| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1395 | 0.13% |
GBPUSD | 1.3347 | 0.08% |
AUDUSD | 0.7001 | -0.01% |
NZDUSD | 0.5804 | -0.01% |
USDJPY | 163.58 | -0.05% |
USDCHF | 0.8160 | -0.23% |
USDCAD | 1.4088 | -0.11% |
GOLDUD | 4,090.16 | 0.47% |
COFU | 86.12 | -0.98% |
USD/IDR | 17,968 | 0.00% |
Senin, 27 Juli 2026 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini hari minyak terpantau bergerak bearish dipicu oleh meningkatnya harapan akan meredanya ketegangan konflik AS - Iran setelah kedua belah pihak saling melakukan jeda serangan selama dua hari berturut-turut. Meski demikian, lalu lintas di jalur pengiriman utama Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb yang masih sepi, dan eskalasi ketegangan antara Iran dengan Ukraina berpotensi mendorong harga kembali bullish.
Iran akan menghentikan serangannya sendiri selama AS juga mempertahankan jeda serangannya, kata seorang pejabat senior Teheran pada hari Minggu. Komentar tersebut menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang pada Jumat malam secara tiba-tiba membatalkan kampanye pengeboman terhadap Iran, yang sekaligus menjadikan hari Sabtu dan Minggu sebagai dua hari jeda setelah 13 malam serangan udara AS yang intensif. Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, pada hari Minggu mengatakan bahwa Trump telah memutuskan untuk menghentikan sementara serangan AS untuk memberi lebih banyak waktu bagi diplomasi.
Isyarat meredanya ketegangan antara AS - Iran juga semakin menguat pasca juru bicara Kementerian Luar Negeri Teheran, Esmaeil Baghaei, pada hari Sabtu mengatakan bahwa pembicaraan terkait pengelolaan Selat Hormuz dengan delegasi Oman pada tanggal 24 dan 25 Juli berlangsung konstruktif dan beberapa kemajuan telah dicapai.
Sementara itu, meskipun AS dan Iran telah saling menghentikan serangan, namun jumlah kapal yang melalui Selat Hormuz masih kurang dari 10 kapal setiap hari selama akhir pekan, ungkap data pengiriman dari Kpler. Selain itu, lalu lintas kapal yang melalui Selat Bab el-Mandeb melambat setelah serangan Houthi terhadap instalasi minyak Saudi di sepanjang pantai Laut Merah dan pengumuman blokade angkatan laut mereka terhadap Arab Saudi. Hanya sebelas kapal yang melalui Selat Bab el-Mandeb pada hari Minggu, yang sekaligus merupakan level terendah dalam beberapa bulan, kata Kpler.
Dukungan lainnya datang dari Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang pada hari Minggu memberikan peringatan keras terhadap Ukraina yang baru-baru ini melancarkan serangan jarak jauh di Laut Kaspia yang menargetkan kapal-kapal yang mengangkut kargo militer yang melibatkan Iran. Araghchi juga mengancam akan membalas serangan Ukraina tersebut, yang sekaligus mengisyaratkan potensi konflik baru antara Iran dengan Ukraina.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $88 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $83 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Durable Goods Orders MoM |
| 1.6% | -4.5% |
21:30 | USA - Dallas Fed Manufacturing Index |
| -1 | 0 |