Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Terkoreksi Pasca OPEC+ Isyaratkan Kenaikan Produksi Tanpa UEA
Minyak Terkoreksi Pasca OPEC+ Isyaratkan Kenaikan Produksi Tanpa UEA
Thursday, 30 April 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1678

-0.03%

GBPUSD

1.3477

0.02%

AUDUSD

0.7113

0.10%

NZDUSD

0.5825

0.07%

USDJPY

160.41

-0.07%

USDCHF

0.7913

-0.05%

USDCAD

1.3689

-0.09%

GOLDUD

4,540.13

0.86%

COFU

109.07

-1.62%

USD/IDR

17,261

0.54%

Fokus Crude Oil:

  • OPEC+ kemungkinan akan menyetujui peningkatan kuota produksi sebesar 188.000 bph pada pertemuan hari Minggu nanti.
  • Goldman Sachs peringatkan risiko peningkatan pasokan minyak yang lebih besar dalam jangka menengah daripada jangka pendek.

************************************************************

Kamis, 30 April 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dipicu oleh sentimen dari isyarat OPEC+ untuk tetap melanjutkan peningkatan produksi meskipun tanpa UEA. Meski demikian, ancaman gangguan pasokan yang berkepanjangan akibat aksi saling blokade antara AS - Iran menjadi katalis yang membatasi penurunan harga lebih lanjut.

OPEC dan sekutunya kemungkinan akan menyetujui menyetujui peningkatan kuota produksi sekitar 188.000 bph dalam pertemuan hari Minggu, meskipun sebagian ekspornya terpangkas akibat perang Iran dan keluarnya anggota utama UEA, kata tiga sumber pada hari Rabu. Jumlah tersebut setara dengan kuota bulan lalu sebesar 206.000 bph yang dikurangi bagian UEA, dan sekaligus mengindikasikan bahwa OPEC+ tetap melanjutkan kebijakan peningkatan produksi seperti biasa.

Turut membebani harga, Goldman Sachs pada hari Rabu memperingatkan bahwa keluarnya UEA dari OPEC akan menyebabkan risiko peningkatan pasokan minyak jangka menengah yang lebih besar daripada jangka pendek, karena dalam jangka pendek akan dibatasi oleh penutupan Hormuz. Namun, saat selat dibuka kembali, produksi UEA dapat pulih menjadi 3,8 juta bph pada Oktober 2026, dibandingkan dengan 3,6 juta bph sebelum perang.

Sementara itu, Presiden Donald Trump telah bertemu dengan perusahaan-perusahaan minyak membahas langkah-langkah mengurangi dampak kemungkinan blokade AS selama berbulan-bulan terhadap pelabuhan Iran, kata seorang pejabat Gedung Putih pada hari Rabu. Di hari yang sama, Teheran memperingatkan kemungkinan aksi militer yang belum pernah terjadi sebelumnya karena aksi blokade berkelanjutan AS. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan risiko gangguan pasokan minyak yang berkepanjangan.

Dari sisi pasokan, persediaan minyak mentah AS dilaporkan turun sebesar 6,23 juta barel pada pekan yang berakhir 24 April, melebihi estimasi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 200.000 barel, ungkap EIA dalam laporan yang dirilis Rabu malam. Untuk stok bensin juga dilaporkan turun sebesar 6,08 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 2,1 juta barel. Laporan EIA itu mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $110 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $105 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - GDP Growth Rate QoQ

 

2.3%

0.5%

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

215K

214K

19:30

USA - PCE Price Index MoM

 

0.7%

0.4%

20:45

USA - Chicago PMI

 

53

52.8

21:00

USA - CB Leading Index MoM

 

-0.1%

-0.1%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788