Home
>
News
>
Publication
>
Negosiasi Nuklir Diragukan, Minyak Kembali Terangkat
Negosiasi Nuklir Diragukan, Minyak Kembali Terangkat
Wednesday, 23 April 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1419

-0.14%

GBPUSD

1.3327

-0.15%

AUDUSD

0.6364

0.46%

NZDUSD

0.5963

0.17%

USDJPY

141.5700

0.21%

USDCHF

0.8186

0.39%

USDCAD

1.3807

0.16%

GOLDUD

3,324.80

-0.28%

COFU

64.00

0.11%

USD/IDR

16,854

0.09%

Fokus Crude Oil:

  • AS jatuhkan sanksi baru terhadap Iran yang menargetkan Seyed Asadoollah Emamjomeh dan jaringan perusahaannya.
  • Militer Israel berhasil menewaskan komandan kelompok Islam Sunni dalam serangan via drone hari Selasa.

***********************************************************

Rabu, 23 April 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak pada tren bullish dipicu oleh sentimen dari pemberian sanksi terbaru AS terhadap Iran di tengah berlangsungnya negosiasi nuklir, meningkatnya ketegangan di wilayah Timur Tengah, dan laporan stok terbaru AS. Meski demikian, ancaman perang tarif masih terus membayangi pergerakan minyak lebih lanjut.

Departemen Keuangan AS pada hari Selasa menjatuhkan sanksi baru yang menargetkan raja gas minyak cair Iran, Seyed Asadoollah Emamjomeh serta jaringan perusahaannya karena dituduh telah membantu mendanai program nuklir dan senjata konvensional canggih bagi kelompok militan regional termasuk Hizbullah, Houthi Yaman, dan Hamas Palestina. Pemberian sanksi baru tersebut berpotensi mempengaruhi arah pembicaraan yang sedang berlangsung saat ini antara AS dengan Iran mengenai program nuklir.

Dukungan lainnya datang dari, sinyal eskalasi konflik di Timur Tengah pasca Pasukan Pertahanan Israel mengumumkan bahwa serangan terbaru via drone yang dilancarkan hari Selasa di selatan Beirut telah berhasil menewaskan Hussein Atawi, komandan tinggi dari kelompok militan Jama'a Islamiya yang memiliki hubungan dengan Hamas. Selain itu, kelompok Houthi Yaman meluncurkan serangan rudal dan drone ke beberapa wilayah di Israel pada Rabu pagi, namun berhasil digagalkan, ungkap pernyataan dari militer Israel.

Di sisi pasokan, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh API menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin dilaporkan turun masing-masing sebesar 4,57 juta barel dan 2,18 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 18 April. Laporan versi grup industri itu mengindikasikan permintaan yang sedang bullish di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA.

Sementara itu, Presiden Donald Trump pada hari Selasa mengatakan bahwa AS akan bersikap baik dalam negosiasi mendatang dengan China, dan tarif impor 145% yang dikenakan saat ini akan turun secara signifikan setelah kesepakatan tercapai, namun tidak akan menjadi nol. China belum menanggapi pernyataan Trump tersebut, dan belum ada jadwal untuk bertemu membahas negosiasi tarif lebih lanjut. Bahkan, China pada hari Selasa mendesak Inggris, UE dan Jepang untuk memberikan dukungan dalam melawan tindakan tarif AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $66 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $62 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:45

USA - S&P Global Manufacturing PMI Flash

 

49.4

50.2

20:45

USA - S&P Global Services PMI Flash

 

52.8

54.4

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

 

0.515M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

 

-1.958M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788