Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Terkoreksi Meredup Menyusul Pengumuman UEA
Minyak Terkoreksi Meredup Menyusul Pengumuman UEA
Wednesday, 29 April 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1713

-0.02%

GBPUSD

1.3516

0.03%

AUDUSD

0.7178

-0.06%

NZDUSD

0.5881

0.14%

USDJPY

159.56

0.03%

USDCHF

0.7893

-0.14%

USDCAD

1.3680

0.01%

GOLDUD

4,598.74

-0.31%

COFU

99.71

-0.88%

USD/IDR

17,210

0.31%

Fokus Crude Oil:

  • UEA mengumumkan akan resmi mundur dari kelompok aliansi OPEC+ pada 1 Mei 2026 untuk fokus pada kepentingan nasional.
  • Trump instruksikan para ajudannya untuk bersiap menghadapi blokade Iran yang berkepanjangan, kata pejabat AS.

************************************************************

Rabu, 29 April 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish menyusul pengumuman mengejutkan dari UEA untuk mundur dari aliansi OPEC+. Meski demikian, isyarat blokade di Selat Hormuz yang akan terus berlanjut, serangan di wilayah Zona Hijau Irak, dan laporan stok API berpotensi mendorong harga kembali bullish.

Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan akan menarik diri dari aliansi minyak OPEC+ untuk fokus pada kepentingan nasional, yang efektif berlaku pada Jumat, 1 Mei 2026, kata kata Menteri Energi negara itu, Suhail Al Mazrouei pada hari Selasa. Pengumuman UEA tersebut mengisyaratkan potensi tambahan pasokan dari negara produsen terbesar keempat OPEC+ itu, mengingat nantinya sudah tidak terikat pada kuota produksi kelompok aliansi.

Sementara itu, Presiden Donald Trump telah menginstruksikan para ajudannya untuk bersiap menghadapi blokade Iran yang berkepanjangan, kata pejabat AS pada Selasa malam. Trump memilih untuk terus menekan ekonomi dan ekspor minyak Iran dengan mencegah pengiriman barang ke dan dari pelabuhan-pelabuhan Teheran, termasuk melanjutkan pengeboman. Berita tersebut mengisyaratkan eskalasi perang yang terus berlanjut dan meredupnya harapan berlanjutnya perundingan damai AS - Iran. 

Turut mendukung harga, sistem pertahanan udara Irak pada hari Selasa menembak sebuah drone yang terbang di atas Zona Hijau Baghdad yang menjadi lokasi tempat kedutaan besar AS berada, kata sebuah sumber militer. Serangan tersebut memicu kekhawatiran akan potensi meluasnya wilayah konflik di Timur Tengah.

Dukungan lainnya datang dari persediaan minyak mentah AS yang turun sebesar 1,79 juta barel pada penutupan pekan yang berakhir 24 April, ungkap laporan terbaru yang dirilis grup industri API. Laporan tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $102 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $97 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Durable Goods Orders MoM

 

0.5%

-1.4%

19:30

USA - Housing Starts MoM

 

-5.2%

7.2%

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

 

1.925M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

 

-4.57M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788