Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Terkoreksi Bullish Dipicu Potensi Eskalasi Konflik Ukraina Serta Lebanon
Minyak Terkoreksi Bullish Dipicu Potensi Eskalasi Konflik Ukraina Serta Lebanon
Wednesday, 16 July 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1615

-0.16%

GBPUSD

1.3401

-0.19%

AUDUSD

0.6516

-0.08%

NZDUSD

0.5944

-0.05%

USDJPY

148.71

0.22%

USDCHF

0.8002

0.20%

USDCAD

1.3708

0.11%

GOLDUD

3,326.30

-0.02%

COFU

66.73

0.37%

USD/IDR

16,276

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Putin ancam rebut lebih banyak wilayah Ukraina hingga Barat memenuhi persyaratan damainya, kata beberapa sumber.
  • UE siap targetkan produk AS senilai $84 miliar sebagai tarif balasan apabila kesepakatan tarif gagal tercapai.

***********************************************************

Rabu, 16 Juli 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh sentimen dari potensi sanksi AS yang lebih ketat terhadap Rusia, dan sinyal eskalasi tensi di Lebanon. Meski demikian, ancaman balasan tarif EU terhadap AS, dan lesunya permintaan di pasar minyak AS membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Presiden Vladimir Putin menegaskan akan terus berperang di Ukraina hingga Barat memenuhi persyaratan perdamaiannya, dan mungkin akan merebut lebih banyak wilayah Ukraina, kata tiga sumber pada hari Selasa. Bahkan, ancaman sanksi ekonomi yang lebih keras dari AS tidak akan memaksa Putin untuk mengubah keputusannya, tambah sumber tersebut. Sebelumnya Trump pada hari Senin mengatakan sedang mempertimbangkan tarif 100% atas barang-barang Rusia serta sanksi sekunder terhadap negara-negara lain yang membeli ekspor Rusia.

Dukungan lainnya datang dari berita serangan terbaru yang dilancarkan Israel pada hari Selasa di Lembah Bekaa, Lebanon, menewaskan 12 orang dan menjadi serangan udara paling mematikan sejak gencatan senjata tahun lalu, ungkap gubernur setempat. Serangan Israel itu memicu kekhawatiran akan meningkatkan kembali ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah tersebut.

Sementara itu, Komisi Eropa telah menyelesaikan daftar produk AS senilai €72 miliar ($84 miliar), yang rencananya akan menjadi balasan atas tarif Trump, apabila perundingan tarif tidak tercapai, ungkap sumber yang dikutip Reuters pada hari Selasa. Sebelumnya pada akhir pekan lalu, Trump mengancam akan mengenakan tarif sebesar 30% pada barang-barang UE jika tidak ada kesepakatan pada 1 Agustus. Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan mengarah pada potensi konflik dagang baru antara AS dengan UE.

Di sisi pasokan, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah melonjak naik sebesar 19,1 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 11 Juli. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku pasar masih menantikan rilisnya laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh EIA.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $69 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $64 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - PPI MoM

 

0.2%

0.1%

20:15

USA - Industrial Production MoM

 

0.1%

-0.2%

20:15

USA - Manufacturing Production MoM

 

0.2%

0.1%

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

 

7.07M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

 

-2.658M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788