Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Tersungkur Dibebani Data Produksi AS Serta Potensi Tarif Baru AS
Minyak Tersungkur Dibebani Data Produksi AS Serta Potensi Tarif Baru AS
Tuesday, 01 July 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1774

0.28%

GBPUSD

1.3721

0.20%

AUDUSD

0.6556

0.41%

NZDUSD

0.6078

0.30%

USDJPY

144.04

-0.42%

USDCHF

0.7933

-0.24%

USDCAD

1.3615

-0.12%

GOLDUD

3,302.40

0.57%

COFU

64.96

-0.34%

USD/IDR

16,226

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Produksi minyak mentah AS mencapai rekor pada bulan April sebesar 13,47 juta barel per hari, ungkap data terbaru EIA.
  • Survei sektor swasta terbaru menunjukkan pertumbuhan aktivitas pabrik China kembali meningkat pada bulan Juni.

***********************************************************

Selasa, 01 Juli 2025 - Pergerakan harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak pada tren bearish dipicu oleh sentimen dari data terbaru produksi minyak AS yang mencapai rekor dan potensi pengenaan tarif baru Trump yang lebih tinggi. Meski demikian, pertumbuhan positif sektor pabrik di China dan meredupnya harapan gencatan senjata Iran membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Produksi minyak mentah AS mencapai rekor 13,47 juta barel per hari pada bulan April, naik dari 13,45 juta barel per hari pada bulan Maret, ungkap data terbaru yang dirilis hari Senin oleh EIA. Untuk produk olahan minyak juga menunjukkan kenaikan sebesar 263.000 barel per hari secara bulanan menjadi 20,21 juta barel per hari pada bulan April. Kenaikan output minyak AS di tengah komitmen peningkatan produksi OPEC+ memicu kekhawatiran akan terjadinya pasokan berlebih.

Turut membebani harga, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Senin memperingatkan potensi AS untuk memberlakukan tarif yang jauh lebih tinggi meskipun sejumlah negara telah melakukan negosiasi dengan itikad baik. Sebelumnya Trump pada 2 April lalu menetapkan batas waktu 9 Juli sebagai jadwal perubahan tarif sementara 10% ke tarif sebesar 11% hingga 50%

Sementara itu, aktivitas pabrik China kembali meningkat pada bulan Juni, didukung oleh peningkatan pesanan baru yang mendorong output pabrik naik ke angka tertinggi sejak November tahun lalu, ungkap survei sektor swasta pada hari Selasa. PMI manufaktur Caixin naik menjadi 50,4 pada bulan Juni dari 48,3 pada bulan Mei.

Dukungan lainnya datang dari meredupnya harapan akan tercapainya kesepakatan gencatan senjata Gaza dalam waktu dekat pasca pasukan militer Israel melancarkan serangan terbaru yang menewaskan sedikitnya 60 orang di seluruh Gaza pada hari Senin, bersamaan dengan kedatangan para pejabat Israel ke Washington untuk melakukan perundingan gencatan senjata baru yang didesak oleh Presiden AS Donald Trump. Negosiator dari pihak Israel yang dipimpin oleh Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer, diperkirakan akan memulai pertemuan dengan pejabat pemerintahan Trump pada hari Selasa, kata sumber di Washington.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $67 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $62 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - S&P Global Manufacturing PMI Final

 

52

52

21:00

USA - ISM Manufacturing PMI

 

48.8

48.5

21:00

USA - JOLTs Job Openings

 

7.3M

7.391M

21:10

USA - RCM/TIPP Economic Optimism Index

 

50.1

49.2

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788