Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Terkoreksi Menguat Dipicu Optimisme Saudi Akan Permintaan Pasar Asia
Minyak Terkoreksi Menguat Dipicu Optimisme Saudi Akan Permintaan Pasar Asia
Tuesday, 07 January 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.03910

0.08%

GBPUSD

1.25300

0.12%

AUDUSD

0.62590

0.06%

NZDUSD

0.56590

0.09%

USDJPY

157.570

-0.09%

USDCHF

0.90460

-0.07%

USDCAD

1.43400

-0.11%

GOLDUD

2,635.850

-0.12%

COFU

73.44

0.07%

USD/IDR

16,180

-0.09%

Fokus Crude Oil:

  • Saudi Aramco naikkan harga jual resmi minyak untuk pengiriman bulan Februari ke Asia, pertama kalinya dalam 3 bulan.
  • Biden berencana terapkan sanksi yang sangat berat terhadap kapal tanker yang membawa minyak Rusia sebelum Trump menjabat.

***********************************************************

Selasa, 07 Januari 2025 - Setelah sempat ditutup turun pada perdagangan kemarin, harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat tipis didukung oleh optimisme Saudi akan permintaan di pasar Asia, dan potensi pengetatan pasokan minyak Rusia. Meski demikian, ancaman tambahan pasokan dari Sudan dan sinyal positif kesepakatan gencatan senjata Gaza membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Perusahaan minyak negara Saudi Aramco pada hari Senin merilis harga jual resmi (OSP) minyak mentah untuk pengiriman bulan Februari ke Asia sebesar 60 sen. Kenaikan OSP tersebut sedikit lebih tinggi dari ekspektasi para pedagang yang sebelumnya memperkirakan kenaikan sebesar 20 hingga 50 sen, dan sekaligus menandai peningkatan untuk pertama kalinya dalam 3 bulan.

Sentimen positif lainnya, pemerintahan Presiden Joe Biden berencana mengumumkan paket sanksi yang sangat besar terhadap kapal tanker yang membawa muatan minyak Rusia di atas batas harga $60 per barel, segera sebelum Presiden terpilih Donald Trump menjabat pada 20 Januari, ungkap sumber pejabat pada hari Senin. Paket sanksi tersebut menargetkan Dua perusahaan minyak Rusia, lebih dari 100 kapal tanker, pedagang minyak, perusahaan asuransi Rusia, dan entitas lainnya, tambah sumber tersebut. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan memperketat pasokan minyak Rusia di pasar global.

Sementara itu, Sudan memutuskan mencabut status force majeure atas pasokan minyak dari Sudan Selatan ke Pelabuhan Sudan di pantai Laut Merah Sudan, kutip Reuters pada hari Senin mengutip dari surat resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Energi dan Perminyakan Sudan kepada menteri energi Sudan Selatan, Khartoum. Penutupan atas jalur pipa utama tersebut ditutup sejak Maret tahun lalu akibat perang antara tentara Sudan dan pemberontak Rapid Support Forces (RSF). Pencabutan atas status force majeure itu mengindikasikan potensi kembalinya pasokan minyak Sudan sekitar 150.000 bph ke pasar minyak global.

Turut membebani pergerakan harga, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Senin menyerukan desakan terakhir agar gencatan senjata Gaza dapat segera tercapai dalam dua minggu ke depan, sebelum masa kepemimpinan Presiden Joe Biden berakhir. Di hari yang sama, seorang pejabat Hamas mengatakan bahwa kelompok itu telah membersihkan daftar 34 sandera untuk dibebaskan sebagai persyaratan gencatan senjata.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $71 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:00

USA - Trade Balance

 

$-78B

$-73.8B

22:00

USA - ISM Services PMI

 

53

52.1

22:00

USA - JOLTs Job Opening

 

7.70M

7.744M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788