| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1594 | 0.12% |
GBPUSD | 1.3238 | 0.14% |
AUDUSD | 0.6517 | 0.18% |
NZDUSD | 0.5698 | 0.32% |
USDJPY | 156.45 | -0.47% |
USDCHF | 0.8042 | -0.16% |
USDCAD | 1.4042 | -0.09% |
GOLDUD | 4,165.25 | 0.08% |
COFU | 58.58 | -0.27% |
USD/IDR | 16,668 | 0.00% |
Kamis, 27 November 2025 - Di tengah berlangsungnya libur Thanksgiving di AS, harga minyak terpantau mengalami koreksi turun pasca rilisnya laporan stok EIA. Meski demikian, sejumlah katalis positif di pasar, termasuk sinyal kemunduran pembicaraan damai Ukraina, meredanya eskalasi konflik dagang AS - China, dan laporan rig minyak Baker hughes, berpotensi mendorong harga kembali menguat.
Dalam laporan yang dirilis pada Rabu malam oleh EIA menunjukkan stok minyak mentah AS meningkat sebesar 2,77 juta barel untuk pekan yang berakhir 21 November, di luar ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 500.000 barel. Untuk stok bensin juga dilaporkan naik sebesar 2,51 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS.
Sementara itu, Rusia menegaskan tidak akan memberikan konsesi besar terkait rencana perdamaian Ukraina, ujar seorang diplomat senior Rusia pada hari Rabu, menyusul kebocoran rekaman panggilan telepon utusan AS Steve Witkoff yang menunjukkan bahwa ia telah memberi nasihat kepada Moskow tentang cara mengajukan proposal kepada Presiden Trump. Witkoff diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Moskow minggu depan bersama para pejabat senior AS lainnya untuk berunding dengan para pemimpin Rusia.
Turut mendukung harga, AS pada hari Rabu memberikan perpanjangan pengecualian tarif selama satu tahun untuk beberapa impor industri dan medis Tiongkok, termasuk peralatan untuk membuat produk energi surya, sebagai bagian dari gencatan senjata perdagangan AS-Tiongkok yang disepakati pada 1 November lalu, kata Kantor Perwakilan Dagang AS dalam sebuah pernyataan. Berita tersebut meredam kekhawatiran akan eskalasi konflik dagang antara AS dengan China.
Dukungan lainnya datang dari laporan yang dirilis hari Rabu oleh perusahaan jasa energi Baker Hughes, yang menunjukkan perusahaan minyak AS memangkas jumlah rig minyak untuk pertama kalinya dalam empat minggu, turun 12 rig menjadi 407 rig, yang sekaligus menandai level terendah dalam empat tahun. Laporan tersebut mengindikasikan potensi penurunan output minyak AS di masa mendatang.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $61 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $56 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
All Day | USA - Thanksgiving Day |
|
|
|