Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Terkoreksi Oleh Menguatnya Isyarat Gencatan Senjata Gaza
Minyak Terkoreksi Oleh Menguatnya Isyarat Gencatan Senjata Gaza
Tuesday, 11 June 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.07640

-0.04%

GBPUSD

1.27290

-0.05%

AUDUSD

0.66090

-0.20%

NZDUSD

0.61270

-0.15%

USDJPY

157.020

0.12%

USDCHF

0.89640

0.02%

USDCAD

1.37580

0.06%

GOLDUD

2,310.550

-0.48%

COFU

78.12

-0.58%

USD/IDR

16,270

0.15%

Fokus Crude Oil:

  • Hamas sambut baik resolusi gencatan senjata Gaza dari Dewan Keamanan PBB dan siap bekerja sama dengan mediator.
  • Impor minyak mentah China turun 130.000 bph dalam lima bulan pertama tahun ini, ungkap data resmi bea cukai China.

***********************************************************

Selasa, 11 Juni 2024 - Setelah ditutup menguat sebesar 3% pada perdagangan kemarin, harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi turun dibebani oleh isyarat Hamas untuk siap menerima resolusi gencatan senjata dan bekerja sama dengan para mediator. Selain itu, rilisnya data ekonomi terbaru China turut membatasi pergerakan harga minyak.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada hari Senin, kelompok Islam Palestina Hamas, sekutunya kelompok Jihad Islam dan saingan Otoritas Palestina pimpinan Presiden Mahmoud Abbas menyambut baik resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendukung proposal gencatan senjata di Gaza, dan siap bekerja sama dengan mediator dalam melaksanakan prinsip-prinsip rencana tersebut. Di hari yang sama, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken secara optimis menuding bahwa Hamas adalah satu-satunya pihak yang tidak menerima proposal gencatan senjata, yang menurutnya telah disetujui oleh Israel meskipun para pejabat Israel belum secara resmi mengumumkan hal ini. Sehingga, melunaknya sikap Hamas dan sekutunya memicu harapan akan segera tercapainya gencatan senjata di Jalur Gaza dalam waktu dekat.

Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, impor minyak mentah China turun sebesar 130.000 bph dalam lima bulan pertama tahun ini, yang mengindikasikan pertumbuhan permintaan di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu tidak seoptimis yang diperkirakan oleh pasar. Menurut data resmi bea cukai China per 7 Juni, impor minyak mentah China periode Januari hingga Mei mencapai 11 juta bph, turun dari periode sama tahun lalu di angka 11,13 juta bph. Untuk impor bulan Mei sendiri mencapai 11,06 juta bph, atau sedikit naik dari 10,88 juta bph pada bulan April, namun mengalami penurunan yang signifikan jika dibandingkan dengan bulan Mei tahun lalu di angka 12,11 juta bph.

Sementara itu, kelompok Hizbullah Lebanon pada hari Senin mengatakan telah menembak drone milik Israel yang beroperasi di wilayah Lebanon selatan. Di hari yang sama, militer Israel mengakui adanya serangan dari dua drone yang menargetkan sebuah pos militer Israel di Dataran Tinggi Golan. Tensi di perbatasan Israel-Lebanon telah meningkat dalam sepekan terakhir, di mana terjadi intensitas serangan dan baku tembak antara militer Israel dan Hizbullah di lokasi di luar jalur perbatasan.

Masih dari Timur Tengah, kelompok Houthi Yaman pada hari Senin mengatakan bahwa mereka telah menangkap sejumlah mata-mata AS-Israel, ungkap Abdel Hakim Al Khaiwani, kepala intelijen Houthi. Penangkapan tersebut dilakukan tepat beberapa hari setelah penahanan pada 11 staf anggota PBB yang bekerja untuk lima badan PBB berbeda dan utusan PBB untuk Yaman.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $75 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

17:00

USA - NFIB Business Optimism Index

 

89.8

89.7

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 4050 7788