Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Terkoreksi Bearish Dipicu Potensi The Fed Pertahankan Suku Bunga
Minyak Terkoreksi Bearish Dipicu Potensi The Fed Pertahankan Suku Bunga
Friday, 21 June 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.07000

-0.09%

GBPUSD

1.26560

-0.05%

AUDUSD

0.66530

-0.05%

NZDUSD

0.61190

-0.07%

USDJPY

158.930

0.02%

USDCHF

0.89140

0.01%

USDCAD

1.36850

-0.04%

GOLDUD

2,359.850

0.06%

COFU

81.27

-0.09%

USD/IDR

16,440

0.15%

Fokus Crude Oil:

  • Klaim tunjangan pengangguran AS turun untuk pertama kalinya, prospek penurunan suku bunga acuan meredup.
  • Uni Eropa sepakati sanksi ke-14 terhadap Rusia yang untuk pertama kalinya menargetkan sektor gas Rusia.

***********************************************************

Jumat, 21 Juni 2024 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkoreksi turun tipis dipicu oleh ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan acuan suku bunga saat ini lebih lama. Meski demikian, dukungan terhadap harga minyak datang dari paket sanksi terbaru UE terhadap Rusia, situasi geopolitik di Timur Tengah yang masih memanas, dan laporan EIA.

Data sektor lapangan kerja AS pada pekan lalu menunjukkan laju positif untuk pertama kalinya, yang ditunjukkan dari klaim tunjangan pengangguran turun 5.000 menjadi 238.000 untuk pekan yang berakhir 15 Juni, ungkap Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Kamis. Menguatnya sektor lapangan kerja berpotensi memicu The Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama, yang biasanya akan membebani pertumbuhan ekonomi dan membuat permintaan minyak ikut turun.

Sementara itu, negara-negara Uni Eropa (UE) menyetujui paket sanksi ke-14 terhadap Rusia terkait invasi ke Ukraina, kata para diplomat UE pada hari Kamis. Salah satu isi paket itu termasuk pembatasan pertama mereka terhadap gas Rusia, yaitu melarang ekspor kembali gas alam cair (LNG) Rusia ke wilayah UE, namun tidak melarang impor seperti yang dilakukan blok tersebut pada tahun 2022 untuk minyak yang diangkut melalui laut Rusia. Beberapa negara UE masih mengimpor gas pipa dari Rusia melalui Ukraina.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Israel kembali melancarakan beberapa serangan udara di Jalur Gaza tengah dan utara dari hari Rabu hingga Kamis. Setelah lebih dari delapan bulan perang di Gaza, Israel saat ini telah menguasai sebagian besar wilayah di Rafah, dan hanya tersisa dua wilayah terakhir yang belum dikuasai yaitu Rafah di tepi selatan Gaza dan wilayah sekitar Deir al-Balah di tengah.

Dari sisi pasokan dilaporkan bahwa stok minyak mentah dan bensin merosot turun masing-masing sebesar 2,55 juta barel dan 2,28 juta barel, ungkap data yang dirilis EIA untuk pekan yang berakhir 14 Juni. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $83 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $79 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:45

USA - S&P Global Manufacturing PMI Flash

 

51.0

51.3

20:45

USA - S&P Global Services PMI Flash

 

53.7

54.8

20:45

USA - CB Leading Index MoM

 

-0.3%

-0.6%

20:45

USA - Existing Home Sales

 

4.10M

4.14M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 4050 7788