| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1390 | -0.03% |
GBPUSD | 1.3289 | -0.05% |
AUDUSD | 0.6978 | -0.43% |
NZDUSD | 0.5784 | -0.12% |
USDJPY | 163.79 | -0.02% |
USDCHF | 0.8193 | -0.04% |
USDCAD | 1.4104 | -0.01% |
GOLDUD | 4,026.56 | -0.04% |
COFU | 80.04 | 3.29% |
USD/IDR | 18,083 | 0.00% |
Rabu, 29 Juli 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat dipicu oleh isyarat dimulainya kembali konflik AS - Iran pasca berakhirnya jeda serangan sejak akhir pekan. Selain itu, potensi eskalasi lebih lanjut perang Iran dengan AS, dan isyarat penundaan peningkatan produksi OPEC+ turut menjadi katalis positif bagi harga.
Komando Pusat AS pada hari Selasa mengatakan bahwa pesawat tempur AS dan Arab Saudi melancarkan serangan terhadap milisi yang didukung Iran di Iran, karena telah menyerang pasukan AS dan infrastruktur energi Arab Saudi. Serangan tersebut menyusul pernyataan dari Komando Pusat AS di hari yang sama, yang mengatakan telah berhasil mencegat sejumlah rudal yang diluncurkan oleh Iran. Situasi tersebut sekaligus menandai berakhirnya gencatan senjata antara AS - Iran setelah tiga hari jeda serangan.
Turut mendukung harga, Iran diperkirakan akan menerima pengiriman pertama dari total hingga 400 peluncur rudal pertahanan udara panggul buatan Tiongkok dalam beberapa minggu ke depan, tiga sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut. Berita tersebut mengindikasikan potensi eskalasi konflik AS - Iran lebih lanjut dengan adanya dukungan sistem rudal dari China.
Dukungan lainnya datang dari OPEC dan sekutunya yang mengisyaratkan kemungkinan untuk menunda peningkatan produksi selama tiga bulan, setelah menyetujui peningkatan sekitar 188.000 bph pada bulan September, kata sejumlah sumber. Melalui penundaan tersebut, maka pemangkasan produksi dari aliansi produsen itu akan bertahan di level 2 juta bph hingga akhir tahun 2026.
Sementara itu, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan persediaan minyak mentah AS melonjak naik sebesar 3,3 juta barel pada pekan yang berkahir 24 Juli, di luar ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 2,5 juta barel. Laporan API itu mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan rilisnya laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -2.50M | 2.011M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| -1.71M | 0.765M |