| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1651 | 0.03% |
GBPUSD | 1.3590 | 0.04% |
AUDUSD | 0.7191 | 0.11% |
NZDUSD | 0.5948 | 0.22% |
USDJPY | 159.39 | -0.03% |
USDCHF | 0.8042 | -0.04% |
USDCAD | 1.3852 | -0.01% |
GOLDUD | 4,601.95 | -0.44% |
COFU | 83.67 | -0.65% |
USD/IDR | 17,757 | 0.00% |
Jumat, 28 Agustus 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bearish dibebani oleh sentimen dari menguatnya sinyal pembukaan kembali Selat Hormuz. Meski demikian, potensi harga kembali bullish masih cukup kuat didukung oleh komentar terbaru Trump terkait Iran, dan sinyal eskalasi konflik Ukraina.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, pada hari Kamis mengatakan sedang menyusun daftar persyaratan untuk membuka kembali Selat Hormuz sesuai dengan permintaan dari Qatar, dan termasuk syarat untuk mengakhiri perang regional. Namun, Rezaei juga menegaskan bahwa AS harus terlebih dahulu mengambil langkah nyata untuk memenuhi tuntutan tersebut sebelum jalur pelayaran itu dibuka kembali.
Turut membebani harga, data yang dirilis oleh Kpler pada hari Kamis menunjukkan jumlah kapal yang terpantau melintasi Selat Hormuz mencapai 10 unit pada hari Rabu, atau naik sedikit dari 8 unit pada hari Selasa. Meskipun angka tersebut masih berada di bawah rata-rata pergerakan 10 hari yang berkisar 15 kapal, namun data itu menjadi sinyal positif pembukaan kembali jalur Selat Hormuz.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis menegaskan tidak sedang berdialog dengan Iran karena Washington berfokus untuk menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Teheran, serta berjanji akan menghukum negara-negara yang berbisnis dengan Iran. Di hari yang sama, secara terpisah Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa kampanye ekonomi AS akan terus berlanjut hingga Iran memutuskan untuk melakukan negosiasi yang bermakna.
Dukungan lainnya datang dari isyarat meluasnya target serangan Rusia terhadap Ukraina. Pasukan Rusia melancarkan serangan rudal dan drone terbaru yang menargetkan pelabuhan, kawasan industri, dan fasilitas distribusi ritel di Kyiv, ungkap pejabat Ukraina pada hari Kamis.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $86 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $81 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:45 | USA - Chicago PMI |
| 57 | 57.6 |
21:00 | USA - Michigan Consumer Sentiment Final |
| 51.0 | 55.2 |
21:00 | USA - Michigan Inflation Expectations Final |
| 4.3% | 4.2% |