Di sisi domestik, sentimen konsumen Selandia Baru menunjukkan perbaikan. Indeks Keyakinan Konsumen ANZ-Roy Morgan naik 8 poin menjadi 99,3 pada Juli, level tertinggi sejak Februari. Ekspektasi terhadap kondisi ekonomi dalam satu tahun ke depan juga membaik, sementara survei prospek bisnis ANZ mengindikasikan pemulihan pertumbuhan ekonomi yang terus berlanjut. Namun, sentimen positif tersebut belum mampu mengimbangi tekanan eksternal yang berasal dari Tiongkok dan penguatan dolar AS.

Di sisi lain, dolar AS memperoleh dukungan sehingga semakin menekan NZDUSD. Penguatan greenback terjadi meskipun ketegangan geopolitik mulai mereda setelah Pakistan mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat dan Iran tengah melanjutkan pembicaraan untuk menjaga stabilitas, khususnya di kawasan Selat Hormuz. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar tetap mempertahankan minat terhadap dolar AS sehingga membatasi ruang penguatan mata uang berisiko, termasuk dolar Selandia Baru. Support NZDUSD berada di area 0,5845, sementara resistance di area 0,5900.

EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1,1511 pada awal perdagangan. Pelemahan euro dipicu oleh meningkatnya sentimen risk-off setelah ketegangan di Timur Tengah kembali menjadi perhatian pasar. Pernyataan Ketua Parlemen Iran mengenai konsekuensi yang akan dihadapi Amerika Serikat, serta pembentukan koalisi internasional untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Bab al-Mandeb, Laut Merah, dan Teluk Aden, mendorong investor beralih ke aset yang lebih aman, termasuk dolar AS.

Di sisi lain, pasar juga menantikan rilis data awal Inflasi HICP Zona Euro bulan Juli yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB). Meskipun Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhirnya sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada September sedikit menurun, euro masih memperoleh dukungan dari panduan kebijakan ECB yang dinilai lebih jelas dibandingkan ketidakpastian arah kebijakan moneter di Amerika Serikat. Namun untuk sementara, dominasi sentimen penghindaran risiko masih membuat EURUSD bergerak di bawah tekanan. Support EURUSD berada di area 1,1490, sementara resistance di area 1,1550.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah dan diperdagangkan di sekitar 1,3452 pada awal sesi Eropa. Pelemahan poundsterling terjadi seiring meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven setelah ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat. Serangan militer AS di sejumlah wilayah Iran dan respons keras dari pejabat Iran mendorong kenaikan harga minyak sekaligus meningkatkan kehati-hatian pelaku pasar terhadap aset berisiko.

Di sisi lain, pergerakan pound juga dipengaruhi oleh ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan kembali mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Melandainya tekanan inflasi di Inggris memberikan ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneternya, meskipun pasar masih memperkirakan adanya peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Kombinasi ekspektasi tersebut dan menguatnya dolar AS membuat GBPUSD tetap berada dalam tekanan. Support GBPUSD berada di area 1,3425, sementara resistance di area 1,3485.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini dibuka dengan gap melemah dan diperdagangkan di sekitar 0,7023. Pelemahan ini dipicu oleh rilis data PMI Tiongkok yang lebih lemah dari ekspektasi. PMI Manufaktur NBS Tiongkok turun ke 49,2 pada Juli dari 50,3 sebelumnya, sementara PMI Non-Manufaktur turun menjadi 49,0 dari 50,2. Sebagai mitra dagang terbesar Australia, perlambatan aktivitas ekonomi Tiongkok meningkatkan kekhawatiran terhadap prospek permintaan ekspor Australia sehingga memberikan tekanan pada dolar Australia.

Di sisi lain, dolar AS tetap memperoleh dukungan setelah Federal Reserve kembali mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhirnya, meskipun perbedaan pandangan di internal FOMC menunjukkan arah kebijakan moneter masih menjadi perdebatan. Sementara itu, inflasi Australia yang melambat dari 4,0% menjadi 3,8% secara tahunan turut memperkuat ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) tidak akan terburu-buru kembali mengetatkan kebijakan moneternya. Kombinasi faktor tersebut membuat AUDUSD bergerak terbatas di bawah tekanan meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mereda. Support AUDUSD berada di area 0,7000, sementara resistance di area 0,7060.

USDJPY - asangan mata uang ini kembali menguat pada perdagangan pagi ini dan bergerak di kisaran 160,7. Penguatan ini didukung oleh munculnya aksi beli dolar AS serta repositioning investor menjelang keputusan suku bunga Bank of Japan (BoJ). Meski demikian, kenaikan pasangan mata uang ini masih dibayangi kehati-hatian pasar setelah yen sempat menguat tajam semalam, memicu spekulasi adanya intervensi dari otoritas Jepang untuk menahan pelemahan mata uangnya.

Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menolak mengonfirmasi apakah pemerintah telah melakukan intervensi di pasar valuta asing, namun menegaskan bahwa otoritas terus memantau pergerakan yen dengan kewaspadaan tinggi. Pernyataan tersebut diperkuat oleh diplomat mata uang Jepang, Atsushi Mimura, yang juga tidak memberikan komentar mengenai dugaan intervensi. Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut yen masih berada pada level yang terlalu rendah (undervalued) dan menilai volatilitas yang berlebihan bukan kondisi yang sehat bagi pasar. Di tengah perkembangan tersebut, hasil pertemuan BoJ diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan USDJPY selanjutnya. Support USDJPY berada di area 160,30, sementara resistance berada di area 161,00.

USDCHF - Pasangan mata uang ini kembali menguat pada perdagangan pagi ini dan bergerak di sekitar 0,8069, setelah pada sesi sebelumnya ditutup melemah. Penguatan ini didorong oleh pulihnya permintaan terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang kembali mendorong investor mencari aset safe haven. Selain itu, pelaku pasar masih mempertimbangkan kemungkinan Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga pada tahun ini apabila tekanan inflasi kembali meningkat, sehingga memberikan dukungan bagi dolar AS.

Di sisi lain, penguatan USDCHF masih berpotensi terbatas karena franc Swiss juga tetap diminati sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global. Pasar juga mencermati sikap Swiss National Bank (SNB) yang mempertahankan suku bunga di 0% serta menegaskan kesiapan untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing apabila penguatan franc berlangsung terlalu cepat dan mengganggu stabilitas harga. Kombinasi faktor-faktor tersebut diperkirakan akan membuat pergerakan USDCHF tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter global. Support USDCHF berada di area 0,8045, sementara resistance di area 0,8090.

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat tipis dan diperdagangkan di sekitar 1,4017, menghentikan pelemahan yang terjadi selama tiga hari berturut-turut. Pergerakan ini didukung oleh penguatan dolar AS seiring masih adanya ekspektasi bahwa Federal Reserve berpotensi kembali menaikkan suku bunga, meskipun data ekonomi AS terbaru menunjukkan perlambatan pertumbuhan dan inflasi yang mulai mereda. Kondisi tersebut membuat dolar AS tetap menarik di tengah ketidakpastian pasar.

Di sisi lain, kenaikan USDCAD masih terbatas karena dolar Kanada memperoleh dukungan dari harga minyak yang cenderung bertahan tinggi. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk meningkatnya risiko gangguan terhadap jalur distribusi energi, menjaga prospek harga minyak tetap positif. Mengingat Kanada merupakan salah satu eksportir minyak utama, penguatan harga komoditas tersebut turut menopang dolar Kanada dan membatasi ruang kenaikan lebih lanjut bagi pasangan USDCAD. Support USDCAD berada di area 1,3990, sementara resistance di area 1,4050.





DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:30:00 AM

JP

Unemployment Rate JUN

2.50%

2.50%

2.50%

8:30:00 AM

AU

PPI QoQ Q2

1.30%

0.20%

0.40%

10:00:00 AM

JP

BoJ Interest Rate Decision

 

1.00%

1.00%

10:00:00 AM

JP

BoJ Quarterly Outlook Report

 

 

 

4:00:00 PM

EA

Inflation Rate YoY Flash JUL

 

3.0%

2.8%

4:00:00 PM

EA

Core Inflation Rate YoY Flash JUL

 

2.5%

2.4%

4:00:00 PM

EA

Inflation Rate MoM Flash JUL

 

0.20%

-0.10%

7:30:00 PM

CA

GDP MoM MAY

 

0.10%

0.50%

7:30:00 PM

CA

GDP MoM Prel JUN

 

0.20%

0.10%

7:30:00 PM

US

Employment Cost - Benefits QoQ Q2

 

1.10%

1.20%

7:30:00 PM

US

Employment Cost - Wages QoQ Q2

 

0.70%

0.80%

7:30:00 PM

US

Employment Cost Index QoQ Q2

 

0.80%

0.90%

 

JP

BoJ Gov Ueda Speech 

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788