| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.03380 | -0.24% |
GBPUSD | 1.24020 | -0.15% |
AUDUSD | 0.62150 | -0.26% |
NZDUSD | 0.56090 | -0.18% |
USDJPY | 158.100 | 0.16% |
USDCHF | 0.90940 | 0.18% |
USDCAD | 1.43640 | 0.15% |
GOLDUD | 2.653,35 | 0.39% |
COFU | 73.32 | 0.00% |
USD/IDR | 16.165 | 0.19% |
Kamis, 09 Januari 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi dibebani beragam sentimen di pasar. Potensi penurunan permintaan bahan bakar di China dan suramnya data ekonomi terbaru China membebani pergerakan harga minyak. Sementara, laporan stok minyak EIA dan data positif ekonomi terbaru AS mendukung pergerakan harga.
China kemungkinan akan memangkas impor bahan bakar minyak mentah menyusul kenaikan pajak impor produk terkait menjadi 3% dan mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2025, kata beberapa sumber perdagangan yang mengetahui masalah tersebut. Potensi pemangkasan tersebut akan turut berdampak pada menurunnya permintaan di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.
Turut membebani pergerakan harga, harga konsumen China sepanjang tahun 2024 naik sebesar 0,2% atau sejalan dengan laju pertumbuhan tahun sebelumnya, namun jauh di bawah target resmi sekitar 3%, ungkap data terbaru yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional (NBS). Selain itu, NBS juga melaporkan harga pabrik tahun 2024 yang melanjutkan penurunan untuk tahun kedua berturut-turut.
Sementara itu, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA menunjukkan stok minyak mentah dalam sepekan turun sebesar 959 ribu barel, jauh lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 600 ribu barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS.
Sentimen positif lainnya datang dari rilisnya data ekonomi terbaru AS yang menunjukkan klaim pengangguran mingguan turun ke level terendah dalam 11 bulan pada pekan lalu, menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil di negara konsumen minyak terbesar pertama dunia itu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $71 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Challenger Job Cuts |
| 65K | 57.727K |
21:00 | USA - Fed Harker Speech |
|
|
|