| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1577 | -0.13% |
GBPUSD | 1.3148 | -0.07% |
AUDUSD | 0.6554 | -0.09% |
NZDUSD | 0.5741 | -0.16% |
USDJPY | 153.79 | 0.24% |
USDCHF | 0.8013 | 0.07% |
USDCAD | 1.3978 | 0.06% |
GOLDUD | 4,021.47 | 0.62% |
COFU | 60.30 | -0.23% |
USD/IDR | 16,635 | 0.00% |
Jumat, 31 Oktober 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bearish pasca dirilisnya data ekonomi terbaru China yang lesu. Meski demikian, isyarat meredanya konflik dagang antara AS - China, dan sinyal eskalasi situasi di Ukraina membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Aktivitas pabrik di China turun menjadi 49,0 di bulan Oktober dari 49,8 di bulan September, yang sekaligus merupakan level terendah dalam enam bulan, ungkap survei resmi dari Biro Statistik Nasional yang dirilis pada hari Jumat. Data tersebut menunjukkan perlunya stimulus lebih lanjut untuk dapat mendorong pertumbuhan permintaan domestik.
Turut membebani harga, perusahaan kilang minyak terbesar di India, Indian Oil Corp (IOC) telah melakukan pembelian sebanyak lima kargo minyak Rusia untuk pengiriman bulan Desember dari entitas yang tidak terkena sanksi AS, kata sumber perdagangan. IOC membeli sekitar 3,5 juta barel minyak ESPO dengan harga yang hampir setara dengan harga Dubai, tambah sumber tersebut. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan membuat situasi AS dan India kembali memanas.
Sementara itu, pasca bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan, Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis mengumumkan penurunan tarif untuk Tiongkok dari 57% menjadi 47% sebagai bagian dari perjanjian satu tahun dengan imbalan Beijing melanjutkan pembelian kedelai dari AS, mempertahankan ekspor tanah jarang, dan menghentikan perdagangan fentanil ilegal. Untuk tarif impor fentanil akan dipangkas sebesar 10% dari sebelumnya 20%, yang akan berlaku segera, ujar Trump. Isyarat meredanya ketegangan dagang antara AS dan China juga semakin menguat dengan disepakatinya penghentian sementara tarif pelabuhan kapal masing-masing selama 12 bulan, yang sempat memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik dagang ke sektor maritim.
Dukungan lainnya datang dari pasukan Rusia yang meningkatkan serangan ke Ukraina, dan memicu eskalasi ketegangan di wilayah Eropa timur. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada hari Kamis mengatakan bahwa Rusia telah meluncurkan lebih dari 650 pesawat nirawak dan lebih dari 50 rudal untuk menyerang Ukraina semalam, dan mengenai fasilitas energi serta warga sipil. Selain itu, Ukraina memperkuat pertahanan Pokrovsk guna mengamankan jalur pasokan dan evakuasi serta membasmi infanteri Rusia yang menyusup ke kota tersebut, kata komandan tertinggi militer pada hari Kamis.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $63 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $58 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:45 | USA - Chicago PMI |
| 42.3 | 40.6 |