Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Terkoreksi Meredup Pasca Pengumuman Tarif Otomotif Trump
Minyak Terkoreksi Meredup Pasca Pengumuman Tarif Otomotif Trump
Thursday, 27 March 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0752

0.32%

GBPUSD

1.2887

0.29%

AUDUSD

0.6297

0.32%

NZDUSD

0.5729

0.26%

USDJPY

150.55

-0.33%

USDCHF

0.8836

-0.19%

USDCAD

1.4265

-0.05%

GOLDUD

3,020.3

0.61%

COFU

69.96

-0.26%

USD/IDR

16,583

-0.30%

Fokus Crude Oil:

  • Trump umumkan tarif baru untuk impor mobil ke AS sebesar 25%, yang akan berlaku pada tanggal 3 April.
  • Rusia proyeksikan kenaikan permintaan minyak global hingga 1,5 juta bph pada tahun ini.

***********************************************************

Kamis, 27 Maret 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi melemah dibebani oleh sentimen dari kekhawatiran akan meluasnya perang dagang akibat tarif terbaru Trump. Meski demikian, isyarat Trump untuk mengurangi tarif terhadap China, laporan stok EIA, dan proyeksi positif Novak berpotensi mendorong harga kembali menguat.

Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengumumkan tarif 25% untuk semua mobil dan truk ringan impor ke AS, yang akan mulai berlaku pada tanggal 3 April. Meksiko, Jepang, Korea Selatan, Kanada, dan Jerman, merupakan pemasok utama otomotif ke AS, yang semuanya merupakan sekutu dekat AS. Penerapan tarif otomotif tersebut memicu kekhawatiran akan mendorong eskalasi perang dagang meluas dan berisiko memicu inflasi global.

Trump pada hari Rabu mengisyaratkan kesediaan untuk mengurangi tarif yang diberlakukan terhadap China, jika kesepakatan dengan ByteDance untuk menjual aplikasi Tiktok ke AS segera tercapai. ByteDance diberikan batas waktu hingga 5 April untuk menemukan pembeli non-China untuk TikTok atau menghadapi larangan AS. Namun, Trump mengatakan ia bersedia untuk memperpanjang batas waktu April jika kesepakatan atas aplikasi media sosial tersebut tidak tercapai.

Di sisi pasokan, badan statistik EIA pada Rabu malam merilis laporan yang menunjukkan stok minyak mentah dalam sepekan turun sebesar 3,34 juta barel, lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 1,6 juta barel. Untuk stok bensin dilaporkan turun sebesar 1,45 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada hari Rabu mengatakan bahwa permintaan minyak global diperkirakan naik antara 1,0 juta bph dan 1,5 juta bph tahun ini, sejalan dengan ekspektasi terbaru OPEC yang memperkirakan kenaikan sebesar 1,45 juta bph. Novak juga menegaskan komitmen aliansi OPEC+ untuk memantau pasar minyak, yang saat ini stabil, serta menjaga keseimbangan pasokan-permintaan.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - GDP Growth Rate QoQ Final

 

2.3%

3.1%

19:30

USA - Goods Trade Balance Adv

 

$-134.5B

$-153.26B

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

225K

223K

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1890K

1892K

21:00

USA - Pending Home Sales MoM

 

1.5%

-4.6%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788