| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1375 | 0.09% |
GBPUSD | 1.3317 | 0.05% |
AUDUSD | 0.6965 | 0.14% |
NZDUSD | 0.5772 | 0.21% |
USDJPY | 163.86 | -0.06% |
USDCHF | 0.8165 | -0.02% |
USDCAD | 1.4085 | -0.10% |
GOLDUD | 4,048.87 | -0.10% |
COFU | 92.55 | -0.89% |
USD/IDR | 17,910 | 0.00% |
Jumat, 24 Juli 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bearish dipicu oleh isyarat aliansi OPEC+ untuk kembali meningkatkan produksi pada September. Meski demikian, potensi harga kembali bullish masih cukup kuat didukung oleh memudarnya harapan kesepakatan damai AS - Iran dalam waktu dekat, ancaman penutupan jalur pengiriman penting kedua di wilayah Timur Tengah, dan keputusan Kazakhstan untuk mengurangi produksi.
OPEC dan sekutunya kemungkinan akan menyepakati kenaikan lebih lanjut dalam target produksi mereka mulai September ketika mereka bertemu pada 2 Agustus, menurut tiga sumber. Kenaikan tersebut akan dilakukan oleh tujuh anggota utama OPEC+ yakni Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman, yang kemungkinan akan meningkatkan target produksi mereka sekitar 188.000 bph untuk bulan September, sama seperti untuk Juni, Juli, dan Agustus, kata sumber tersebut.
Sementara itu, Iran menolak proposal kesepakatan gencatan senjata yang disampaikan oleh AS melalui perdana menteri Irak pada hari Kamis, ujar pejabat Iran dan Irak yang tidak disebutkan namanya. Di hari yang sama, Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa AS belum siap untuk menegosiasikan gencatan senjata baru dengan Iran.
Selain itu, Trump menegaskan akan memberikan hukuman militer besar-besaran terhadap Iran dan sekutunya Houthi, menyusul serangan oleh Teheran terhadap dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi, yaitu Encelia dan Layla, di dekat pelabuhan Jazan di Laut Merah, tepat di utara Yaman, pada Rabu malam. Biaya asuransi pengiriman barang melalui Laut Merah bagian selatan meningkat dua kali lipat untuk beberapa perusahaan pada hari Kamis, kata sumber.
Dukungan lainnya datang dari Kementerian Energi Kazakhstan yang pada hari Kamis mengumumkan untuk sementara akan mengurangi produksi pasca serangan drone Ukraina yang diduga memaksa terminal ekspor Laut Hitam utama negara itu untuk ditutup. Operator Jalur Konsorsium Pipa Kaspia (CPC) telah berhenti menerima minyak dari Kazakhstan setelah menangguhkan pemuatan karena serangan terhadap kapal tanker di terminal, kata sumber industri pada hari Selasa.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $94 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $89 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:45 | USA - S&P Global Manufacturing PMI Flash |
| 54.3 | 53.9 |
20:45 | USA - S&P Global Services PMI Flash |
| 51.5 | 51.2 |
21:00 | USA - New Home Sales |
| 0.61M | 0.58M |