| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1414 | 0.01% |
GBPUSD | 1.3434 | 0.01% |
AUDUSD | 0.7002 | 0.06% |
NZDUSD | 0.5837 | 0.50% |
USDJPY | 162.50 | 0.00% |
USDCHF | 0.8098 | 0.06% |
USDCAD | 1.4076 | -0.01% |
GOLDUD | 4,008.10 | 0.45% |
COFU | 82.42 | -0.19% |
USD/IDR | 17,971 | 0.00% |
Selasa, 21 Juli 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dipicu oleh harapan gencatan senjata yang baru antara AS dengan Iran melalui upaya para mediator. Meski demikian, potensi harga kembali bullish masih cukup kuat melihat dari eskalasi ketegangan antara AS - Iran yang masih terus berlangsung, dan ditambah ancaman meluasnya gangguan pengiriman ke jalur Selat Bab el-Mandeb.
Seorang pejabat senior Iran pada hari Senin mengatakan bahwa Teheran telah menerima proposal dari para mediator untuk gencatan senjata selama 10 hari, yang diharapkan dapat membuka jalan menuju kesepakatan permanen untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari lalu. Dua sumber pemerintah Pakistan secara terpisah mengatakan bahwa Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni telah meminta Pakistan untuk melanjutkan peran mediasi dalam konflik tersebut. Momeni dijadwalkan akan mengunjungi Islamabad untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut.
Meski demikian, ketegangan antara AS dengan Iran masih terus berlanjut. Presiden Donald Trump pada hari Senin berjanji untuk menghukum Iran atas kematian tentara AS, dan memperingatkan Teheran akan membayar berkali-kali lipat. Di hari yang sama, Iran telah menyerang situs-situs di Bahrain dan Suriah, dan juga menargetkan pesawat AS di Yordania, kata Presiden Masoud Pezeshkian, yang kemudian mengatakan Iran sedang berperang skala penuh dengan AS.
Masih dari Timur Tengah, kelompok Houthi Yaman yang didukung oleh Iran pada hari Senin mengumumkan rencana untuk memberlakukan blokade angkatan laut terhadap jalur Selat Bab el-Mandeb menuju Laut Merah, yang saat ini menjadi jalur ekspor utama untuk minyak Saudi setelah penutupan efektif Selat Hormuz. Rencana blokade itu mengisyaratkan potensi pengurangan pasokan minyak global sekitar 7 persen yang berasal dari Saudi, dan sekaligus memperdalam pengurangan pasokan global saat ini sebesar 10% akibat penutupan Selat Hormuz.
Dukungan lainnya datang dari produsen minyak utama AS, Chevron, yang berencana menutup produksi di fasilitas Petronius di Teluk Meksiko AS, dan seluruh personel terkait dipindahkan ke darat sebagai persiapan menghadapi Badai Tropis Bertha yang diperkirakan akan menguat bertahap selama dua hari ke depan, kata pernyataan resmi perusahaan yang dirilis pada hari Senin. Para analis memprediksi sekitar 2 juta barel minyak dapat hilang di seluruh Teluk AS selama badai berlangsung.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:15 | USA - ADP Employment Change Weekly |
|
| 19.75K |