| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1793 | 0.14% |
GBPUSD | 1.3742 | 0.07% |
AUDUSD | 0.6581 | -0.23% |
NZDUSD | 0.6097 | 0.13% |
USDJPY | 143.39 | -0.06% |
USDCHF | 0.7909 | -0.20% |
USDCAD | 1.3637 | 0.10% |
GOLDUD | 3340.1 | 0.15% |
USD/IDR | 16226 | -0.24% |
Fokus EURUSD:
Rabu, 02 Juli 2025 - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.1793. Pasangan mata uang EURUSD terus menunjukkan tren menguat dan sempat menyentuh level tertinggi sejak September 2021. Penguatan Euro didorong oleh kombinasi sentimen pasar yang menghindari Dolar AS akibat kekhawatiran fiskal yang dipicu oleh pengesahan “One Big Beautiful Bill” senilai USD 3,3 triliun oleh Senat AS. RUU pajak dan belanja tersebut kini tinggal menunggu pengesahan oleh DPR AS. Pasar menilai tambahan beban fiskal ini bisa memperparah outlook utang AS, apalagi di tengah tekanan dari Presiden Trump terhadap The Fed untuk memangkas suku bunga lebih agresif. Sementara itu, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell dalam forum bank sentral di Sintra tetap bernada hati-hati menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga belum bisa dipastikan pada Juli, tapi juga tidak menutup kemungkinan bila data mendukung.
Dari sisi fundamental ekonomi, data ekonomi AS terbaru memang memperlihatkan kekuatan di pasar tenaga kerja dan manufaktur, meski tetap dalam fase kontraksi. Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) menunjukkan pembukaan lapangan kerja naik menjadi 7,769 juta di Mei, lebih tinggi dari ekspektasi 7,3 juta. Sementara itu, PMI Manufaktur ISM naik ke 49, dari 48,5 sebelumnya, meski masih berada di bawah ambang ekspansi 50. Di Eropa, data CPI bulan Juni menunjukkan inflasi utama naik tipis ke 2,0% (sesuai target ECB), sementara inflasi inti tetap di 2,3%. Aktivitas manufaktur zona euro juga membaik meskipun masih berada di wilayah kontraksi, dengan PMI naik ke 49,5 dari sebelumnya 49,4 menandai level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir. ECB menanggapi perkembangan ini dengan tetap berhati-hati; Presiden Lagarde menyatakan bahwa disinflasi telah berlangsung, namun risiko masih "dua arah", mengingat kondisi global yang semakin tidak terprediksi.
Selain faktor data ekonomi dan pernyataan bank sentral, penguatan EURUSD juga dipicu oleh perkembangan geopolitik dan perdagangan. Uni Eropa dikabarkan bersedia menerima tarif universal AS, namun menuntut pengurangan bea masuk untuk sektor-sektor kunci seperti farmasi, semikonduktor, dan otomotif. Ketegangan ini berpotensi memicu volatilitas baru bila kesepakatan tak tercapai sebelum batas waktu 9 Juli. Sementara itu, pasar menantikan data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang akan dirilis Kamis lebih awal dari biasanya karena libur Hari Kemerdekaan. Estimasi menunjukkan hanya 110.000 pekerjaan baru ditambahkan, turun dari 139.000 di bulan sebelumnya, dengan tingkat pengangguran diperkirakan naik ke 4,3%. Jika data ini lebih lemah dari ekspektasi, peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada September bisa semakin kuat, memperpanjang tekanan terhadap Dolar dan memperkuat Euro dalam jangka pendek.
Harga pada pasangan mata uang EURUSD naik. Support terdekatnya di zona 1.1750 dan resistance terdekatnya di zona 1.1820. Support lanjutan di zona 1.1710 dan dilanjutkan ke zona 1.1670. Resistance lanjutan di zona 1.1850 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.1890.
GBPUSD - Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.3742. Pasangan mata uang GBPUSD terus mencetak penguatan dan mendekati level tertinggi sejak Oktober 2021. Penguatan ini lebih banyak ditopang oleh pelemahan Dolar AS, yang masih dibebani ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal AS, serta tekanan dari kebijakan tarif Presiden Trump. Di sisi Inggris, meski data PMI Manufaktur tetap lemah di level 47.7 dan mencerminkan kontraksi lanjutan pada sektor industri, pasar tetap memberi ruang bagi Pound menguat. Fokus kini tertuju pada pidato Gubernur BoE Andrew Bailey yang memberi sinyal suku bunga bisa mulai dipangkas secara bertahap, namun masih menunggu konfirmasi dari data inflasi dan pasar tenaga kerja. Di AS, tekanan terhadap Dolar makin dalam seiring pernyataan dovish dari Ketua The Fed Jerome Powell dan meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak fiskal dari RUU “One Big Beautiful Bill” senilai $3,3 triliun. Selain itu, kebijakan tarif agresif Trump terhadap negara mitra dagang seperti Jepang dan potensi penerapan tarif timbal balik per 9 Juli menambah ketidakpastian global. Kombinasi outlook suku bunga The Fed yang lebih longgar, perlambatan ekonomi, dan beban fiskal yang meningkat memberi ruang bagi Sterling untuk tetap outperform terhadap Dolar. Data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis akhir pekan ini akan menjadi penentu arah selanjutnya bagi GBPUSD. Support terdekatnya di area 1.3700 dan resistance terdekatnya di zona 1.3790.
AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6581. Kinerja mata uang AUDUSD melemah pada Selasa setelah data PMI Manufaktur Australia turun ke 50.6 pada Juni, menandakan perlambatan aktivitas produksi akibat melemahnya permintaan dan kondisi pasar. Meskipun data dari China mitra dagang utama Australia menunjukkan perbaikan pada PMI Caixin menjadi 50.4, hal ini belum cukup mengimbangi tekanan dari sisi domestik Australia. Selain itu, data penjualan ritel yang hanya naik 0.2% di bawah ekspektasi turut memperkuat pandangan bahwa pertumbuhan konsumsi masih lesu, yang bisa menghambat momentum ekonomi Australia dan menekan prospek kebijakan suku bunga RBA ke depan. Dari sisi eksternal, Dolar AS memang melemah secara umum akibat kekhawatiran fiskal menyusul rencana belanja besar-besaran pemerintahan Trump dan ketidakpastian seputar arah suku bunga The Fed. Namun, komentar Ketua The Fed Jerome Powell yang menegaskan pendekatan berbasis data membuat pasar menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga hingga September. Ditambah dengan data ISM Manufaktur dan JOLTS yang menguat, Dolar AS mendapat sedikit dukungan kembali. Kombinasi tekanan domestik dari data Australia dan resistensi dari penguatan data AS membuat AUDUSD rentan terhadap koreksi lebih lanjut dalam jangka pendek. Support terdekatnya di zona 0.6540 dan resistance terdekatnya di zona 0.6620.
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.6097. Pasangan NZDUSD menguat didorong oleh pelemahan Dolar AS akibat meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Komentar terbaru dari Ketua The Fed Jerome Powell memperkuat pandangan dovish, dengan Powell menyatakan bahwa bank sentral masih menunggu data lanjutan sebelum memutuskan pelonggaran, namun tidak menutup kemungkinan adanya pemotongan suku bunga pada pertemuan Juli. Probabilitas pemangkasan suku bunga bulan depan kini meningkat menjadi 25% dari sebelumnya 20%, berdasarkan data CME FedWatch. Di sisi lain, data JOLTS yang menunjukkan peningkatan lapangan kerja di AS menjadi 7,76 juta sedikit menahan laju pelemahan Dolar, namun belum cukup untuk membalik sentimen pasar. Dari sisi global, data ekonomi China yang lebih baik dari perkiraan turut menopang Dolar Selandia Baru, mengingat hubungan dagang yang erat antara kedua negara. PMI Manufaktur Caixin China naik ke 50.4 pada Juni dari 48.3 di bulan sebelumnya, melewati ekspektasi pasar di 49.0 dan menandai ekspansi pertama dalam beberapa bulan terakhir. Di dalam negeri, data NZIER Business Confidence dan izin bangunan juga mencatatkan peningkatan, memberi sinyal bahwa permintaan domestik mulai stabil. Kombinasi fundamental global dan domestik ini menjaga momentum bullish NZDUSD, dengan pasar kini menanti laporan ketenagakerjaan AS lebih lanjut untuk arah kebijakan The Fed ke depan. Support terdekatnya di area 0.6040 dan resistance terdekatnya di zona 0.6130.
USDJPY - Pasangan mata uang Yen turun ke zona 143.39. Pasangan USDJPY mengalami pelemahan pada Rabu seiring sentimen pasar terhadap Dolar AS terus tertekan oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa bank sentral akan menunggu data lebih lanjut sebelum mengambil langkah pelonggaran, namun tidak menutup kemungkinan penurunan suku bunga pada Juli. Peluang penurunan suku bunga dalam pertemuan September kini mencapai lebih dari 75%. Selain itu, data ekonomi AS yang campuran seperti PMI Manufaktur ISM yang masih berada di zona kontraksi meski membaik menjadi 49, dan JOLTS yang menunjukkan peningkatan lowongan kerja tidak cukup kuat untuk menopang Dolar. Hal ini menekan USD terhadap Yen dan memperpanjang tekanan jual di pasar. Dari sisi Jepang, Yen memang sempat melemah pada sesi Asia akibat komentar Presiden AS Donald Trump yang meragukan tercapainya kesepakatan dagang dengan Jepang, dan mengisyaratkan tarif impor bisa mencapai 30%-35%. Namun, sinyal normalisasi kebijakan moneter dari Bank of Japan (BoJ) memberikan penopang bagi JPY. Gubernur BoJ Kazuo Ueda mengakui inflasi tetap tinggi namun menyatakan kenaikan suku bunga akan tetap data-dependent, terutama pada pertumbuhan upah. Komentar serupa juga disampaikan oleh anggota dewan baru BoJ, Kazuyuki Masu. Dengan latar belakang ini, tren pelemahan USDJPY diperkirakan berlanjut dalam jangka pendek, sambil menantikan data tenaga kerja AS yang lebih lengkap seperti ADP dan Nonfarm Payrolls minggu ini. Support terdekatnya di area 143.00 dan resistance terdekatnya di zona 143.90
USDCAD - Mata uang Loonie turun ke zona 1.3637. Pasangan USDCAD bergerak melemah meski sempat mencatat kenaikan, setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan peningkatan tak terduga pada pembukaan lapangan kerja di bulan Mei. Laporan JOLTS mencatat lonjakan lowongan pekerjaan ke 7,76 juta dari 7,39 juta di bulan sebelumnya, melampaui ekspektasi pasar 7,3 juta. Namun, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang kembali menegaskan pendekatan wait-and-see terhadap pemangkasan suku bunga, membuat pelaku pasar tetap menimbang potensi pemangkasan di bulan September, bukan Juli. Hal ini menahan reli Dolar AS lebih lanjut. Di sisi lain, harga minyak mentah yang sempat tertekan akibat meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan potensi peningkatan output dari OPEC+ pada Agustus ikut mempengaruhi nilai Dolar Kanada. Meskipun CAD sempat melemah karena hal tersebut, potensi rebound harga minyak bisa menahan pelemahan lebih lanjut mengingat Kanada merupakan eksportir minyak utama ke AS. Dengan latar belakang ini, pelemahan USD/CAD masih berisiko lanjut, terutama jika data ADP Employment dan Nonfarm Payrolls AS nanti pekan ini gagal mendukung outlook hawkish The Fed. Support terdekatnya di zona 1.3590 dan resistance terdekatnya di zona 1.3680.
USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.7909. Turunnya kinerja mata uang Swiss terjadi seiring tekanan berkelanjutan terhadap Dolar AS yang tertekan oleh kombinasi faktor fundamental. Sentimen pasar memburuk pasca pengesahan RUU pajak besar-besaran oleh Senat AS yang diprediksi menambah utang negara sebesar USD 3,3 triliun dalam dekade mendatang. Kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan fiskal AS kian meningkat, terutama setelah Moody’s menurunkan peringkat utang AS dari AAA menjadi AA1. Sementara itu, data ekonomi AS yang lemah, termasuk kontraksi GDP dan melemahnya kepercayaan konsumen, turut memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed, menambah tekanan jual pada USD. Di sisi lain, Swiss Franc (CHF) justru tetap solid di tengah meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven, terutama setelah meningkatnya ketegangan perdagangan menyusul ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump terhadap Jepang. Meskipun data ritel Swiss cenderung mengecewakan, lonjakan signifikan pada indeks manufaktur SVME PMI ke 49.6 di bulan Juni menunjukkan tanda pemulihan ekonomi, memperkuat daya tarik CHF. Meski Swiss National Bank (SNB) sebelumnya memberi sinyal bahwa intervensi mata uang dan suku bunga negatif tetap menjadi opsi, kondisi global saat ini cenderung memperpanjang penguatan Franc, setidaknya dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 0.7880 dan resistance terdekatnya di zona 0.7940.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
3:30am | USD | API Weekly Statistical Bulletin | - | - | - |
6:50am | JPY | Monetary Base y/y | -3.5% | -3.5% | -3.4% |
8:30am | AUD | Retail Sales m/m | 0.2% | 0.3% | 0.0% |
8:30am | AUD | Building Approvals m/m | 3.2% | 4.2% | -4.1% |
1:45pm | EUR | French Gov Budget Balance | - | - | -69.3B |
2:00pm | EUR | Spanish Unemployment Change | - | -69.5K | -57.8K |
3:00pm | EUR | Italian Monthly Unemployment Rate | - | 6.0% | 5.9% |
4:00pm | EUR | Unemployment Rate | - | 6.2% | 6.2% |
Tentative | EUR | German 10-y Bond Auction | - | - | 2.54|2.7 |
5:30pm | GBP | MPC Member Taylor Speaks | - | - | - |
6:30pm | USD | Challenger Job Cuts y/y | - | - | 47.0% |
7:15pm | USD | ADP Non-Farm Employment Change | - | 99K | 37K |
8:30pm | CAD | Manufacturing PMI | - | - | 46.1 |
9:15pm | EUR | ECB President Lagarde Speaks | - | - | - |
9:30pm | USD | Crude Oil Inventories | - | -3.5M | -5.8M |
Tentative | USD | RCM/TIPP Economic Optimism | - | 50.1 | 49.2 |