Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Tertekan Turun Menyusul Isyarat Keseriusan Trump Capai Kesepakatan
Minyak Tertekan Turun Menyusul Isyarat Keseriusan Trump Capai Kesepakatan
Monday, 03 August 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1548

-0.30%

GBPUSD

1.3494

-0.16%

AUDUSD

0.7045

-0.17%

NZDUSD

0.5901

-0.15%

USDJPY

157.16

-0.52%

USDCHF

0.8065

0.29%

USDCAD

1.4010

0.15%

GOLDUD

4,075.05

-0.37%

COFU

80.10

-0.34%

USD/IDR

18,053

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Trump umumkan akan memulai pembicaraan baru dengan Iran pada Senin sore.
  • OPEC+ sepakati untuk meningkatkan kuota produksi sekitar 188.000 bph mulai bulan September.

************************************************************

Senin, 03 Agustus 2026 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau melemah hampir lima persen dari harga penutupan akhir pekan lalu, tertekan oleh sentimen dari isyarat keseriusan AS untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, dan kenaikan produksi OPEC+. Meski demikian, gangguan di jalur pelayaran Timur Tengah yang masih terus berlanjut membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu mengumumkan akan memulai pembicaraan baru dengan Iran pada hari Senin sore untuk membahas mengenai mengakhiri konflik di Timur Tengah dan membuka kembali Selat Hormuz. Pengumuman tersebut tepat beberapa jam setelah Trump membatalkan rencana serangan besar terhadap Iran. Selain itu, di hari yang sama, Teheran menyatakan sedang mendekati kesepakatan dengan Oman terkait rute baru untuk melintasi Selat Hormuz.

Turut membebani harga, kelompok aliansi produsen OPEC+ pada hari Minggu menyetujui untuk meningkatkan produksi minyak sekitar 188.000 bph mulai bulan September, yang sekaligus menandai berakhirnya pemangkasan produksi sukarela oleh sejumlah anggota utama. Kelompok itu tidak menyinggung apa pun mengenai kesepakatan untuk tiga bulan terakhir tahun 2026. Tujuh anggota utam - Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman - dijadwalkan akan bertemu kembali pada tanggal 6 September mendatang.

Sementara itu, data terbaru pelacakan kapal, Kpler, menunjukkan jumlah kapal pengangkut komoditas yang melintasi Selat Bab el-Mandeb turun menjadi 18 kapal pada hari Minggu, dari 27 kapal pada hari Sabtu dan 28 kapal pada hari Jumat. Kpler juga melaporkan jumlah kapal yang melewati Selat Hormuz turun menjadi 10 kapal pada hari Sabtu, setelah sebelumnya mencapai 19 kapal pada hari Jumat—angka tertinggi sejak pertengahan Juli.

Masih dari Timur Tengah, Israel pada hari Minggu melancarkan serangan udara terhadap Gaza untuk hari kedua berturut-turut, menewaskan sedikitnya 18 warga Palestina. Serangan tersebut meredupkan harapan gencatan senjata yang sebelumnya sempat menguat pasca Trump mengumumkan pada Kamis malam adanya terobosan dalam negosiasi mengenai pelucutan senjata Hamas di Gaza dan penarikan pasukan Israel.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:45

USA - S&P Global Manufacturing PMI Final

 

53.8

53.9

21:00

USA - ISM Manufacturing PMI

 

54

53.3

21:00

USA - Construction Spending MoM

 

0.2%

0.1%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788