Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Tertahan Bearish Dipicu Isyarat Dukungan Lebih Lanjut AS Terhadap Ukraina
Minyak Tertahan Bearish Dipicu Isyarat Dukungan Lebih Lanjut AS Terhadap Ukraina
Wednesday, 20 August 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1646

-0.19%

GBPUSD

1.3489

-0.18%

AUDUSD

0.6460

-0.37%

NZDUSD

0.5892

-0.76%

USDJPY

147.65

0.11%

USDCHF

0.8075

0.20%

USDCAD

1.3867

0.12%

GOLDUD

3,316.50

-0.15%

COFU

61.95

-0.08%

USD/IDR

16,236

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Trump isyaratkan kemungkinan AS beri dukungan kepada Zelenskiy melalui udara untuk mengakhiri perang dengan Rusia.
  • Irak menandatangani perjanjian kerjasama dengan Chevron dalam Proyek Eksplorasi Minyak Nassiriya, kata Perdana Menteri.

************************************************************

Rabu, 20 Agustus 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi bearish dibebani oleh sentimen dari peningkatan tekanan AS terhadap Rusia untuk segera mengakhiri perang Ukraina, dan potensi tambahan pasokan dari Irak. Meski demikian, tren bearish harga dibatasi oleh gangguan operasi di kilang BP dan rilisnya laporan stok API.

Presiden Donald Trump pada hari Selasa mengatakan bahwa ia telah mengesampingkan kemungkinan menempatkan pasukan AS di Ukraina, karena bantuan keamanan via darat telah diberikan oleh Eropa. Trump juga menegaskan bahwa AS bersedia membantu Ukraina dalam berbagai hal, terutama dalam bentuk dukungan via udara. Pernyataan Trump tersebut meningkatkan harapan akan mendorong Rusia untuk mengakhiri perang dengan Ukraina.

Turut membebani harga, Irak menandatangani perjanjian prinsip dengan produsen minyak AS, Chevron, untuk proyek Nassiriya yang terdiri dari empat blok eksplorasi di samping pengembangan ladang minyak produktif lainnya, kata Perdana Menteri Irak pada hari Selasa. Perjanjian tersebut sekaligus menandai kerjasama besar yang dilakukan oleh Irak dalam kurun waktu dua tahun terakhir, dan sekaligus mengindikasikan potensi tambahan pasokan minyak dari negara produsen terbesar kedua OPEC itu di masa mendatang.

Sementara itu, produsen minyak terbesar keenam di AS, BP, pada hari Selasa mengumumkan bahwa operasi kilang Whiting di Indiana yang berkapasitas 440.000 bph, terbesar di Midwest AS, terkena dampak dari banjir akibat badai petir di Indiana Barat Laut. Beberapa unit di kilang Whiting ditutup pada Selasa pagi karena banjir, ungkap sumber BP.

Masih dari AS, grup industri API melaporkan persediaan minyak mentah AS mengalami penurunan sebesar 2,4 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 15 Agustus. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh EIA.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $65 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $60 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

 

3.037M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

 

-0.792M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788